Penjualan binatang ilegal adalah masalah besar di dunia ini, dan jumlah uang yang diputar di bisnis ini sangat mengejutkan. Hal yang lebih mengenaskan lagi adalah tindakan kejam serta penderitaan yang dialami oleh hewan-hewan tersebut. Ketika burung rangkong ini sedang diselundupkan, dia kehilangan kebanggaan dan anugerahnya: paruhnya yang indah. Syukurlah ada Instituto Vida Livre, sebuah organisasi penyelamat binatang, yang menemukan ide cemerlang!

Tieta, sang burung rangkong telah diselamatkan dari sebuah pasar di Rio de Janeiro, dimana hewan-hewan liar bisa dibeli di pasar gelap. Bagian atas dari paruhnya rusak parah, membuatnya hampir mustahil untuk bisa makan. Tidak diketahui pasti bagaimana paruhnya bisa rusak, namun diduga itu terjadi saat dia diselundupkan, atau bertemu dengan hewan lain yang galak ketika dikurung dalam satu kandang.

Dalam misi untuk memperbaiki paruh burung rangkong yang rusak ini, Instituto Vida Livre menempatkan paruh hasil print 3-D buatan yang terbuat dari plastik, untuk membantunya makan dan hidup normal.

(Foto : Danielle Aries)

Proyek rekonstruksi ini dikoordinasi oleh organisasi penyelamat dan rehabilitasi, Instituto Vida Livre, dan juga melibatkan tiga universitas di Brasil.

Paruh buatan ini didesain, kemudian dicetak dengan teknologi print 3-D dengan menggunakan plastik, dan dicat dengan menggunakan pewarna kuku untuk menyamai warna asli dari paruh burung rangkong. Dan kemudian disegel dengan menggunakan minyak perekat khusus berbahan dasar polimer.

Penggantian dengan Paruh Plastik

(Foto : Gustavo Cleinman)

Taciana Sherlock dari badan pengendali satwa liar Brasil, Ibama, mengatakan bahwa ketika mereka menyelamatkan Tieta, dia  sangat terkejut dengan sebagian paruh atasnya hilang. Ms. Sherlock mengatakan bahwa sebelum dioperasi, Tieta menggunakan paruh bawahnya untuk melempar makanan ke udara dan kemudian dia mencoba menangkapnya, membuatnya semakin kesulitan untuk makan. Hanya satu dari tiga percobaan makan yang berhasil, dan akibatnya Tieta kekurangan gizi.

“Burung rangkong paruh hitam seperti Tieta adalah sangat mahal. Mereka adalah hewan asli Rio, dan bisa bernilai sampai Rp. 60jt lebih ketika dijual secara legal,” kata Ms. Sherlock.

Setelah Tieta dipasangi paruh baru, “Perlu tiga hari sampai dia sadar bahwa dia sudah punya paruh lagi,” kata direktur Instituto Vida Livre’s, Roched Seba. “kami memberinya makan buah-buahan namun dia sama sekali tridak menggunakan paruh barunya. Namun ketika kami memberinya binatang hidup seperti belatung dan kecoa, dia segera makan seperti biasa.”

Menginginkan makanan hidup

(Foto :Dailymail screenshot video)

“Diyakini bahwa dia sering makan makanan hidup ketika berada di alam bebas sebelum kehilangan paruhnya. Jadi dengan memberinya makanan jenis itu, maka akan mengaktifkan kembali kenangannya akan masa lalu,” katanya menambahkan.

Perlu waktu tiga bulan bagi tim ini untuk mendesain paruh barunya, namun hanya perlu dua jam untuk mencetaknya menggunakan 3-D printer. Beratnya 4 gram dan panjangnya 4cm.

Paruh buatan ini panjangnya 4 cm dan menggantikan bagian paruh atasnya yang patah

(Foto : Gustavo Cleinman)

Tieta sendiri sangat ringan, beratnya hanya 300 gram. Desainer Gustavo Cleinman dari Federal University, Rio de Janeiro mengatakan bahwa tantangan terbesar adalah untuk membuat paruh buatan yang kuat dan sesuai namun ringan. Dia menjelaskan bahwa dia menggunakan paruh burung rangkong yang telah mati sebagai model, kemudian dia menerapkan apa yang dia dapat dari situ untuk menggambarkan paruh asli Tieta.

“Operasi yang dijalani Tieta hanya berlangsung 40 menit, namun bukannya tanpa risiko,” kata Thiago Muniz.

(Foto: Marcia Heloisa Amarante)

Dr. Thiago Muniz menjelaskan bahwa paruh buatannya dapat membuat Tieta makan dengan normal dan membantunya mencapai kelenjar di tubuh yang membuat bulunya tetap anti air.
“Tieta juga akan bisa memberi makan anaknya di masa depan. Namun sayangnya Tieta tidak akan diperbolehkan untuk dilepaskan ke alam liar,” kata Muniz.

Badan pengendali satwa liar Ibama berencana untuk mengirimkannya ke kebun binatang pendidikan, untuk meningkatkan kesadaran orang-orang akan jual beli binatang ilegal.

Suatu hal yang kebetulan, sebuah kelompok peneliti lain juga sedang dalam proses membuat paruh plastik untuk burung rangkong lain di Sao-Paulo dan kedua kelompok ini saling tidak tahu pekerjaan yang dilakukan tim lainnya.

Apa yang menjadi sasaran mereka adalah untuk membuatnya berpasangan dengan burung rangkong lain yang paruhnya juga diperbaiki.

Tim penyelamatnya berharap supaya Tieta dan burung rangkong jantan lain bisa kawin. “Anak-anak mereka kemudian bisa dilepaskan ke alam bebas,” kata Ibama.(NTDTV/Julius)

Seekor burung rangkong lain dari Sao –Paulo juga dipasangkan paruh buatan setelah paruh aslinya rusak

(Foto: 3ders.org)

Paruhnya di desain dengan menggunakan teknologi digital 3-D

(Foto: 3ders.org)

Dan di cat untuk menyamai warna asli dari paruh burung rangkong.

(Foto: 3ders.org)

Sekarang dia bisa memakan buah-buahan dan sayuran

(Foto: 3ders.org)

Share

Video Popular