Oleh: Wang Jun

Saat ini di Semenanjung Korea dibayangi dengan ketegangan. Korea Utara kembali melancarkan propaganda resmi melalui saluran Arirang Meari pada Kamis, (27/4/2017), merilis film yang mensimulasikan sebuah rudal Korut menenggelamkan kapal induk AS “USS Carl Vinson” dan membombardir Gedung Putih. Tapi, mampukah Korut menenggelamkan “USS Carl Vinson?”  Ini menarik perhatian cukup besar dunia luar.

Melansir laman BBC News, Rabu, (26/4/2017), dalam sidang dengar pendapat dengan Komiter Militer AS terkait tantangan keamanan di kawasan Indo-Asia-Pasific, Laksamana Herry Harris, komandan Komando Pasifik Selatan mengatakan, bahwa kapal perang yang dikerahkan ke Laut Jepang dan Laut Timur Korea Selatan dilengkapi dengan sistem pertahanan rudal yang mampu menahan serangan rudal balistik.

Lagi pula sejauh ini Korut tidak memiliki rudal anti kapal yang dapat mengancam kapal induk Carl Vinson.

Harris mengatakan, operasi militer AS di Korea memiliki berbagai skema, jika perlu, akan melakukan serangan pre-emptive. Sementara itu, kapal induk bertenanga Carl Vinson yang dikerahkan ke Semenanjung Korea telah tiba di perairan laut timur Okinawa, dan siap melancarkan serangan terhadap wliayah Korut kapan saja.

Harris lebih lanjut menjelaskan, Amerika Serikat akan melakukan segala upaya untuk mempertahankan tanah air Amerika dan sekutunya, Korea Selatan dan Jepang.

Inilah yang mendasari AS-Korea Selatan memutuskan untuk menggunakan Terminal High-Altitude Area Defense system (Thaad). Sistem pertahanan ini bisa lebih baik melindungi Korea Selatan dari ancaman Korut. Dan sistem pertahanan rudal ini siap dioperasikan dalam waktu dekat.

Korut, China, Rusia dan ISIS merupakan empat ancaman di kawasan Asia Pasifik. Saat ini Korut adalah ancaman terbesar secara langsung terhadap AS dan sekutu di kawasan Indo-Asia-Pasifik.

Seperti disebut di atas, Kamis, 27 April lalu, Korea Utara kembali melancarkan propaganda resmi melalui saluran Arirang Meari, merilis film yang mensimulasikan sebuah rudal Korut menenggelamkan kapal induk AS “USS Carl Vinson” dan membombardir Gedung Putih.

Awalnya diputar film “Perayaan Hari Matahari” di Pyongyang yang jatuh pada 15 April lalu, memperlihatkan pemandangan berbagai jenis persenjataan baru. Selanjutnya, di bawah iringan musik yang gegap gempita, pemandangan dalam film perayaan tersebut berubah.

Tampak pemandangan berupa “target”, mengunci pesawat tempur, kapal induk dan Gedung Puth AS. Film propaganda tersebut memperlihatkan tembakan rudal Korut mengenai sasarannya di Gedung Putih, sekilas terlihat rudal yang ditembakkan tersebut seperti bom nuklir.

Militer Korea Utara sebelumnya mengklaim, bahwa jarak tembak rudal KN-08 mereka cukup mumpuni untuk menyerang Los Angeles dan kota-kota lain di Tepi Barat Amerika.

Sementara pada malam 26 April lalu, rudal  balistik antar benua Minuteman III yang diluncurkan Angkatan Udara AS, jatuh di kepulauan Marshall setelah melesat sejauh 6759 km. Uji coba rudal yang diluncurkan militer AS dari pangkalan udara Vandenberg ini terletak sekitar 130 kilometer sebelah barat laut Los Angeles, sehingga dipandang sebagai makna terhadap propaganda Korut. (Secretchina/jhoni/rp)

Share

Video Popular