JAKARTA – Saat mentari terbit dari timur, puluhan praktisi Falun Dafa atau Falun Gong sudah berkumpul di area kawasan Hari Bebas Berkenderaan di Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (30/4/2017). Sejumlah spanduk yang menyampaikan pesan damai dan kebaikan juga secara antusias disaksikan oleh masyarakat.

Spanduk-spanduk yang berisikan “Sejati, Baik, Sabar Membimbing Manusia Menuju Kebaikan” bisa dilihat secara jelas pada area yang dipadati kerumunan manusia yang berolahraga dan sekedar berjalan-jalan sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin.

Pesan lain yang disampaikan yakni “Sejati Baik Sabar Standar Moralitas Kehidupan” serta “Sejati Baik Sabar Membimbing Manusia Menuju Kebaikan.” Acara yang digelar kali ini dalam rangka memperingati 25 tahun penyebaran Falun Dafa ke seluruh dunia sejak Mei 1992 silam.

Masyarakat di area kawasan sekitar juga menyaksikan pertunjukan Marching Band Tian Guo yang mengalunkan nada-nada musik dengan pesan-pesan Sejati Baik Sabar. Selain itu pertunjukan genderang pinggang yang bisa disaksikan oleh masyarakat.

Acara yang digelar sejak pagi hari hingga menjelang siang itu, mendapat respon positif dari masyarakat dengan membubuhkan sejumlah petisi tandatangan yang disiapkan oleh para praktisi Falun Dafa. Tak hanya itu sejumlah rangkaian bunga kertas diterima baik oleh masyarakat termasuk brosur-brosur pengenalan tentang Falun Dafa.

Ketua Himpunan Falun Dafa Indonesia, Gatot S.Machali mengatakan  acara kali ini merupakan peringatan 25 tahun penyebaran Falun Dafa ke seluruh dunia semenjak pendiri Falun Dafa mengajarkan prinsip-prinsip Sejati Baik Sabar sebagai pedoman para praktisi  mematut diri.

Lebih jauh dari itu, Gatot berharap kepada masyarakat luas untuk lebih mengetahui secara jelas dengan fakta-fakta sebenarnya tentang Falun Gong. Dia berharap kepada masyarakat luas agar tak terpengaruh dengan sejumlah informasi-informasi yang cenderung menyudutkan Falun Gong atau Falun Dafa.

“Sungguh Falun Dafa, suatu yang baik karena masih saja masyarakat terpropaganda informasi yang negatif atau kurang, acara ini kita sekaligus memberikan klarifikasi fakta  sebenarnya bahwa memang Falun Dafa itu baik,” jelasnya.

Seorang yang belum lama berlatih, Ita menuturkan bahwa dirinya pernah terkena asam lambung tinggi. Namun demikian, dirinya berlatih selama setahun sudah terbebas dari obat hingga saat ini dirinya sudah memasuki latihan pada tahun ke lima.

Praktisi lainnya, Jamal mengakui sudah mendapatkan manfaat dari Falun Dafa. Awalnya dirinya sebagai perokok berat sehingga bisa berhenti dengan sempurna.  Tak hanya itu, bagi dia, latihan Falun Dafa juga memberikan dampak pada pribadi seperti emosi yang terkontrol dengan baik.

Sejak 1999 silam hingga sekarang secara gencar menjadi korban hoax adalah Falun Gong atau Falun Dafa. Kabar hoax yang menerpa terhadap metode olah jiwa dan raga ini tak hanya berkembang pesat di Tiongkok, namun turut menyebar di Indonesia bahkan pada seluruh dunia. Kabar hoax ini dipercayai begitu saja oleh sejumlah kalangan.

Berbeda dari hoax-hoax yang berseliweran umumnya di linimasa, kasus hoax yang menimpa terhadap Falun Gong lebih menyeramkan efeknya untuk menghasut kebencian. Hoax yang menyerang terhadap praktisi Falun Gong beragam seperti tuduhan aliran sesat, anti pemerintah Tiongkok, anti sosial dan HAM, berpolitik dan terlibat aksi bunuh diri dengan bakar diri serta sebagainya.

Falun Dafa (disebut juga Falun Gong) adalah sebuah latihan kultivasi jiwa dan raga yang “berasimilasi dengan karakter tertinggi alam semesta – Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) – sebagai fundamental, dengan karakter tertinggi alam semesta sebagai pembimbing, melakukan Xiulian sesuai prinsip evolusi alam semesta.” Latihan disertai dengan 5 perangkat gerakan termasuk bermeditasi tanpa ada ikatan keanggotaan dan tak ada praktek ritual keagamaan. (asr)

Masyarakat menerima brosur dan penjelasan tentang Falun Dafa (erabaru.net)

Share

Video Popular