JAKARTA – Dua kecelakaan maut disebabkan HS Transport dan Kitrans menghebohkan masyarakat saat terjadi di kawasan puncak bersamaan tibanya hari libur. Tabrakan beruntun yang menyebabkan korban luka dan tewas dikarenakan rem kedua bus itu tak berfungsi.

Sekjen Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan bahwa kejadian tabrakan maut 22 April 2017 lalu yang melibatkan bus HS Transport ternyata tak terdaftar  sebagai perusahaan pariwisata di data base perhubungan darat.

Bahkan berdasarkan penelusuran lebih jauh oleh Kemenhub, bahwa  kenderaan terlibat kecelakaan di Megamendung tak terdaftar atas nama HS Transport AG 7057 UR. Namun demikian, izin yang dimiliki masih pemilik lama yaitu PO Harapan Prima Jurusan Surabaya-Trenggalek.

“Bus itu tak terdaftar dan tak ada tanda uji kirnya,” kata Sugihardjo dalam konfrensi pers di Gedung Kemenhub, Jakarta, Senin (1/5/2017).

Sama halnya dengan bus Kitrans yang menjadi penyebab seminggu kemudian dengan mesin Mercedes-Benz OH 1518/51 tak terdaftar sebagai kenderaan transportasi angkutan pariwisata dan kendaraan wajib uji kir.

“Kami sudah koordinasi dengan Dishub DKI juga tak terdaftar sebagai kenderaan wajib uji kir,” jelasnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo didampingi Direktur Angkutan dan Multi Moda Ditjen Perhubungan Darat Cucu Mulyana saat konferensi pers tentang kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Puncak, pada Senin (1/5/2017) di Gedung Kemenhub, Jakarta. (Foto : Erabaru.net)

Oleh karena itu atas kejadian tabrakan maut diakibatkan rem blong, maka pemerintah akan melakukan evaluasi dan tindakan menyeluruh. Kemenhub bekerjasama dengan Kepolisian akan melakukan razia terhadap bus pariwisata. Apalagi bus-bus tersebut tak berangkat melalui terminal bus.

Tabarkan beruntun akibat bus pariwisata HS Transport terjadi di Jalan Raya Puncak, Desa Cipayung, Kecamatan Megamedung, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/4/2017). Akibatnya 4 orang tewas dan 6 orang luka. Bus itu juga menghantam sejumlah kenderan roda empat.

Kecelakaan maut yang melibatkan Bus Kitrans terjadi di Jalan Raya Puncak, Desa Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (30/4/2017). Akibatnya, korban meninggal berjumlah 12 orang dan 20 orang luka berat. (asr)

Share

Video Popular