JAKARTA – Badan POM kembali memusnahkan Obat dan Makanan ilegal hasil pengawasan Balai Besar POM (BBPOM) di Jakarta dengan nilai keekonomian mencapai lebih dari Rp 26 miliar.

Pemusnahan secara simbolis dilakukan secara langsung oleh Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito di halaman kantor BBPOM di Jakarta, Selasa (2/5/2017). Turut hadir Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta, Fatahillah, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Wahyu Hadiningrat, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan POM, Suratmono dan Kepala BBPOM di Jakarta.

Produk yang dimusnahkan merupakan hasil Operasi  Penertiban terhadap obat dan makanan ilegal sepanjang tahun 2014 – 2016 dan hasil pengawasan rutin oleh BBPOM di Jakarta selama tahun 2015 – 2016.

Dari hasil Operasi Penertiban, produk yang dimusnahkan terdiri dari 450 item pangan dan kosmetik tanpa izin edar senilai lebih dari Rp 24 miliar. Sementara temuan dari hasil pengawasan rutin BBPOM di Jakarta berupa obat kuat tanpa izin edar, obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO), suplemen kesehatan ilegal, kosmetik ilegal, serta  pangan ilegal dengan nilai keekonomian lebih  dari Rp  2 miliar.

Seluruh barang bukti yang dimusnahkan telah mendapatkan Ketetapan Pemusnahan dari Pengadilan Negeri setempat, dan akan dimusnahkan di tempat pemusnahan akhir di wilayah Tangerang, Banten.

Sepanjang tahun 2016 lalu, BBPOM di Jakarta telah melakukan penindakan secara pro-justitia atas 13 perkara pelanggaran di bidang Obat dan Makanan melalui beberapa operasi, yaitu Operasi Pangea, Operasi Storm, Operasi Terpadu, serta Operasi Gabungan Nasional (Opgabnas). Ke-13 perkara tersebut terdiri atas 6 perkara terkait pangan ilegal, 5 perkara terkait kosmetik ilegal, dan 2 perkara terkait obat tradisional ilegal.

Peredaran Obat dan Makanan ilegal hingga saat ini masih menjadi salah satu fokus utama pengawasan Badan POM. Sebagai upaya memberantas peredaran produk ilegal tersebut, Badan POM bersama Balai Besar/Balai POM akan terus melakukan pengawasan secara komprehensif meliputi pre-market evaluation dan post-market control secara rutin di seluruh Indonesia.

“Kegiatan pemusnahan seperti yang dilakukan hari ini merupakan salah satu cara untuk memastikan agar Obat dan Makanan ilegal tersebut tidak lagi beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat,” jelas Kepala Badan POM, Penny K. Lukito. (asr)

 

Share

Video Popular