Oleh: Gao Jing

Erabaru.net. Sebelum berkunjung ke Harrisburg, Pennsylvania untuk berpidato, Presiden AS Donald Trump menerima wawancara eksklusif dengan kepala koresponden John Dickerson di Washington DC dalam acara televisi CBS ‘Face the Nation’, berbicara tentang hasil yang dicapainya selama 100 hari kepemimpinannya, Sabtu, (29/4/2017).  Berikut wawancaranya.

JOHN DICKERSON : Pak Presiden, Anda telah memperingatkan Korea Utara untuk tidak melakukan “uji coca rudal”, tapi mereka kembali melakukannya. Apakah ini berarti bahwa tekanan itu tidak efektif ?

PRESIDEN DONALD TRUMP : Saya tidak mengatakan “Jangan uji coba rudal.” Dia (Kim Jong-un) akan melakukan apa yang harus dilakukan. Tapi ia tahu hal itu akan membuat kami tidak senang. Saya beritahu anda, saya suka dan menghargai seseorang – Presiden Tiongkok, Xi Jinping, saya percaya dia telah memberi tekanan pada Kim Jong-un. Tapi sejauh ini, mungkin tidak ada sesuatu yang terjadi, atau mungkin sesuatu telah terjadi. Itu rudal kecil, bukan rudal besar dan bukan tes nuklir. Dunia luar awalnya memperkirakan ia akan uji coba nuklir tiga hari sebelumnya. Kita lihat saja.”

JOHN DICKERSON : Apa maksudnya “Anda mengatakan tidak senang” ?

PRESIDENT DONALD TRUMP : “Jika dia (Kim Jong-un) melakukan uji coba nuklir, saya tidak akan senang Dan saya dapat memberitahu Anda, saya percaya, Presiden Tiongkok, seseorang yang sangat dihormati itu juga tidak akan senang.”

JOHN DICKERSON : Tidak senang apakah pertanda aksi militer?

PRESIDENT DONALD TRUMP : “Saya tidak tahu, maksud saya, kita lihat saja nanti.”

JOHN DICKERSON : “Tiongkok selama ini adalah sekutu Korea Utara. Bagaimana anda memastikan bahwa mereka tidak memanfaatkan kasus ini untuk menguji anda?”

PRESIDENT DONALD TRUMP : “Anda tidak akan pernah bisa memastikan sesuatu apa pun, bukan? Tapi saya dengan Xi menjalin hubungan persahabatan yang sangat baik. Saya tidak berpikir mereka ingin melihat Korea Utara yang tidak stabil. Mereka pasti tidak ingin melihat ada senjata nuklir di lingkungannya. Mereka tidak suka akan hal itu. Tapi kita lihat saja perkembangannya. Hubungan saya dengan Tiongkok dikenal sebagai hubungan yang sangat istimewa, sangat berbeda dengan hubungan di masa lalu. Tapi sekali lagi, kita lihat saja, apakah Presidin Xi bisa memberi efek perubahan, tapi saya harap dia bisa.”

JOHN DICKERSON : Anda menolak untuk membahas masalah ini, apakah dikarenakan ledakan rudal korut ada hubungannya dengan Amerika Serikat?

PRESIDEN DONALD TRUMP : “Saya hanya tidak ingin membahasnya. Saya pikir anda tahu, kita tidak seharusnya mengumumkan bahwa kita akan menyerang Mosul. Kita tidak seharusnya menyatakan bahwa kita akan bertindak.  Ini adalah sebuah permainan catur. Saya tidak ingin orang-orang tahu apa yang saya pikirkan.  Jadi pada akhirnya nanti, dia (Kim Jong-un) akan memiliki sistem peluncuran yang lebih baik. Kita tidak bisa membiarkan itu terjadi.”

JOHN DICKERSON: Bagaiman pandangan anda terhadap pemimpin Korea Utara?

PRESIDENT DONALD TRUMP : Kim Jong-un adalah seorang pemuda yang memegang tampuk kekuasaan saat usia 26-27 tahun. Dia menghadapi sekelompok orang yang sulit dihadapinya, terutama para jenderal dan veteran. Saya yakin, banyak orang yang mencoba untuk merebut kekuasaan, baik itu pamannya atau orang lain. Dan dia telah menanganinya. Jadi jelas, dia adalah seorang yang sangat cerdas. Tapi kita tidak bisa membiarkan situasi ini terus berlangsung. Terus terang, hal ini seharus diselesaikan oleh pemerintahan Obama, pemerintahan Bush, atau pemerintahan Clinton ketika itu.

Ketika Dickerson menyinggung tentang Tiongkok, Trump segera berkata, “Dia (Xi) bekerjasama dengan kami.”

JOHN DICKERSON : Apakah Partai Komunis Tiongkok/ PKT telah berhenti memanipulasi mata uang?

PRESIDENT DONALD TRUMP :  Di masa lalu, PKT adalah manipulator mata uang. Tapi sekarang, dia percaya Presiden Xi akan berupaya mencoba memecahkan masalah yang sangat besar ini, yakni Korea Utara.

JOHN DICKERSON: Apakah ini berarti bahwa Amerika Serikat tidak akan memberri tekanan pada Tiongkok atas masalah HAM, hak kekayaan intelektual, Laut China Selatan dan isu-isu lainnya?

PRESIDENT DONALD TRUMP : “Korea Utara mungkin lebih penting daripada perdagangan. Perdagangan sangatlah penting. Tetapi perang besar-besaran dengan kemungkinan jutaan orang tewas itu adalah yang kita sebut sebagai (kartu) truf-nya perdagangan. Sekarang, jika Tiongkok dapat membantu kita mengatasi Korea Utara dan menyelesaikan masalah itu, ini bisa dianggap sebagai kesepakatan yang baik bagi Amerika Serikat.”

(jhoni/rp)

Sumber: Epochtimes

Share

Video Popular