Guru-guru ini pastinya telah bersedia memberikan bekal tentang ilmu pengetahuan  dan bimbingan serta mendorong usaha ibu-ibu muda untuk mendapatkan pengetahuan.

Bukan itu saja, guru-guru yang menakjubkan tersebut rela menjaga bayi di hadapan siswa mereka dalam kelas-kelas yang mereka ajarkan.

Bagi kebanyakan profesor, adalah hampir mustahil untuk menyampaikan ceramah dalam lingkungan di mana ada bayi yang menangis. Tetapi di dalam kelas Profesor Engelberg hal sebaliknya terjadi. Dia memiliki  metode-metode pengajaran yang berbeda ketika berhadapan dengan situasi tersebut.

Dia memahami kesulitan ibu-ibu muda membesarkan si kecil ditambah dengan kewajiban sebagai mahasiswi. Untuk menghargai semangat mereka untuk mendapatkan pengetahuan, Engelberg dan beberapa guru lain, seperti dia, telah mendorong ibu-ibu muda yang berani untuk terus belajar.

Pernah suatu hari, seorang ibu muda telah mengambil anak kecilnya yang menangis supaya tidak mengganggu kelas. Tapi apa yang terjadi adalah Pofesor Engelberg dan dengan tenang mengendong bayi tersebut. Kemudian dia masuk ke kelas seperti tidak ada yang terjadi,” Anak perempuan profesor, Sarit Fishbaine, menulis di halaman Facebooknya dengan bangganya tentang ayahnya.

Sarit turut berbagi tentang pengalaman mengajar ayahnya. Ayahnya berasal dari Afrika Selatan, dan telah menjalani profesi guru selama 45 tahun. Oleh karena dia mengajar program sarjana di Universitas Hebrew, Israel mayoritas mahasiswanya adalah lebih tua dari rata-rata mahasiswa.

“Ada banyak ibu-ibu muda dan banyak juga di antara mereka yang memiliki bayi, dan dia mendorong mereka untuk membawa bayi mereka ke kelas,” kata Sarit.

“Ayah saya suka akan anak-anak dan bayi, dia memiliki lima cucu.”

Dia menambahkan bahwa hal demikian “bukan sesuatu yang luar biasa” bagi pria yang berusia 67 tahun itu karena begitu banyak siswa perempuan itu membawa bayi ke kelas, dan kadang-kadang dia juga menyusui siswa-siswanya.

Engelberg jelas sekali memiliki jiwa yang lembut, rendah hati dan baik hati.

Menurut Sarit lagi, “Cara dia melihat konsep untuk mendapatkan pendidikan tidak hanya mempelajari fakta yang Anda harus belajar di dalam kelas,” sambungnya lagi. “Tetapi juga belajar nilai-nilai dan itulah pesan yang sangat penting yang ayah saya ingin berikan kepada dunia.

William Martin dari Universitas Ben Gorion adalah salah satu professor yang rela mengendong anak-anak kecil mahasiswanya ketika dia mengajar.

Orit Gilor, dari Universitas Bith Birl, seorang lagi dosen yang mendorong mahasiswanya untuk melanjutkan pendidikan mereka tanpa membiarkan bayi menganggur. Sebagai seorang ibu, dia sendiri memahami kondisi mahasiswa-mahasiswinya yang memiliki anak-anak kecil.

Dr Ile Belen adalah satu lagi profesor yang berhati baik yang telah menenangnya seorang bayi saat mengajar di Universitas Zfat.

Profesor Dan Oraien adalah ketua teater di Universitas West Galil. Dia nyaman duduk di dalam kelas bersama anak kepada siswanya ketika siswa tersebut tampil.

Banyak guru yang berpengaruh dan dibayar rendah di kebanyakan tempat di dunia, meskipun pekerjaan mereka adalah yang membangun masa depan negara.

Sudah saatnya untuk kita mengubah persepsi bahwa karir sebagai seorang guru adalah karir yang mudah. (Erabaru.com.my/asr)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA VIDEO

Video Popular