JAKARTA –  Napi kabur mulai perorangan hingga belasan orang merupakan hal yang biasa terjadi pada salah satu dari sekian banyak Lembaga Pemasyarakatan yang ada di Indonesia. Adapun kasus kaburnya napi Kelas 2A Pekanbaru di Jalan Sialang Bungkuk ,Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru, Riau merupakan kasus terbesar yang pernah terjadi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kaburnya para napi ini terjadi Jumat  (5/5/2017) sekitar pukul 12.45 wib diawali kerusuhan di salah satu kamar blok C yang berisikan 100 orang tahanan laki-laki karena dinilai sudah melebihi kapasitas.

Saat terjadi perkelahian kemudian dilerai oleh petugas. Disebutkan sempat terjadi pemukulan terhadap salah satu warga binaan di Blok C,   sehingga menyulut amarah para Napi sehingga terjadinya pengrusakan pintu dan gembok di samping sebelah kanan dan sehingga kurang lebih 200 penghuni Lapas melarikan diri ke arah pemukiman pemukiman penduduk sekitar Lapas.

Saat itu, petugas Lapas melakukan pemblokiran pintu depan sehingga konsentrasi sebagian Napi yang tertinggal di dalam tertahan dan melakukan pengrusakan terhadap fasilitas LP. Sejumlah laporan menyebutkan keluhan para napi diantaranya adanya pungli.  Secara keseluruhan total jumlah tahanan 1870 orang dan yang kabur sekitar 367 orang lebih.

Kejadian Rabu (1/3/2017) sebanyak 4 orang napi kabur dari Lapas Klas II A Jambi setelah aksi kerusuhan dan pembakaran hingga menyebabkan tujuh orang terluka. Lapas di Jambi juga mengalami melebih kapasitas hingga ditempati oleh 1.700 narapidana.

Akhir tahun lalu, Senin (26/12/2016) sebanyak 31 orang napi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIIB Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan juga kabur dari sel. Keributan juga sempat terjadi di dalam sel.

Sekitar 3 Maret 2016 sebanyak tujuh napi di Lapas IIA Paledang, Bogor, Jawa Barat juga kabur. Namun pada kejadian ini tak ada kerusuhan atau keributan. Namun para penghuni sel ini kabur setelah memotong teralis kamar untuk melarikan diri.

Kejadian pada 5 Oktober 2014 lalu sebanyak 19 orang tahan narkoba di Lapas Narkotika Doyo, Jayapura, kabur dengan cara memanjat tembok. Usaha para napi ini kabur dengan menjadikan kain tikar yang dijadikan tali untuk menaiki tembok. (asr)

Share

Video Popular