“The Teenage Psychic”, drama seri yang diangkat dari kisah nyata ini mendapat sambutan yang meriah setelah ditayangkan di Taiwan April 2017 lalu.

Perjalanan hidup Sophia atau nama Mandarin Liu Bo-jun, pensiunan dari perantara roh halus, yang digambarkan sebagai sosok Xie Ya-zhen dalam drama tersebut juga menarik perhatian pemirsa.

Sejak kecil, Sophia ditakdirkan sebagai perantara roh halus di kuil untuk membantu orang-orang agar dijauhi dari bencana.

Namun, lambat laun Sophia mendapati bahwa ternyata manusia jauh lebih menakutkan daripada hantu. Hingga 12 tahun lalu, ia memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai perantara roh halus dan memeluk agama Islam, sejak itu ia mendapatkan kedamaian dan ketenangan batin.

Sejak masa sekolah, Sophia atau Liu Bojun aktif sebagai perantara roh halus di kuil, membantu orang-orang yang menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan dunia gaib, tapi belakangan ia mengundurkan diri dari pekerjaan itu  karena tidak tahan dengan suasana kuil.

Ketika menekuni bidang agama di Universitas Nasional Cheng Chi, Taipei, Taiwan. Ia mendapati gambaran Alqur’an tentang dunia gaib itu sesuai dengan yang dialaminya  sendiri saat menjadi perantara roh halus, kemudian ia pun memeluk agama Islam.

Sophia yang kini berusia 38 tahun mengatakan, bahwa sejak masa kanak-kanak ia telah menekuni dunia gaib, dan mulai membantu orang-orang meramal nomor lotre.

Pada usia 15 tahun membuka tempat praktik bersama dengan saudaranya, sambil sekolah ia menjadi perantara roh halus membantu orang-orang yang menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan dunia gaib, menyampaikan keinginan almarhum/almarhumah kepada sanak familinya yang masih hidup di dunia.

Kebetulan pada usia 19 tahun  berjodoh dengan dewa kesehatan dunia gaib, sehingga ia pun mulai membantu orang-orang yang menanyakan tentang penyakit/kesehatan, dan sejak itu secara berangsur-angsur usahanya pun melejit.

Kisah Sophia (Liu Bo-jun) diadaptasi menjadi drama serial TV “The Teenage Psychic” yang dibintangi oleh Guo Shu-Yao sebagai peran utama wanita. (Gambar dikutip dari facebook drama serial TV The Teenage Psychic)

Awalnya Sophia memang berniat membantu orang-orang sebagai perantara di dunia gaib, namun, karena semakin banyaknya bentuk permintaan dari orang-orang yang dibantunya, membuat Sophia semakin menyadari akan keburukan hati (keinginan) manusia.

Banyak orang yang tidak peduli dengan keinginan sebenarnya dari almarhum/almarhumah, hanya peduli dengan uang simpanan si mati. Bagaimana membagi warisannya,  bagaimana cara mengurus pemakaman agar anak-cucu generasi berikutnya bisa makmur dan kaya raya.

Sophia mencoba menjelaskan kepada mereka agar jangan percaya takhayul, tapi di bawah atmosfer kuil mereka semakin jauh terperosok ke dalam jurang mautnya takhayul, sehingga hal ini membuat Sophia merasa ikut bersalah.

Akhirnya Sophia mengundurkan diri dari lingkup dunia gaibnya sebagai media perantara pada usia 26 tahun, dan memeluk agama Islam tahun berikutnya.

Sophia menuturkan, bahwa dalam dunia Islam, hantu yang dilihatnya di masa lalu itu disebut “Jin”.

“Tidak disangka saya tidak melihat sesosok hantu  ketika pertama kali masuk ke masjid, sehingga saya sangat terkesan, karena kuil-kuil di Taiwan dan tempat keagamaan lainnya selalu dijangkiti dengan “hantu”, katanya.

Menurut pandangan Islam, manusia adalah manusia, dunia tak terlihat atau dunia gaib adalah dunia gaib, jangan ada hubungan atau kontak antar yin dan yang (dunia fana dan alam barzakh).

“Saya sangat setuju dengan pandangan ini,” kata Sophia.

Dalam ajaran Islam juga tidak ada yang namanya membakar kertas uang, tidak menyembah berhala, juga tidak mempersembahkan makanan untuk “Jin” (hantu).

“Ini membantu saya keluar dari predikat sebagai perantara roh halus,” katanya.

Sophia atau Liu Bojun yang mengundurkan diri sebagai perantara roh halus dan sekarang memeluk agama Islam.
(Gambar diambil dari facebook “The Teenage Psychic”)

Sekarang Sophia bisa mendapatkan ketenangan karena hantu tidak lagi terlalu sering mendatanginya.

Selain itu, Islam juga percaya bahwa Allah tidak bisa disuap, tidak akan pernah membeda-bedakan karena status, derajat, uang persembahan dan barang-barang yang dipersembahkan oleh manusia. Dalam Islam semuanya akan mendapatkan keadilan kelak sesudah mati, dan Sophia sangat setuju dengan pandangan ini. (jhoni/rp)

Share

Video Popular