Manusia meraih sukses di dunia fana ini, namun gerbang perkembangan di bidang kesadaran baru saja dibuka. Alam mimpi, arwah dan reinkarnasi merupakan suatu bidang yang sangat misterius dalam riset ilmiah modern. Media massa kerap memberitakan cerita mengenai seseorang yang mengetahui tentang kisah kehidupan sebelumnya melalui alam mimpi atau hipnotis.

Keajaiban Prof. Weiss

Pada bagian prolog bukunya yang berjudul “Miracles Happen”, Prof. Brian L. Weiss menulis, “Keajaiban pada diri saya terjadi pada hari saat seorang pasien saya yang bernama Catherine, pertama kalinya menginjakkan kaki di klinik saya. Dia membawa saya memasuki suatu dunia yang penuh dengan jiwa; sebelumnya saya sama sekali tidak pernah percaya dunia seperti ini eksis. Beberapa buku saya sebelumnya telah memuat pengalamannya secara mendetil (mengingat kembali tentang pengalamannya dari kehidupan sebelumnya), serta dampak baik dari pengalaman tersebut terhadap kehidupan pasien saya itu. Dan juga berdampak baik pada kehidupan saya sendiri, setidaknya sama dalam hal tingkatannya.”

Menurut Brian, “Sebelum mengungkap ingatan Catherine akan kehidupannya sebelumnya, saya selalu menggunakan otak kiri untuk berpikir dan merupakan seorang akademisi yang memiliki kecenderungan OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Saya adalah seorang anggota dalam Asosiasi Kehormatan Mahasiswa Berprestasi, yang lulus dari Columbia University, AS, dengan prestasi unggul dengan meraih gelar sarjana ilmu kimia, kemudian juga meraih gelar sarjana kedokteran pada Fakultas Kedokteran Yale University, AS, lalu diangkat menjadi kepala residen psikiatris pada fakultas tersebut. Kemudian saya semakin dikenal saat menjabat sebagai direktur psikiatris pada Mount Sinai Medical Center, dan pernah memublikasikan lebih dari 40 tesis dan karya tulis di bidang farmakologi psikiatris, kimiawi otak, penyakit Alzheimer dan lain sebagainya. Saya sama sekali tidak percaya pada para-psychology, dan bidang “non-ilmiah” seperti reinkarnasi dan lain sebagainya, akan tetapi Catherine telah memutar balikkan segala kecurigaan saya sepenuhnya, dan juga telah memutar balikkan kehidupan saya.”

Brian menulis, setiap kasus telah membuktikan dan memastikan asumsinya, juga telah mengajarkan dan membuka wawasannya; setiap kasus telah mengungkap lebih banyak lagi rahasia tentang kehidupan.

“Konsep yang dibicarakan dalam reinkarnasi adalah setiap orang memiliki kehidupan sebelumnya, konsepsi ini membawa diri saya ke pintu pemahaman kesadaran dengan tingkatan yang lebih tinggi lagi. Catherine telah membuka pintu tersebut, yang kemudian saya membukanya lebih lebar lagi bagi banyak orang lainnya. Tapi sebenarnya masih terdapat banyak sekali pintu-pintu lainnya. Ada orang yang mengalami mati suri lalu hidup kembali untuk bisa memahami tingkatan yang lebih tinggi; ada yang mengalami pertemuan yang begitu misterius; ada yang mengalaminya lewat meditasi; ada yang memahaminya atau mengetahuinya secara tiba-tiba begitu saja. Meskipun caranya berbeda-beda, namun tujuan akhirnya adalah sama, semuanya mengarah pada satu pemahaman supernatural, yakni sifat sejati manusia adalah jiwa, dan bukan raga. Biasanya saat mendapatkan pemahaman seperti ini, maka akan bisa merasakan bahwa antar sesama manusia memiliki kaitan satu sama lain, meskipun alasannya tidak begitu jelas, namun berbagai hal dan benda yang ada merupakan wujud manifestasi dari semacam energi tertentu,” demikian tulis Brian dalam bukunya.

Anak-anak lebih mudah memiliki ingatan kehidupan lampau

Selain Prof. Brian, masih banyak orang yang telah melakukan riset mengenai reinkarnasi. Prof. Ian Stevenson, pendiri riset reinkarnasi kontemporer Barat sekaligus dosen ilmu psikiater dan biokimia dari University of Virginia, AS, telah mengumpulkan ribuan kasus reinkarnasi mulai dari India hingga Srilanka, Brasil, Libanon dan berbagai negara lain hingga kemudian mencakup benua Eropa dengan menghabiskan waktu lebih dari 40 tahun, serta telah melakukan penyelidikan terhadap kasus-kasus tersebut. Pada tahun 1996, ia memilih 20 kasus yang paling persuasif, yang kemudian dituangkan dalam sebuah bukunya yang berjudul “Twenty Cases Suggestive of Reincarnation”, buku itu sempat menggemparkan AS.

Orang seperti apakah yang lebih mudah memiliki ingatan akan kehidupan sebelumnya, menurut pandangan Ian, anak-anak yang berusia antara 2 hingga 4 tahun menyimpan ingatan yang sangat jelas akan kehidupannya sebelumnya, dan setelah berusia 7-8 tahun ingatan tersebut akan semakin memudar. Terutama kanak-kanak yang pada kehidupan sebelumnya mengalami kematian dengan cara yang “heroik” atau patriotik, akan semakin sering bermimpi akan detil proses kematian pada kehidupan lampaunya.

Menurut teori multi dimensi, saat seseorang sedang dalam keadaan sensitif, atau pada kondisi cuaca tertentu atau lingkungan tidur tertentu, seseorang akan sangat mudah memasuki dimensi lain. Tentu saja dalam hal ini berarti masuk melalui metode/cara pemikiran ataupun dalam alam mimpi, sementara pada dimensi lain tersebut, adalah dapat melintasi batas ruang dan waktu, atau dengan kata lain seseorang dapat mengetahui kehidupannya sebelumnya, sesungguhnya bukan tidak berlandaskan pada pondasi teori. (Sud/yant)

Selesai

Share

Video Popular