Oleh: Wang Jun

Paralel utara ke-38 (38 derajat lintang utara) dari kelompok pemikir AS menyebutkan, citra satelit terbaru menunjukkan lokasi uji coba nuklir di Punggye-ri, Korea Utara telah diaktifkan kembali, Selasa, (2/5/2017).

Dunia luar berspekulasi Korea Utara diperkirakan akan melakukan uji coba nuklir. Menurut laporan media Hong Kong yang belum dikonfirmasi, bahwa Tiongkok-Korea Utara telah melakukan pembicaraan rahasia tahun lalu terkait program nuklir Korea Utara.

Namun, Korut mengajukan empat syarat untuk meninggalkan program nuklirnya, tapi ditolak Beijing. Sumber mengatakan, bahwa selama bertahun-tahun, PKT terus memelihara rezim Korea Utara.

Laman Hong Kong’s Chengming Magazine edisi Mei 2017 menyebutkan, bahwa pasca gagalnya uji coba rudal Korea Utara pada 16 April lalu, Kementerian Luar Negeri Tiongkok segera menemui pejabat Korea Utara, Park Myung-ho di Kedutaan Besar Korut di Beijing, dan memperingatkan kepada Korea Utara agar tidak lagi melakukan uji coba senjata nuklirnya.

Korea Utara akan menghadapi sanksi yang berat, termasuk penghentian pasokan minyak dan penutupan perbatasan Tiongkok-Korea Utara jika uji coba nuklir tetap dilakukan.

Laporan terkait mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, PKT dan Rusia menilai perkembangan nuklir Kim Jong-un melambat, hal ini berdasarkan pemahaman mereka terhadap teknologi nuklir dan rudal Korea Utara selama ini. Dan sejauh ini, Korea Utara belum memiliki teknologi peluncuran rudal nuklir atau membawa hulu ledak nuklir.

Namun, Korea Utara telah menyimpan 12-15 instalasi nuklir di bawah tanah, dengan kekuatan lebih dari 20 kali ledakan bom atom di Hiroshima, sehingga mengancam keamanan kawasan, terutama di Timur Laut Tiongkok.

Oleh karena itu, sejak Agustus tahun lalu, Beijing dan Korea Utara telah menggelar negosiasi rahasia terkait denuklirisasi, dan saat ini meminta Korea Utara untuk menahan diri. Sehubungan dengan itu, Korea Utara mengajukan 8 tuntutan sebagai syarat denuklirisasinya, tetapi baru-baru ini berkurang menjadi empat tuntutan, berikut tuntutan Korea Utara pada Beijing :

1.Meminta Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, Rusia dan Korea Selatan dan negara-negara lain, menyediakan US$ 60 miliar per tahun sebagai bantuan ekonomi selama 10 tahun.

2. Mencabut resolusi PBB, dan menandatangani perjanjian perdamaian bilateral AS-Korut.

3. Penghapusan senjata nuklir secara bertahap, dan menghentikan pengembangan rudal balistik jarak menengah dan jauh selama tiga tahun.

4. Meminta pemimpin tertinggi Tiongkok, Rusia menjamin keamanan rezim Korea Utara setelah penandatanganan perjanjian.

Sumber mengatakan, bahwa yang diperdebatkan kedua belah pihak sekarang adalah, pihak Beijing bersikeras pengawasan oleh ahli dari negara-negara terkait atau dari PBB. Sementara Korea Utara harus memusnahkan bahan dan instalasi nuklirnya dalam waktu 60 hari ; Di sisi lain, bentuk bantuan ekonomi dan jumlahnya perlu dipertimbangkan lagi.

PKT memelihara rezim Kim selama bertahun-tahun.

Laporan terkait juga mengungkapkan, bahwa sejak Kim Jong-un berkuasa, PKT pernah mengusulkan skema dukungan kepada Korea Utara mengembangkan ekonomi, membuka pintu terhadap luar, dan meredakan ketegangan hubungan Utara-Selatan di Semenanjung Korea, namun Korea Utara bersikeras dengan Militaryfirst policy (Mengutamakan militer).

Bantuan komoditi secara cuma-cuma yang diberikan PKT kepada Korea Utara mencapai hingga 10 miliar yuan per tahun, namun, sejak September 2015, berkurang jadi 5 miliar per tahun, bantuan yang diberikan terutama produk minyak bumi, obat-obatan dan peralatan medis, kendaraan transportasi, produk elektronik dan makanan.

Bantuan selama bertahun-tahun sejak rezim Kim Jong Il dan Kim Jong-un sekarang telah menjadi kebiasaan mereka, setiap tahun selalu menyodorkan daftar permintaan ke PKT meminta barang dan devisa. Jika hubungan Tiongkok-Korea Utara relatif normal, PKT biasanya akan memenuhi sepertiga permintaan dari Korea Utara, namun, belakangan ini hanya memenuhi sepersepuluh, dan jenis komoditinya juga ditentukan oleh PKT. (jhoni/rp)

Sumber: Secretchina

Share

Video Popular