Erabaru.net. Rudal sistem pertahanan udara THAAD mampu mencapai jarak 200 km dengan ketinggian maksimum 150 km dengan kecepatan 8,24 mach atau 10.175 km/jam. Sistem ini mampu menghadang rudal balistik di atmosfer maupun di luar atmosfer.

Militer Amerika Serikat  atau AS mengumumkan sistem pertahanan anti-rudal canggih miliknya atau THAAD yang dipasang di Korea Selatan sudah mulai beroperasi. THAAD ditempatkan di Korsel untuk mencegah ancaman nuklir Korea Utara.

Seorang pejabat dari militer Amerika Serikat mengatakan sistem THAAD sudah beroperasi, meskipun belum beroperasi secara maksimal. Saat ini, sistem pertahanan udara itu sudah mampu untuk mencegat rudal-rudal yang ditembakan dari Korut.

“THAAD sudah mencapai kemampuan mencegat awal,” kata pejabat yang menolak disebutkan namanya, seperti dilansir Channel News Asia, Selasa 2 Mei 2017.

Menurut dia, pengoperasian itu dilakukan menyusul persetujuan yang dicapai antara Washington dan Seoul untuk menginstal sistem THAAD yang diharapkan paling lambat Juli depan.

AS mulai menempatkan sistem pertahanan udara THAAD pada pekan lalu. THAAD ditempatkan di sebuah lapangan golf yang berada di wilayah selatan Seongju, dekat dengan kawasan Semenanjung Korea.

Penempatan THAAD sendiri mendapat protes keras dari sejumlah pihak di Korsel. Bahkan, penduduk di lokasi di tempatnya sistem pertahanan udara tersebut menggelar unjuk rasa, dan mengecam keras penempatan THAAD.

Kecaman juga datang dari calon Presiden Korsel, Moon Jae-in. Melalui juru bicaranya, Jae-in menuturkan keputusan tersebut mengabaikan opini publik dan proses hukum, dan meminta agar penempatan tersebut ditangguhkan sampai pemerintahan berikutnya terbentuk.

Sistem THAAD dirancang untuk mencegat dan menghancurkan rudal balistik jarak pendek dan menengah selama fase akhir penerbangan mereka.

Namun THAAD telah mengundang reaksi marah dari Tiongkok. Karena khawatir akan melemahkan kemampuan senjata balistiknya, selain merusak kestabilan keamanan regional.

Pengerahan THAAD ini juga sempat mengalami masalah administrasi. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyatakan Korsel harus membayar untuk penempatan sistem pertahanan udara itu, yang diprotes oleh Seoul. Namun, tidak lama AS menyatakan pembiayaan pengerahan THAAD sepenuhnya ditanggung oleh mereka dan bukan oleh Korea Selatan.

Sistem pertahanan rudal Amerika terpasang kini di Korea Selatan dan siap untuk mencegat rudal dari Korea Utara. Demikian militer AS mengatakan kepada wartawan, seperti dikutip dari Time, Selasa (2/5/2017).

Pengoperasian sistem pertahanan rudal paling canggih, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Semenanjung Korea dilakukan sebagai langkah antisipasi atas ketegangan di Semenanjung Korea.

Kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan bahwa pasukan AS di Korea menegaskan bahwa sistem pertahanan anti rudal itu sudah beroperasi.

Sistem pertahanan rudal paling canggih, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) ditempatkan lebih awal untuk melindungi Korea Selatan di tengah kecemasan akan dipercepatnya uji coba nuklir Korea Utara.

THAAD adalah sistem pertahanan rudal yang unik dengan presisi yang tak tertandingi. Sistem ini mampu melawan ancaman dengan mobilitas dan penempatan baterai unit strategis.

Penempatan THAAD menjadi agenda Washington dan Seoul untuk menyikapi ancaman yang terus meningkat dari Korea Utara. Korea Utara terus mengembangkan program nuklirnya meski telah dikecam dan diberikan sanksi oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

AS memiliki sekitar 24.000 personel militer yang kini ditempatkan di Korea Selatan.

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan, dia dan Presiden AS Donald Trump setuju peluncuran rudal Korut merupakan tantangan bagi kawasan dan internasional.

Korea Utara berulang kali mengatakan, program rudal dan luar angkasanya dibangun untuk perdamaian. Namun, negara itu diyakini tengah mengembangkan rudal balistik antarbenua yang dapat digunakan untuk menyerang AS.

Korea Utara juga menguji coba lima perangkat nuklir, tetapi kebanyakan pengamat yakin mereka masih jauh untuk mampu melakukan miniaturisasi hulu ledak nuklir sehingga dapat diangkut rudal. (Time/BBC/jhoni/rp)

Share

Video Popular