Erabaru.net. Apakah kebahagiaan yang menyentuh sanubari itu?

“Baik dalam keadaan sehat atau sakit, miskin atau kaya, aku akan menggandeng tanganmu dan tidak akan meninggalkan dirimu seorang.”

Ketika kita berulang kali mengeluh tentang pernikahan yang dijalani itu tidak sesuai harapan, sepasang remaja dari AS, justru tengah mengutip dan menerapkan kata-kata tersebut di atas dalam ikatan janji pernikahan mereka.

Nick akhirnya menikahi Katie, kekasih tercintanya yang berbaring sakit dan sudah tidak ada harapan, saat itu, cinta sejati mereka telah mengalahkan momok penyakit.

Dengan jepitan selang oksigen dan sambil duduk di atas kursi roda, Katie mendengarkan lagu yang dipersembahkan sang suami dan teman-temannya.
Katie, sang pengantin cantik yang menderita penyakit fatal, tampak bahagia merias dirinya di depan cermin.
Barang-barang yang tampak mencolok dalam pesta pernikahan, adalah tabung oksigen yang dipakai Katie dalam upacara dan resepsi pernikahan.
Sepasang laki-laki dan wanita lain yang tampak dalam gambar di atas adalah orang tuanya Nick. Mereka tampak bahagia melihat putranya menikah dengan pacarnya saat di SMA.

Akibat nyeri di tubuhnya itu, Katie tidak boleh berdiri terlalu lama. Kendati, rasa nyeri yang tak tertahankan merajamnya, organ dalam yang perlahan-lahan melemah dan berapa banyak sudah jarum obat bius di suntikkan ke tubuhnya, namun, Katie tetap bertahan melangsungkan upacara pernikahannya.

Pada saat perjamuan, Katie harus istirahat sebentar, nyeri di tubuhnya itu tidak memungkinkannya berdiri terlalu lama.

Ketika usia hidup pengantin berbahagia itu sisa 5 hari lagi di bawah sorotan kamera.

Lima hari setelah upacara pernikahannya, Katie pun pergi dalam damai untuk selamanya. Melihat seorang gadis yang sakit sedemikian parah dan betapa lemahnya itu menikah sambil tersenyum bahagia, seketika terlintas dalam benak, bahwa setiap insan itu bisa menikmati kebahagiaan sesungguhnya, meskipun itu berlangsung singkat.

Melihat senyum bahagianya Katie, tak terasa mata ini seketika berkaca-kaca….betapa cantiknya sang pengantin, dan saking cantiknya membuat hati ini menjadi pilu.

Suaminya membuat kagum, karena tidak semua orang memiliki keberanian seperti itu.

Shakespeare pernah berkata, “Tragedi sesungguhnya bukan kehilangan, melainkan kehilangan di saat kebahagiaan itu tiba.”

Ternyata cerita dalam dongeng itu benar-benar ada dalam kehidupan sesungguhnya, wanita itu sangat bahagia. Dan laki-laki itu sangat tegar. Mungkin bagi kita di era sekarang ini terlalu kejam dalam menyikapi cinta, kebahagiaan itu sebenarnya sangat sederhana.

Cintai orang yang bisa kamu cintai, hargai semua yang bisa kamu sayangi, jangan meminta yang berlebihan dan tak berarti, sebab permintaan kita yang berat bisa menghancurkan cinta kita.

Pengertian yang diberikan cinta itu mungkin adalah saat kebersamaan dua orang yang menyatu dalam ikatan cinta sejati, meskipun itu hanya berlangsung sekian detik, cukuplah! (jhoni/rp)

Sumber: Secret China

Share

Video Popular