Demi merawat ibu yang sakit parah dan adik yang sedang kuliah, setiap hari saya mendorong gerobak roda tiga dan membuka lapak di pinggir jalan, dua, tiga meja diletakkan di pinggir jalan, dan saya pun mulai mencari rezeki.

Satu hari bisa mendapatkan NTD 300 dolar saat ramai, atau mungkin lelah sambil ditemani hawa dingin saat sepi, dan lebih buruk lagi jika ada razia PKL, terpaksa buru-buru menyelinap ke gang kecil. Tapi entah kenapa dan tak disangka gadis miskin sepertiku ini justeru menikah dengan seorang bos kaya raya.

Dia sering ke lapak saya makan mie, dan selalu memilih mie daging cincang yang paling murah. Kadang-kadang ngobrol dengan saya, menanyakan berapa penghasilan satu hari, bagaimana usahanya ramai aau sepi dan sebagainya.

Pakaiannya juga sederhana, dan selalu jalan kaki ke lapak saya, jadi tak pernah terlintas dalam benak saya dia orang kaya. Malah sebaliknya, saya pikir dia orang miskin, dan pemalas, malas memasak sendiri, sehingga setiap hari makan di lapak mie saya.

Sampai suatu hari, ia bertanya apakah saya punya pacar.

Siapa yang mau sama saya yang miskin, apalagi di rumah masih ada seorang ibu yang stroke, dan seorang adik yang sedang kuliah ?

Dengan santainya dia bilang saya mau….dan kami pun termangu sesaat. Tapi saya tidak berani menjadi pacarnya, namun, sejak itu dia selalu hadir setiap sore jam 18:00 dan membantu saya. Dan ketika dia lama tidak datang ke warung, saya pikir mungkin dia ada janji, dan saya merasa agak kehilangan juga.

Namun, pada suatu malam jam 20:00, dia datang sambil membawa seikat bunga dan menyatakan isi hatinya. Singkat cerita, kami pun mulai berjalan bersama (pacaran).

Sudah beberapa kali dia menawarkan membawa saya ke rumah bertemu orang tuanya, tapi karena tekanan hati saya terlalu berat, sehingga selalu saya tolak dengan berbagai alasan.

Sampai kondisi ibu agak baikan, saya baru memutuskan ke rumahnya dan bertemu dengan orang tuanya. Ketika sampai di gerbang pintu rumahnya, saya terkejut dan tertegun sejenak. Tak disangka dia tinggal di vila, tapi dia tidak pernah menceritakannya kepada saya.

Saya merasa tidak pantas bersanding dengannya, dan saya tidak ingin menjalani cinta yang tidak berujung/tidak berakhir bahagia. Tapi, dia meminta saya untuk percaya padanya. Sesampainya di rumahnya, orang tuanya menjamu saya dengan hangat.

Setelah itu, saya baru tahu ternyata saya pernah melihat ayahnya.

Dia bilang ayahnya menderita penyakit Alzheimer, kadang-kadang sadar dan terkadang bingung. Suatu ketika, saat berada di luar rumah, ayahnya tidak ingat jalan kembali, dan kebetulan merasa lapar lalu duduk di lapak saya kemudian mengambil semangkuk mie bekas tamu.

Dia bilang waktu itu saya tidak memarahinya, hanya membawa pergi mie di hadapannya, kemudian membuat semangkuk mie baru untuknya. Sampai ketika mau tutup dagangan, saya melihat orang tua itu masih di sana, dan saya baru tahu ia tersesat ketika saya tanya, kemudian saya membawanya ke kantor polisi.

Ini adalah tindakan yang sangat umum, tapi tak disangka benar-benar menjadi titik balik dalam perjalanan hidup saya. Kemudian, setelah orang tua itu pulang ke rumahnya.

Belakangan, orang yang sering datang ke warung saya makan mie dan sekarang menjadi suami saya itu bilang, bahwa ketika itu hanya sekadar maka mie, sekalian memberikan sedikit imbalan sebagai tanda ucapan terima kasih. Tapi kemudian, entah kenapa dia merasa mie buatan saya semakin enak.

Sekarang, suami saya telah mencarikan sebuah toko mie, dan saya sudah punya usaha sendiri, mertua juga sangat baik dan sayang sama saya, saya sangat bersyukur dengan kehidupan saya sekarang. Selain itu, adik saya juga sudah lulus, dan saya sendiri juga telah mengandung anak dari suami saya yang setiap sore selalu makan mie di lapakku dulu.

 

Kehidupan yang indah baru dimulai, bukan? Jadi apalah artinya penderitaan di masa lalu itu?

 

Batin saya terasa hangat setiap membayangkan hal-hal itu. Saya menulis surat ini, hanya untuk mengucapkan terima kasih kepada suami saya : Terima kasih, sayang.

Kamu benar-benar beruntung! Wanita yang tetap tegar dalam hidupnya, akhirnya pasti akan disukai Tuhan. Tidak terhempas oleh nasib, tidak tunduk di depan kesulitan, tidak menyerah dan meninggalkan masa depan sendiri, selama bekerja cukup keras, pasti akan ada pelita di depan!

Cinta sejati, boleh berharap tapi tidak bisa dipaksakan (kalau memang jodoh/takdir pasti akan bersatu/menjadi milik kita, sebaliknya kalau tidak jangan dipaksakan, karena tidak akan berakhir bahagia).

Hargai/sayangi orang yang anda cintai sekarang. Tidak peduli seberapa dalam luka yang anda alami dalam kehidupan anda, pasti akan hadir sosok orang yang tepat untuk anda, agar anda memaafkan berbagai realita yang menyulitkan anda, dan menghapus semua rasa sakit hati Anda.

Jika Anda pernah membantu seseorang, maka saat itu anda adalah sosok orang yang berbudi baginya. Mungkin suatu hari nanti, dia akan menjadi sosok orang yang akan membantu anda, dan menjadi orang yang berbudi bagi anda.

Di saat berterima kasih pada orang lain, seyogianya anda juga patut bersyukur karena memiliki kualitas sebagai sosok orang yang tegar dan baik hati. Jadi, jalanilah keceriaan hidup anda bersama dengan puji syukur. (jhoni/rp)

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular