Oleh : Liao Wen-yi – Epochtimes

Ayam jantan dan anjing adalah sepasang sahabat karib di ladang pertanian, ayam jantan yang berkokok setiap pagi bertugas membangunkan semuanya.  Sedangkan anjing bagian keamanan, kerjasama yang erat satu sama lain, sepasang sahabat baik ini memiliki chemistry yang kuat. Sudah puluhan tahun kedua sahabat baik ini melayani masyarakat sekitar.

Semua itu tampak jelas di mata Srigala yang tinggal di sekitar bukit, sambil meneteskan air liur, sang Srigala berpikir :. “sudah lama rasanya tidak merasakan daging ayam yang empuk segar.”

Melihat hubungan persahabatan ayam dan anjing itu begitu baik, rasanya cukup sulit juga untuk beraksi.  Hubungan persahabatan bagaikan lidah dengan gigi.  Tapi, sahabat sekarib apa pun ada kalanya pasti akan terjadi gesekan kecil (bentrok) juga, dan saya harus bisa memanfaatkannya.

Sang Srigala mulai berpikir jahat, ia menyambangi ayam jantan dulu. Ayam jantan tampak bertengger di atas sebuah pohon besar, siap membangunkan orang-orang dari mimpi indahnya, sang Srigala pura-pura memuji sambil mengatakan : “Wow, suara yang sangat nyaring! Hanya hewan berbakat yang layak memilikinya, hanya saja….”

Awalnya ayam jantan sangat senang mendengar pujian srigala, tapi, dengan adanya tambahan kata “hanya saja….” sepertinya ada maksud lain.

“Hanya apa…, ayo cepat katakan ! kau membuatku gregetan!” Ayam jantan tampak tidak sabar, dan tidak sadar dirinya telah masuk dalam perangkap sang srigala licik.

Yaaa…tidak apa-apa sih, hanya saja baru-baru ini saya mendengar sahabat kita sang anjing selalu mengeluh ada yang berisik, sehingga membuatnya tidak bisa tidur, saya selalu menasihatinya untuk sabar, kita semua kan sahabat baik, harus bisa saling memaklumi.”

“huh! Kalau dia merasa berisik, ya sudah, mulai besok tidak usah berkokok lagi1Yah! ujar si ayam jantan emosi.

Setelah itu, sang srigala menyambangi anjing mengatakan : “Kau adalah penjaga yang paling bertanggung jawab dalam tugas yang pernah saya temui selama ini, semua orang di ladang selalu memuji gonggongan suaramu saat marah, cukup untuk menciutkan nyali mereka yang bermaksud jahat, hanya saja…..”

“Hanya apa, ayo cepat katakan ! ada yang tidak senang ya ?” sang terus mendesak dengan tidak sabar.

Yaa…tidak apa-apa sih, hanya saja si ayam jantan yang suara kokoknya terdengar nyaring alami itu baru-baru ini selalu mengeluh sama saya, katanya kalau bisa gonggonganmu itu jangan terlalu nyaring, bukan saja membuat orang lari terbirit-birit, tapi juga mengejutkan kita semua!”.

“Huh!kalau dia tidak suka dengan gonggonganku yang terlalu nyaring, ya sudah mulai besok saya tidak akan menjaga lagi!” ujar sang anjing dengan nada emosi.”

Keesokan paginya, tidak terdengar lagi suara kokok sang ayam jantan di ladang, ayam jantan tampak bertengger di atas dahan sebuah pohon rendah dan menggerutu tidak berkokok lagi! saat itu, sang srigala mendapati anjing yang selalu beriringan rapat di samping ayam jantan itu kini tidak ada lagi di sisinya.  Melihat itu, sang srigala bukan main senangnya, akhirnya kesempatan itu datang juga, lalu sambil pura-pura bermaksud baik, ia berkata pada ayam jantan : “Anjing itu benar-benar baik, meskipun marah dan tidak peduli lagi denganmu, tapi, ia meminta kepada saya untuk melindungimu, ayo cepat kau turun, kita sarapan bersama.”

Tanpa menaruh curiga sedikitpun, sang Ayam jantan langsung melompat dari atas dahan, namun, baru saja kakinya menginjak tanah, sang srigala licik langsung menyergapnya!

“Kau….bukannya kau hendak melindungiku dan sarapan bersama ?”demikian tanya ayam jantan terkejut.

“Ya, saya memang ingin  melindungimu, dan menjadikan kau sebagai sarapanku !” ujar Srigala dengan tatapan licik.

“Oh, Anjing sahabat baikku, aku salah paham sama kamu….”Gumam sang ayam jantan dengan penuh rasa sesal.”

Ayam jantan sadar dirinya berada di ujung tanduk, namun, ia tetap tegar dan dengan cerdik ia berkata pada srigala : “kau sudah menangkapku, anjing sahabatku juga tidak ada di sini, sebelum ajal menjemput saya hanya minta satu permohonan, biarkan saya menyelesaikan kewajiban saya hari ini, setelah itu terserah kau, dengan begitu tidak ada lagi yang perlu saya sesalkan!”.

“Aduh, benar-benar merepotkan kau ini!baiklah, yang penting anjing besar itu tidak ada di sini, aku juga tidak akan takut kau lari, aku habisi kau kalau macam-macam, ayo berkokoklah sepuasmu, anggap saja acara hiburanku menjelang sarapan!”

Sang srigala licik langsung memenuhi permintaan ayam jantan, dan sambil membayangkan nanti akan menikmati sarapam lezat, tanpa sadar air liurnya menetes lagi.

“ku…ku…ruu…ruuu…ehem…ehem…(suara batuk) ! Maaf, sakit tenggorokan !”

Di pagi hari itu, sang Anjing besar tampak galau, ketika hendak jalan-jalan di sekitar tembok ladang, tiba-tiba ia mendengar kokok yang ganjil si ayam jantan, mendengar itu ia pun tersadar seketika : “Bukankah ini perjanjian darurat saya dengan ayam jantan ? ternyata semua ini gara-gara perbuatan srigala, baiklah, nanti aku bikin perhitungan denganmu.”

“Sudah selesai kokoknya ? nah sekarang, rela menjadi santapanku, kan,” kata Srigala.

“Tidak masalah bang srigala, tapi, mungkin kau harus tanya dulu sama teman di belakang punggungmu itu.” jawab ayam.

Bukan main terkejutnya sang srigala, kenapa sampai tidak tahu ada yang ganjil di belakangnya, begitu hendak memalingkan kepalannya, ekor yang panjang dan indah terasa nyeri bukan main, sang srigala segera melepaskan ayam jantan yang dicengkramnya.

Ternyata anjing besar sahabat ayam jantan itu diam-diam sudah lama berada di belakang srigala, ia menggigit kuat ekor srigala, membuat srigala licik itu pun lari terbirit-birit, dan sejak itu, srigala licik itu tidak berani lagi macam-macam di ladang.

“Terima kasih, sahabatku, kau barulah sahabat terbaik saya!”

“Semua ini adalah gara-gara srigala, kelak kita tidak akan berpisah lagi!”

Begitulah, sejak itu, Ayam dan anjing berbaik kembali seperti dulu, malah hubungan persahabatan mereka semakin kental, dan lebih menghargai jalinan persahabatan, melanjutkan tugas mereka dengan gembira bagi semua orang di ladang pertanian itu. (Jhony/asr)

 

Share

Video Popular