Pemimpin baru beraliran politik liberal Korea Selatan Moon Jae-in resmi dilantik dan menduduki kursi nomor satu di negeri ginseng pada hari Rabu, (10/5/2017). Presiden baru terpilih itu bersumpah akan segera menangani tugas-tugas sulit, diantaranya ambisi nuklir Korea Utara yang semakin meningkat, dan meredakan tegangnya hubungan dengan Amerika Serikat dan Tiongkok.

Melansir laman Reuters, presiden Moon Jae-in mengatakan akan memulai upaya dalam meredakan ketegangan di Semenanjung Korea dan akan berkonsultasi dengan AS dan Tiongkok untuk mengatasi perdebatan terkait penempatan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korea Selatan.

Setelah terpilih sebagai Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in segera menunjuk dua orang yang memiliki hubungan dengan Kebijakan Sinar Matahari. Nantinya, mereka mungkin dapat menjadi perdana menteri dan kepala intelijen Korsel.

Moon Jaee-in mengatakan hendak membuka dialog dan mempromosikan integrasi ekonomi lintas batas untuk langkah awal memecahkan konflik dengan Korut. Ia diperkirakan hendak melanjutkan kebijakan ‘Sinar Matahari’ yang pernah diterapkan dua presiden Korsel sebelumnya, yaitu Kim Dae-jung dan Roh Moo-hyun pada 1998 hingga 2008.

Kemenangan Moon ini akan menjadi akhir dari pergolakan politik yang terjadi beberapa bulan terakhir usai pemakzulan mantan Presiden Park Geun-hye terkait korupsi. Kasus itu sendiri sudah disidangkan pada Maret lalu.

Moon Jae-in resmi menjadi Presiden Korsel setelah memenangkan pemilihan yang digelar pada 9 Mei. Pelantikannya mengakhiri kekosongan kekuasaan di Negeri Ginseng menyusul pemakzulan presiden sebelumnya, Park Geun-hye akibat skandal penyalahgunaan kekuasaan.

Dalam pidatonya di Gedung Parlemen Korsel, Moon Jae-in mengatakan : “Saya akan segera mencoba menyelesaikan krisis keamanan … Jika dibutuhkan, saya akan segera terbang ke Washington. Saya juga akan ke Beijing dan Tokyo dan bahkan Pyongyang dalam situasi yang tepat,” jelas Moon.

Jika dengan mengunjungi Korea Utara dapat membantu menyelesaikan krisis nuklir Korea Utara dan meredakan ketegangan di semenanjung Korea, tidak tertutup kemungkinan Moon Jae-in akan ke Pyongyang.

Pemerintah Korea Utara mungkin senang mengetahui Moon Jae-in terpilih sebagai presiden Korea Selatan, tapi media pemerintah Korea Utara tidak memberitakan informasi terkait kemenangan Moon Jae-in.

Penempatan sistem anti rudal THAAD AS memicu kemarahan Tiongkok, mitra dagang terbesar Korea Selatan. Beijing memandang penyebaranTHAAD sebagai ancaman besar bagi keamanan negaranya.

Presiden terpilih Moon Jae-in yang berusia 64 tahun juga berjanji akan mereformasi para konglomerat yang dikelola keluarga dan mendorong pengeluaran fiskal untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Membangun pemerintahan yang bersih.

“Saya naik ke podium dengan tangan kosong, dan juga akan turun dengan tangan kosong.” katanya. (CNA/Jhon/asr)

Share

Video Popular