Ribuan tahun lampau, di tengah hutan yang lebat, pembantaian biadab yang tidak manusiawi meninggalkan ribuan tulang belulang manusia. Ribuan tahun kemudian, bukti kuat yang tertinggal di kolam, mengungkapkan kepada kita pengalaman hidup dan penderitaan yang dialami korban Holocaust, serta musnahnya sebuah peradaban besar dalam sejarah.

Rahasia di dalam hutan

Arkeolog merasa seperti berjalan ke lokasi kejahatan : orang-orang dibunuh secara brutal, kemudian mayatnya dibuang ke balong (sejenis kolam), dan terendam selama ribuan tahun….

Tulang belulang raja Maya

Di Cancun, Guatemala, dulunya adalah sebuah jantung peradaban besar, dan peradaban itu adalah peradaban Maya.

Selama bertahun-tahun, di kedalaman hutan Cancun tersembunyi sebuah misteri besar, menyeramkan— hutan yang lebat itu menyembunyikan ribuan tulang belulang manusia, meskipun ditempa dengan suhu tinggi, lembab, wabah serangga, pengasaman tanah dan sebagainya, namun, tulang belulang manusia itu tersimpan dengan baik.


Melansir dari history.timetw.com, temuan yang sangat langka itu mengejutkan sekaligus menggemparkan para arkeolog, membuat mereka merasa seperti berjalan ke lokasi kejahatan : orang-orang dibantai secara secara brutal, kemudian mayatnya dibuang ke balong (kolam), dan terendam selama ribuan tahun. Lantas, kejadian mengerikan apa sebenarnya yang dialami oleh para korban tewas di dalam hutan lebat itu kala itu ?

Peradaban Maya

Apakah ritual sembahyang kepada leluhur? sama seperti prestasi yang diperoleh dalam bidang astronomi dan matematika yang tak terbantahkan, kesenangan bangsa Maya terhadap kekerasan dan pembunuhan juga tidak bisa dipungkiri. Bagi bangsa Maya, ritual sembahyang kepada leluhur adalah upacara yang sangat penting.

Bangsa Maya percaya bahwa para dewa ditunjang dari darah manusia, karena itu, mereka mempersembahkan darah segar untuk para dewa, dengan harapan para dewa memberi mereka bahan pangan sebagai imbalan, dan mengizinkan raja mereka memiliki status yang kudus.

Oleh karena itu, satu kemungkinan jawaban atas pembantaian di hutan Cancun adalah : Para korban tewas itu adalah sesajen yang dipersembahkan kepada dewa.

Di sekitar tulang belulang, arkeolog menemukan beberapa tembikar, yang berasal dari tahun 800 masehi. Itu adalah petunjuk penting yang akan mengarahkan kita kembali kepada sebuah lokasi peristiwa pembantaian brutal paling mengerikan yang terjadi pada 1200 tahun silam.

Tulang belulang tersebut memberikan petunjuk

Tulang belulang raja Maya

Petunjuk dari tulang belulang yang ditemukan itu membuat arkeolog terkejut: Tidak semua korban itu adalah laki-laki, tapi juga termasuk perempuan dan anak-anak.

Para arkelog dibuat terperangah dengan petunjuk dari tulang belulang yang mereka temukan.

Namun, menurut kelaziman, bangsa Maya akan memilih satu atau dua orang yang berstatus tinggi sebagai persembahan kurban untuk dewa, dan juga mengadakan upacara yang meriah.

Namun, terlalu banyak korban tewas tertimbun di hutan lebat, mayat mereka dibuang sembarangan di satu tempat, dan para korban itu terlihat bukan meninggal secara wajar, juga bukan tewas karena persembahan kurban manusia hidup.

Jadi, siapa mereka? Mengapa dibunuh? dan siapa yang membunuh mereka? semua ini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan hingga sekarang. (Jhon/asr)

Share

Video Popular