Situasi di Semenanjung Korea menegangkan urat saraf Tiongkok, AS, Korea Selatan dan negara-negara lain. Kamis Siang, (11/5/2017), presiden Tiongkok Xi Jinping berbicara dengan presiden baru Korea Selatan, Moon Jae-in lewat telepon.

Keduanya bertukar pandangan terkait nuklir Korea Utara dan isu-isu lainnya, serta menegaskan posisi Tiongkok yang menentang penempatan sistem anti rudal Thaad di Korea Selatan.

Karena Korea Utara terus melakukan uji coba nuklir dan rudalnya, Amerika Serikat akhirnya pada Juli 2016 lalu mengumumkan menempatkan Terminal High Altitude Area Defense System-THAAD di Korea Selatan.

AS Mempercepat penempatan sistem manti rudal di Korea Selatan sebelum pemilu, mengirim komponen THAAD ke lapangan golf di Lotte Skyhill Seongju Country Club, Korea Selatan. Akibat penempatan sistem anti rudal tersebut, memicu kemarahan Beijing, dan menjatuhkan berbagai sanksi ke Korea Selatan, sehingga menyebabkan hubungan bilateral memburuk.

Malansir laman Yonhap, juru bicara kepresidenan Korea Selatan Yoon Yong-chan (transliterasi) mengatakan, Xi Jinping berbicara dengan Moon Jae-in lewat telepon, menjelaskan mengapa Beijing sangat menentang dengan penempatan anti rudal Thaad.”

Moon Jae-in mengatakan kepada Xi Jinping, “Masalah Thaad bisa diselesaikan jika Korea Utara tidak melakukan provokasi lebih lanjut,” kata juru Yoon Yong-chan

Selain itu, Moon Jae-in juga menyinggung tentang pembalasan ekonomi Beijing atas perusahaan Korea di Tiongkok, dan mengatakan ia akan mengirim delegasi ke Beijing untuk membahas Korea Utara dan Thaad.

Sementaraa itu, Amerika Serikat mengatakan bahwa sistem Thaad berperan penting dalam mencegat rudal dan nuklir Pyongyang. Sebagian rakyat Korea Selatan menentang penempatan sistem anti rudal Thaad, karena khawatir masyarakat Korea Selatan akan menjadi sasaran rudal Korea Utara. (Jhon/asr)

Share

Video Popular