[Erabaru.net] Meski kebanyakan kembar siam dapat bertahan hidup  selama beberapa tahun, atau paling tidak  beberapa dekade. Namun, pada abad 19 ada sepasang kembar siam laki-laki yang berhasil hidup lama, bahkan hingga mereka menikah dan memiliki anak.

Mereka bernama Chang dan Eng Bunker. Walaupun mereka adalah budak, namun mereka juga bekerja di bioskop dan juga sebagai pemain sirkus, di mana banyak orang datang untuk melihat pertunjukan yang atraktif dan menghibur.

Meski sebagai seorang budak, Bunker bersaudara ini mampu menghasilkan uang dari pekerjaan mereka sebagai pemain sirkus. Mereka mampu menyimpan uang untuk membeli sebuah peternakan di North Carolina. Saat keduanya resmi mendapat kewarganegaraan AS, mereka memilih untuk keluar dari pekerjaan mereka agar bisa hidup lebih tenang.

(Foto : Thevintagenews)

Tiga tahun kemudian, Chang menikahi Adelaida dan Eng menikahi Sarah. Masing-masing  dikaruniai jumlah anak yang cukup banyak, Chang memiliki 10 anak dan Eng memiliki 12 anak, sehingga mereka total memiliki 22 anak .

(Foto : Thevintagenews)

Meski pada saat itu Bunker bersaudara pernah menjadi budak di North Carolina, mereka diperlakukan sebagai orang kulit putih. Bahkan mereka menjadi budak yang bekerja di ladang mereka sendiri.

Keluarga Bunker sempat menikmati kesehatan dan keberuntungan. Namun, pada saat Perang Sipil terjadi di paruh kedua tahun 1800 an, mereka kehilangan segalanya, dan kedua saudara kembar siam tersebut terpaksa kembali menjadi pemain sirkus untuk mencari nafkah.

Pada tahun 1874, Chang menderita stroke dan meninggal saat tidur. Eng terbangun dari tidurnya, dan menyadari saudara kembarnya telah meninggal. Sayangnya, Eng juga meninggal beberapa jam kemudian.

Kehidupan saudara kembar ini sungguh mengejutkan dan akan tetap terkenang selamanya dalam sejarah. Mereka bahkan dimakamkan dalam satu pusara yang sama.( perfecto.guru/Julius)

(Foto: Wikipedia)

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular