Jangan mengikuti perjalanan hidup orang lain, tetapi jalanilah sesuai dengan keinginan hatimu, dengan begitu, anda baru dapat memiliki hari-hari anda sendiri, bukan orang lain. Di dunia ini, selain diri sendiri, tidak ada yang bisa menuntun arah hidup anda ; jika Anda hidup di bawah bayang-bayang orang lain, maka anda tidak mungkin bisa memiliki kehidupan Anda sendiri.

Li Cheng-jia yang baru terjun ke lingkungan masyarakat, bekerja sebagai tenaga administrasi, “Ini adalah pekerjaan setiap hari yang membuat hidup anda dalam kekecewaan,” katanya.

Li Cheng-jia takut dengan sorot mata orang lain ketika memandangnya, ia menceritakan perasaannya itu kepada ayahnya, namun, ayahnya hanya menjawabnya dengan santai : “mata orang lain adalah cermin kita di satu sisi !”

Sejak awal, orang tuanya telah membuka sebuah toko kecil yang menjual peralatan listrik, setiap hari bekerja siang dan malam, tidak takut menderita jika bisa menghasilkan uang. Ayahnya kerap menggantungkan kata-kata ini di bibirnya, dan ini adalah kesan pertama Li Jia-cheng terhadap pedagang, demi bertahan hidup, sang ayah harus tetap tersenyum meski para pembeli terkesan cerewet memilih ini dan itu, itu tidak cocok atau kurang bagus dan sebagainya.

Ketika itu, Li Jia-cheng tidak mengerti dibalik “filosofi mencari nafkah”ayahnya itu ternyata mengandung makna yang lebih dalam, hingga dia mendengar sendiri kata-kata bahwa “mata orang lain adalah cermin kita di satu sisi”.

Ayahnya mengatakan, ada dua jenis pandangan mata orang lain : pertama, pandangan yang merendahkan anda, saat demikian, kita harus introspeksi, berusaha memperbaiki dan meningkatkan kualitas kita ; kedua, pandangan memuji, ketika anda menerima pandangan demikian, tetap harus berhati-hati jangan sampai lupa diri.

Apakah itu bersifat penghinaan, pujian, Dia menemukan jalan kesuksesannnya sendiri dari pandangan mata orang lain. Karena pandangan mata orang lain, adalah cermin kita di satu sisi. Dunia ini bagaikan sebilah cermin, yang mencerminkan wajahnya sendiri untuk semua orang

Setiap orang memiliki cara dan rahasia dalam menemukan jalan suksesnya, cara orang lain, belum tentu sesuai dengan anda, model kesuksesan orang lain juga belum tentu bisa membuat anda berhasil, hanya dengan menemukan jalan anda sendiri, anda baru bisa benar-benar berhasil.

Tempatkan hidup anda dalam genggaman anda sendiri, dengan begitu anda baru tidak akan mnejadi obyek belas kasihan orang lain. Hiduplah di bawah cahaya kita sendiri, bukan cahaya orang lain. (Jhon/asr)

Share

Video Popular