Menemukan Keseimbangan Antara Kuno dan Modern

124
falun gong
Joshua Li, seorang profesor bedah ortopedi di University of Virginia yang juga merupakan seorang praktisi Falun Gong. (DOKUMEN PRIBADI)

[Erabaru.net] 25 tahun setelah Falun Gong diperkenalkan di Tiongkok, kami mengamati bagaimana seorang profesor ortopedi dan profesional modern lainnya berhasil menyelaraskan kehidupan modern mereka dengan latihan spiritual Tiongkok kuno.

Dalam sebagian besar waktunya di minggu ini, Joshua Li, asisten profesor ortopedi (44) di University of Virginia, AS, menjumpai pasien dengan cedera tulang belakang dan meneliti penggunaan partikel nano untuk mengobati degenerasi piringan intervertebralis.

Namun sebaliknya, setiap Hari Minggu, dia mencabut ponselnya dan malah memasukkan prinsip-prinsip kosmis, memimpin kelompok latihan di pusat senior di Charlottesville, melakukan latihan gerak lambat, bernama Falun Gong.

Falun Gong, atau Falun Dafa, adalah disiplin spiritual tradisional Tiongkok yang telah dipraktikkan di seluruh dunia, namun tetap dianiaya di tanah airnya di Tiongkok setelah menarik sekitar 70 juta sampai 100 juta praktisi pada akhir 1990-an.

Tahun ini menandai 25 tahun sejak diperkenalkannya Falun Gong di Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Aliran tersebut mendukung filosofi dunia yang menempatkan nilai-nilai moral tradisional di atas keuntungan materi, dan telah menarik banyak profesional sukses seperti Li.

Li dan yang lainnya mengatakan hal ini dikarenakan dampak langsung dari praktik spiritual tersebut terhadap kehidupan mereka, termasuk manfaat kesehatannya yang dramatis, serta filosofi transformasi internal yang mudah dipahami namun mendalam saat dipraktikkan.

Qigong (praktik senam pernapasan) sangat populer di RRT pada 1980-an dan 1990-an. Daya tarik utama Qigong adalah dampak positifnya terhadap kesehatan.

Dan daya tarik kesehatan tersebut membawa Li ke qigong. Dia telah lama mencari pengobatan alternatif untuk ibunya, yang mudah terserang flu setelah terpapar bahan kimia selama bekerja sebagai peneliti rudal untuk Partai Komunis Tiongkok (PKT). “Kami senantiasa membiarkan jendela tetap tertutup di rumah, dan ibu saya mengenakan pakaian tebal bahkan selama musim panas,” kenangnya.

Pada usia 12 tahun, Li mempelajari Tai Chi, sebuah seni bela diri Tiongkok yang terkenal dengan manfaat kesehatannya, dan mencoba untuk mengajarkannya kepada ibunya. Dia juga mencoba Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) dan akupunktur.

Di sekolah menengah dan perguruan tinggi, Li mengambil sampel secara acak dari ratusan sekolah qigong yang berbeda yang diajarkan pada saat itu, namun akhirnya berakhir dengan kekecewaan pada 1995.

“Banyak master qigong menciptakan praktik penyembuhan paranormal untuk tujuan menghasilkan kekayaan dan nama untuk diri mereka sendiri. Mereka menjajakan barang-barang seperti ‘air minum dengan doa’ atau ‘teh dengan doa’,” kata Li.

“Jauhi qigong!” tegas Li kala itu memperingatkan orang tuanya, sebelum meninggalkan rumah untuk kembali ke Universitas Medis Xi’an di barat laut Provinsi  Shaanxi untuk menyelesaikan masternya dalam bidang ortopedi. Li sendiri terus berlatih Taichi.

Setelah lulus pada Juli 1997, dia pulang ke rumah untuk menemukan angin yang mengalir melalui jendela yang terbuka dan ibunya mengenakan kemeja lengan pendek-pemandangan yang tidak pernah dia saksikan sebelumnya.

Saat dia bergegas mengelilingi rumah, menarik jendela tertutup, ibunya berseru: “Hei, jangan repot-repot, aku sudah sembuh!” Ibunya telah mulai berlatih Falun Gong pada Mei tahun itu.

Manfaat kesehatan

Meskipun Falun Gong, seperti halnya semua disiplin Tiongkok kuno, mengintegrasikan cara untuk mendapatkan pengetahuan tentang dunia melalui sarana yang tidak dapat diuji secara ilmiah, namun ternyata efek ajaib dari latihan itu memaksa Joshua Li, dan banyak orang lainnya menyukainya, dan mempraktikannya secara serius

Li Hongzhi, pendiri Falun Gong, memberikan ceramah umum pertamanya pada 13 Mei 1992, kepada orang banyak di kota kelahirannya Changchun di timur laut Tiongkok.

Pada 1993, ratusan orang menghadiri rangkaian ceramah Guru Li selama 10 hari. Pada 1994, panitia relawan harus memesan stadion, bukannya auditorium seperti yang sebelumnya selalu dilakukan, agar mampu menampung ribuan orang yang telah mendaftar untuk ceramah Mr. Li.

Mr. Li mengenakan biaya untuk ceramah namun bersikeras membebaskan latihan Falun Gong dari segala biaya. Dia berhenti memberikan ceramah setelah diterbitkannya buku Zhuan Falun (Memutar Roda Hukum) pada Januari 1995, yang menjelaskan tentang ajaran komprehensif Falun Gong. Di tahun-tahun berikutnya, puluhan juta orang Tiongkok mulai menerapkan praktik ini.

Zhu Liming, seorang kolonel di Komando Angkatan dan Udara Angkatan Darat Rakyat yang menjadi koordinator Falun Gong setelah menghadiri rangkaian ceramah di Beijing pada Agustus 1992, percaya bahwa terdapat dua alasan yang berkaitan dengan fenomena Falun Gong.

“Yang pertama, efektivitas penyembuhan Falun Gong yang hebat,” kata Zhu. Banyak yang menemukan bahwa masalah kesehatan mereka hilang begitu saja dalam waktu singkat.

Sementara Joshua Li tercengang saat mendengar bahwa adalah qigong yang menyembuhkan ibunya. “Nah, Falun Gong memiliki sebuah buku,” dia mengingat kata-kata ibunya, saat sang ibu memberikan sebuah salinan Zhuan Falun kepadanya.

Manfaat ke-2 dari latihan ini adalah: ajarannya dan transformasi moral yang mereka ilhamkan.

“Saya membaca bab pertama, dan mengetahui apa sebenarnya qigong itu,” kata Li. Dia menyelesaikan delapan bab lainnya dalam satu kesempatan, dan keesokan harinya, dia mulai belajar latihan.

Peningkatan moral

Falun Gong terdiri dari empat latihan berdiri memancang dan meditasi duduk selama satu jam. “Tapi ini bukan hanya latihan kesehatan dan kebugaran,” kata Zhu, kolonel angkatan udara.

“Ajaran Guru Li Hongzhi memungkinkan orang meningkatkan moralitas mereka,” katanya. “Banyak yang akhirnya menyadari bahwa Falun Gong adalah cara budidaya yang otentik.” Zhu sekarang tinggal di New York setelah melarikan diri dari Tiongkok karena penganiayaan.

Kultivasi diri, atau peningkatan karakter seseorang dengan berpegang pada prinsip moral, memiliki sejarah panjang di Tiongkok yang berasal dari abad ke-2 SM. Falun Gong yang dipraktikkan oleh para praktisi sebagai kelanjutan dari tradisi ini karena mereka mencoba untuk hidup dengan prinsip-prinsip Sejati, Baik, dan Sabar, yang mereka pahami sebagai dasar alam semesta. Pencarian yang lebih dalam untuk peningkatan moral membuat Falun Gong banyak digemari oleh kalangan ibu rumah tangga, serta para profesional dan intelektual berprestasi.

Frank Qin, seorang manajer investasi dana kesehatan di Manhattan, New York, AS, telah mencari sebuah aliran spiritual tradisional Tionghoa yang berbasis pada melatih diri sendiri selama beberapa waktu sebelum dia menemukan komunitas Falun Gong di Universitas Tsinghua pada 1995. “Pada saat itu, lebih dari 500 fakultas dan mahasiswa di universitas elite yang dikenal sebagai MIT Tiongkok itu, melakukan latihan setiap hari di kampus,” ujar Frank.

“Falun Dafa mengajarkan bahwa kita harus banyak memaafkan dan melepas keterikatan hati dalam kehidupan kita sehari-hari, selalu melihat ke dalam diri sendiri terlebih dahulu untuk menemukan kekurangan diri kita saat masalah muncul,” tambahnya. “Ketika kita terus berusaha untuk berbelas kasih, kita bahkan bisa memperbaiki masyarakat.”

Levi Browde, seorang mitra perusahaan perangkat lunak yang berbasis di Manhattan dan direktur eksekutif Pusat Informasi Falun Dafa, telah melihat banyak contoh perbaikan individu di antara praktisi Falun Gong di New York.

“Saya telah melihat 20 orang yang agresif yang jarang berbicara dengan orangtua mereka, atau telah meninggalkan orang tua mereka sama sekali, berbalik dan membangun kembali hubungan tersebut, membuat mereka kuat dan sehat untuk kedua belah pihak,” kata Browde. “Dalam kehidupan sehari-hari saya sendiri, saya melihat bagaimana ajaran Falun Dafa membantu saya membangkitkan kedua anak laki-laki saya dengan belas kasih dan integritas.”

Browde berpikir bahwa wartawan yang mengaitkan popularitas Falun Gong yang luar biasa pada 1990-an dengan “kehampaan spiritual” yang diciptakan oleh rezim komunis atheis kehilangan aspek kultivasi yang memiliki daya tarik universal.

“Falun Dafa menyebar dengan sangat cepat bukan karena lingkungan tempat diperkenalkannya, namun karena apa yang ditawarkan, terlepas dari lingkungan,” katanya.

Joshua Li, seorang ahli bedah tulang belakang, berkata bahwa banyak pasien mengatakan kepadanya bahwa dia tampak lebih damai, dan “istimewa,” dibandingkan dengan dokter tulang belakang yang lainnya. Dia menyeimbangkan antara merawat pasien dengan penelitian kompleks tentang regenerasi jaringan tulang belakang, dimana dia menerima banyak penghargaan dari penelitian itu.

“Berlatih Falun Gong membuat saya memahami cara pandang orang lain,” kata Li. “Mungkin karena itulah pasien di rumah sakit berpikir bahwa sayalah yang lebih peduli terhadap mereka.” (Epochttimes/Osc)