Suara bising dalam rumah tangga ternyata mengancam kesehatan anak-anak karena tubuh mereka masih pada tahap perkembangan dan pertumbuhan, dan jaringan organ tubuh sangat lunak dan lemah.

Berbicara soal bising, semua orang segera membayangkan suara gemuruh pada mesin pabrik, suara campur aduk pada tempat pembangunan, suara gemuruh klakson mobil di jalan raya dan suara lainnya yang menimbulkan frekuwensi pendengaran tinggi dan rendah yang tidak sama, sama sekali tidak beraturan dan bunyi suara yang sangat memekakkan telinga, ini hanya suara bising pada lingkungan luar. Namun, suara bising dalam rumah tangga malah sering diabaikan semua orang.

Menurut penentuan dari ilmuwan, suara bising yang ditimbulkan dari pesawat televisi, pesawat perekam dapat mencapai 60-80 desibel (db), mesin cuci 42-70 db, lemari es 34-50 db, berbicara keras dan nyaring 60 db.

Menurut standar peraturan bising nasional Tiongkok, bising lingkungan daerah permukiman pada siang hari tidak boleh melampaui 50 db, malam hari semestinya di bawah 45 db, jika melampaui standar ini akan menimbulkan kerugian bagi tubuh manusia. Karena tubuh anak-anak masih berada pada tahap perkembangan dan pertumbuhan, jaringan dan organ tubuh sangat lunak dan lemah, maka ancaman bising terhadap mereka akan lebih parah.

Dari penelitian ahli kesehatan dikemukakan, bahwa suara bising dalam rumah tangga adalah salah satu penyebab penyakit bisu-tuli anak-anak. Menurut data statistik ilmu kedokteran klinis, jika hidup dalam lingkungan bising di atas 80 db, sebanyak 50% dapat mengakibatkan orang bisu-tuli.

Selain itu, anak-anak yang selalu berada dalam lingkungan bising, dapat membuat kepekaan terhadap kekuatan cahaya area pada mata menurun, pupil mata membesar, penyesuaian penglihatan dan kecepatan gerakan pada mata melambat, penglihatan terhadap warna dan medan penglihatan menjadi tidak normal, acap kali timbul mata sakit, mata kabur dan daya penglihatan menurun dan sebagainya.

Oleh karena rangsangan buruk dari bising, akan timbul pusing pada anak-anak, sakit kepala, insomnia, sering bermimpi, daya ingat menurun, tidak dapat konsentrasi dan lain-lain gejala lemah saraf serta mual, muntah, sakit mag, perut kembung, nafsu makan berkurang dan lain-lain gejala pada saluran pencernaan. Oleh sebab itu, bising adalah musuh besar yang dapat mempengaruhi pertumbuhan inteligensi dan pertumbuhan badan anak-anak.

Hasil survei dan penelitian ditemukan, bahwa anak-anak yang hidup di lingkungan hiruk pikuk, perkembangan inteligensinya lebih rendah di atas 20% dibandingkan pada lingkungan yang tenang. Penelitian ahli gizi menemukan, bahwa suara bising bahkan dapat meningkatkan penggunaan vitamin, mikronutrien, asam amino, asam glutamat dan lain-lain nutrisi yang dibutuhkan dalam tubuh, dampaknya sangat besar terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak-anak.

Jika ingin menghilangkan dan mengurangi akibat buruk suara bising terhadap kesehatan anak-anak, pertama-tama, dalam keadaan tidak mempengaruhi pekerjaan, belajar, dan kehidupan sehari-hari, seyogianya dengan ketat mengontrol penggunaan alat-alat elektronik rumah tangga dan volume peralatan yang dapat mengeluarkan suara dan waktu penggunaannya, saat membeli peralatan elektrik ini, harus memilih kualitas yang baik dan suara bising yang rendah.

Berikutnya adalah alat-alat elektronik jangan diletakkan di kamar tidur, beberapa peralatan elektrik juga jangan digunakan pada saat bersamaan. Ketiga adalah di dalam halaman atau sekitar tempat tinggal banyak menanam bunga, pohon, rumput, dengan begitu selain sebagai penghijauan juga memperindah dan bersihkan lingkungan, sekaligus dapat menyerap, memencarkan serta menghilangkan sebagian suara bising.

Cara Keempat adalah antara anggota keluarga, usahakan tidak bertengkar, tidak ingar-bingar, mengontrol secara baik waktu hiburan, lebih lagi volume jangan terlalu besar, ciptakan sebuah lingkungan rumah tangga yang beradab, harmonis hangat dan tenang bagi anak-anak agar mereka dapat tumbuh dengan sehat.
(Dajiyuan/asr)

Share

Video Popular