Erabaru.net. Ben Underwood, seorang bocah keturunan kulit hitam yang tinggal di California, Amerika Serikat sudah mengalami kebutaaan total sejak usia 3 tahun.

Ben terpaksa menjalani operasi pengambilan matanya karena ia didiagnosa mengalami kanker pada retina.  Namun, sejak usia lima tahun, dan dibawah kondisi tanpa adanya pengobata apapun, diluar dugaan Ben dapat “melihat’ benda-benda di sekitarnya.

Kisah nyata Ben ini juga telah menantang pemahaman dunia manusia terhadap fungsi tubuh yang sudah “dikenal”.

Bocah yang melihat dengan suara menantang konsep manusia.

Pada tahun 2006 silam, majalah People Amerika memublikasikan sebuah kisah yang mengharukan—- The Boy Who Sees with Sound (bocah yang melihat dengan suara). Sebuah kisah nyata Ben Underwood, seorang bocah unik keturunan kulit hitam yang berusia 14 tahun. Sejak usia 3 tahun, Ben sudah kehilangan penglihatan pada sepasang matanya. Namun, pada usia 14 tahun, Ben dapat bermain basket, bersepatu roda dan bermain video game layaknya anak-anak muda yang berpenglihatan normal.

Ibu mendidiknya dengan cara seperti biasa pada umumnya. Bagi Ben sendiri, pola pendidikan yang sama tapi juga berbeda ini merupakan suatu pola pendidikan yang inspiratif yang bagus.

Kehilangan penglihatan sejak usia 3 tahun karena retinoblastoma, sang ibu memberikan pendidikan yang sama.

Ben yang tinggal di California saat berusia 3 tahun terpaksa menjalanai operasi pengangkatan sepasang mata karena menderita retinoblastoma (sejenis kanker mata langka). Kesedihan yang dirasakan Aquanetta Morgan, ibunya Ben tidak kalah perihnya dengan Ben, putranya, bahkan lebih dalam dan berat.

Karena sang ibu berpikir lebih jauh ke depan, dan ia lebih khawatir lagi semua yang akan dihadapi Ben kelak menjelang dewasa nanti, terutama saat ia menginjak usia senja dan tidak bisa mengurus Ben lagi. Kala itu ia merasa kanker yang merampas penglihatan anaknya itu sekaligus juga telah menghancurkan kehidupan mereka berdua yang cemerlang.  ……

Aquanetta Morgan membayangkan saat halilintar yang menggelegar di langit yang cerah kala itu : Ketika sang putra tercintanya Ben terbangun dari operasi pengangkatan sepasang matanya, ia terbaring disana sambil menangis sedih : “Ibu, saya tidak akan pernah bisa melihat ibu lagi!”

Saya hanya bisa terkulai lemas jatuh di lantai sambil meratap sedih, kata Aquanetta Morgan mengenang suasananya kala itu.

Namun, dia akhirnya tidak seperti kebanyakan ibu-ibu lainnya membiarkan air mata hanyut, “sebab saya tahu, jika saya menyerah, dia juga akan menyerah, dan saya bersumpah harus tabah dan kuat demi dirinya.”

Di bawah keyakinan yang luar biasa ini, dengan lembut Aquanetta Morgan mengangkat tangan mungil putranya yang buta itu, menyentuh wajahnya sambil berkata : “Ben, kamu tetap melihat ibu—kamu bisa melihat ibu melalui tanganmu, karena kamu bisa menyentuhnya.”

Aquanetta Morgan mendekatkan wajahnya ke Ben sambil berkata : “Ben, kamu masih bisa melihat ibu melalui hidungmu, sebab kamu bisa mencium ; kamu juga bisa melihat ibu melalui telinga, karena kamu bisa mendengar.”

Mukjizat di usia 5 tahun, Ben : Saya melihatnya dengan jelas, apa ibu juga melihatnya ?

Aquanetta Morgan mengatakan, ketika itu dia bertekad untuk tidak memberitahu Ben kalau dia buta, dia tidak akan membiarkan Ben percaya bahwa hidupnya akan kehilangan cahayanya. Dia mengatakan : “Saya memperlakukan Ben seperti seorang anak yang bisa melihat. Ketika melihat sesuatu yang menarik, saya akan bilang, Ben coba lihat ini, apa kamu melihatnya ? saya akan menggambarkan obyek itu, demikian juga dengan saudaranya juga akan seperti itu.”

Dua tahun pun berlalu, selama lebih dari 700 hari siang dan malam siksaan yang dilewati tanpa bisa digambarkan dengan kata-kata, namun, segenap keluarga Aquanetta Morgan tidak pernah merasa kecewa dan putus asa, mereka bersikeras terutama harus membuat Ben memiliki mental psikologis yang sehat, dan ini adalah kunci perubahan dari segalanya.

Dua tahun kemudian, ketika Ben berusia 5 tahun, terjadi suatu keajaiban. Suatu hari, ketika Aquanetta Morgan mengemudi di jalan, tiba-tiba Ben bertanya : “bu, apakah ibu melihat gedung yang tinggi itu ?” mendengar itu, jantung Aquanetta Morgan nyaris berhenti berdetak, sambil menahan harunya, ia berkata pada Ben : “Ibu melihatnya sangat jelas, apa Ben juga melihatnya ?”

Ben menggunakan suara gema di sekitarnya untuk mengidentifikasi benda-benda di luar mobil. Aquanetta Morgan juga menyadari, ketika Ben berjalan, ia kerap menggunakan lidahnya mengeluarkan suara. “Saya tidak tahu persis apa sebenarnya yang dia lakukan, tapi suara yang dikeluarkannya seperti itu membantunya mengetahui apa yang ada di sekelilingnya.” Kata Morgan.

Laporan terkait mengatakan, Ben bagaikan kelelawar dan lumba-lumba, menggunakan “sistem sonar”. Kelelawar terbang dalam kegelapan sebagian besar mengandalkan atau menggunakan tenggorokan memantulkan Ultrasound yang tidak bisa didengar oleh telinga manusia, yang akan memantulkan suara ketika menyentuh sesuatu, untuk menentukan jarak dan ukuran suatu benda melalui gema.

Demikian juga dengan “sistem sonar” lumba-lumba sangat sensitif, ia dapat secara akurat mengidentifikasi perubahan halus frekuensi ultrasonik yang dipantulkan, sehingga dapat membedakan kecepatan rata-rata dan akselerasi suatu obyek.

Laporan tentang Ben yang kehilangan penglihatan pada sepasang matanya tapi seakan-akan juga memiliki penglihatan itu menggemparkan Amerika Serikat. Kisah tentang bocah laki-laki yang tidak memiliki sepasang mata tapi tetap bisa melihat benda itu menyentuh hati banyak orang, dan video dari wawancara televisi itu kemudian di upload ke YouTube, sehingga menimbulkan kehebohan beberapa waktu.

Jendela sanubari lain di tubuh Ben itu telah dibuka, dan jendela ini memang dimiliki oleh setiap insan, namun, ditutupi oleh berbagai sikap dan pandangan sesudah lahir (bukan pembawaan), sehingga kehilangan kesempatan untuk membukanya.

Banyak hasil penelitian menunjukkan, bahwa insting manusia sangat jarang digunakan oleh manusia. Sementara secara otak, mereka yang memanifestasikan kecerdasan ekstremnya juga hanya menggunakan 2 atau 3/10 saja.(Epochtimes/Jhon/asr)

Share

Video Popular