Erabaru.net. Melansir laman “Daily Star”, The New Yalu River Bridge atau Jembatan Persahabatan Tiongkok-Korea Utara  adalah jalur penghubung utama di antara kedua Negara. Sekitar 75% volume perdagangan kedua negara direalisasikan di jalur ini.

Mengingat memburuknya hubungan diplomatik antara kedua negara, Beijing sedang mempertimbangkan untuk menutup jembatan yang melambangkan perdagangan kedua negara. Sebelumnya, rumor tentang embargo minyak Tiongkok atas Korea Utara sekarang memang terbukti benar.

Seperti diketahui, Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik ketujuhnya di daerah Kusong atau 40 mil (64 km)  dari perbatasan Tiongkok-Korea Utara. Penutupan jembatan tersebut menyiratkan hubungan kedua negara komunis yang sudah tidak sekental dulu itu kembali dihantam oleh situasi semenanjung Korea yang semakin memperburuk hubungan bilateral.

Kepada “Radio Free Asia,” sebuah sumber yang dekat dengan Tiongkok mengatakan, Beijing sedang mempertimbangkan langkah-langkah ini untuk menghukum Pyongyang.

Mereka mengatakan, “Saya tahu bahwa Tiongkok sedang mempertimbangkan penutupan sementara jembatan tersebut, ini adalah sinyal. Sebagaimana yang saya ketahui, serangkaian kecaman Pyongyang terhadap Tiongkok melalui Korean Central News Agency-nya membuat Beijing sangat frustasi. Terutama pernyataan mereka yang mendesak Kim melunak menjadi “Pengkhianatan nuklir” dan mengancam Tiongkok untuk menanggung konsekuensi serius.”

Di sekitar jembatan Sungai Yalu ada sebuah jembatan Yalu yang baru dan sedang dibangun. Namun, konstruksi jembatan tersebut telah ditangguhkan menyusul hubungan yang semakin tegang antar kedua negara. (  Chong De/Jhony/rp)

Sumber: Secretchina

Share

Video Popular