Pada tanggal 4 Mei, Badan Federal Rusia untuk Pengawasan di Bidang Telekomunikasi, Teknologi Informasi dan Komunikasi Massa (Roskomnadzor) memblokir WeChat, aplikasi pesan  telepon genggam terbesar di Tiongkok. Menurut perwakilan Roskomnadzor, WeChat gagal mendaftar ke pemerintah Rusia  sebagai “penyelenggara penyebarluasan-informasi,” yang secara teknis harus dilakukan oleh berbagai perusahaan situs web dan layanan online di Rusia maupun asing.

Sejak tahun 2014, Pemerintah  Rusia telah memerintahkan kepada perusahaan penyedia situs dan aplikasi berbasis online untuk mendaftarkan perusahaannya, kepada lembaga pemerintah terkait. Tindakan ini perlu dilakukan  pemerintah untuk “mengatur penyebaran informasi.” Saat ini, perusahaan yang telah terdaftar dalam Roskomnadzor mencakup situs web seperti Vkontakte dan Odnoklassniki (dua jaringan sosial terpopuler di Rusia), image board 2ch.hk, situs email Mail.ru, dan puluhan layanan online lainnya.

Daftar tersebut dibuat berdasarkan peraturan undang-undang federal yang mewajibkan situs web untuk menyimpan semua metadata pengguna layanan online di Rusia (“informasi tentang penerimaan, transmisi, pengiriman, dan pemrosesan data suara, teks tertulis, gambar, suara, atau jenis tindakan lainnya “) dan membuat pemerintah Rusia dapat mengakses dan memonitor metadata tersebut.

Situs web dapat menghindari kesulitan menyisihkan informasi ini dengan memberikan pejabat Rusia, akses ke seluruh pernyebaran data informasi mereka. Menurut pengawas hak internet Rusia, Roskomsvoboda, lembaga sensor Rusia telah memblokir lebih dari dua lusin IP address terkait dengan domain dan layanan online dari Tencent, pembuat aplikasi WeChat.

Tidak hanya penyensoran terhadap aplikasi pesan terbesar di Tiongkok, pemerintah federal Rusia juga akan membuat keputusan untuk memblokir BlackBerry Messenger, Naver Line, dan Vchat, karena gagal mendaftarkan perusahaan tersebut dengan pemerintah Moskow.

Pada bulan April, seminggu setelah aksi pemogokan yang diselenggarakan pengemudi truk terkait kenaikan pajak jalan, Rozkomnadzor memblokir aplikasi Zello, aplikasi walkie-talkie pada HP sistem operasi Android maupun iOS yang populer di kalangan peserta aksi.

Langkah Pemerintah  Rusia untuk memblokir sejumlah layanan atau aplikasi online di Rusia agar pemerintah dapat mengontrol konten – konten yang kerap disebarkan melalui broadcasting, atau pesan berantai untuk merencanakan suatu aksi yang dapat menggulingkan pemerintahan, termasuk perencanaan aksi demo.

Artem Kozlyuk, Kepala Badan Roskomsvoboda, mengatakn kepada RuNet Echo tentang implikasi WeChat yang diblokir di Rusia:

“Di Rusia, WeChat and Line bukanlah aplikasi   pesan  instan yang paling populer, namun demikian mereka bisa digunakan oleh warga negara kita untuk berkomunikasi dengan saudara, teman, dan kolega mereka di Asia Tengah dan Asia Tenggara, sehingga menjadikan aplikasi ini begitu populer.

“Sekarang kita tahu bahwa para perusahaan pembuat aplikasi  pesan  online ini secara de facto tidak tahan dengan kebijakan baru pemerintah untuk melakukan pengawasan terhadap banjirnya informasi oleh komunitas intelijen Rusia seiring dengan  rasa ketertarikan mereka yang meningkat untuk berinvestasi di Rusia.”

Di media sosial, berbagai tanggapan muncul atas pemblokiran aplikasi WeChat  :

“Roskomnadzor telah memblokir WeChat. Bagaimana Putin melakukan komunikasi dengan Xi Jinping sekarang? Melalui pesan atau apa? ”

“[WeChat] bertahan di bawah sensor RRT, tapi aplikasi tersebut justru diblokir di Rusia? Apakah itu masuk akal? ha ha”

“Kita dapat bertahan dari pemblokiran, jika mereka tidak bekerja sama dengan pihak pemerintah kita dan bertanggung jawab untuk mengurus persyaratan mereka sesuai kebijakan Rusia. Dan kita akan tahu bagaimana cara mengatasi pemblokiran tersebut. ”

Selain itu, meskipun ada akses ke beberapa situs web yang diblokir, situs-situs tersebut kemungkinan masih dapat diakses melalui “anonymizers” seperti layanan Tor dan VPN, pada bulan April Roskomnadzor menjelaskan rencana untuk memblokir layanan-layanan yang dapat mengakses situs-situs yang telah diblokir pemerintah Rusia.

Sementara aplikasi  pesan  dapat berhasil menghindari pemblokiran dengan mendaftarkan perusahaan aplikasi tersebut ke Roskomnadzo. Seperti perusahaan Threema yang baru-baru ini menjadi perusahaan aplikasi online asing pertama yang mendaftar ke Roskomnadzor.

Kozlyuk percaya bahwa pemblokiran WeChat akan menjadi pertanda buruk bagi pengguna aplikasi pesan  yang populer di dunia Barat seperti Whatsapp dan Telegram.

“Tentu saja, ini memberi sinyal bahwa  perusahaan aplikasi Telegram, Facebook Messenger, Whatsapp, dan Viber harus mempersiapkan diri dari pemblokiran, jika mereka tidak mendaftarkan perusahaan mereka ke Roskomnadzor dan Badan Keamanan Federal Rusia (Federal Security Service). Saya pikir kita akan segera melihat hasilnya, dalam beberapa hari atau beberapa bulan mendatang,” ujarnya.(Visiontimes/

Share

Video Popular