Kim Jong-un Memperingatkan Rusia, “Saya Juga Bisa Menyentil Anda”

206
Minggu pagi, (14/5/2017) waktu setempat, Korea Utara kembali luncurkan rudal balistiknya. (Sumber: Google Maps)

Erabaru.net. Minggu pagi, (14/5/2017) lalu, Korea Utara kembali menembakkan sebuah rudal balistik, sebuah provokasi yang kental. Arah rudal yang begitu dekat dengan Tiongkok dan Rusia kemungkinan merupakan upaya pemimpin Korut, Kim Jong-un, untuk mengirim pesan ke Moskow dan Beijing.

Memperingatkan Rusia “Saya (Korut) juga bisa menyentil anda” sekaligus mengirim pesan kepada Tiongkok, “Saya tidak peduli apa yang anda pikirkan, saya independen.” Hal itu dinyatakan  Carl Schuster, Direktur Operasi Pusat Intelijen Gabungan Komando Amerika Serikat di Pasifik.

Menurut laporan ETtoday, Schuster percaya bahwa waktu uji coba rudal Korea Utara dilakukan dengan pertimbangan yang matang, mencoba memprovokasi Rusia agar terlibat dalam isu semenanjung Korea, untuk membantu menghentikan sanksi Internasional yang didukung AS terhadap Korea Utara.

Sementara itu, laman “Reuters” menyebutkan bahwa Trump “tidak bisa membayangkan Rusia akan senang dengan peluncuran rudal Korut itu, karena peluncuran rudal kali ini sangat dekat dengan wilayah Rusia.”

Menurut perhitungan AS, rudal ini mendarat di perairan 60 mil Selatan Vladivostok, Rusia. “Perairan ini merupakan rumah bagi Armada Pasifik Rusia,” kata seorang pejabat AS yang menolak disebutkan namanya itu kepada “CNN”.

Victor Ozerov, Ketua Majelis Tinggi Parlemen Rusia seperti dilansir dari laman The Novosti Press Agency, Rusia, mengatakan, “Kami memahami wilayah Rusia bukanlah target peluncuran, atau tempat di mana rudal tersebut akan  jatuh. Tetapi untuk melindungi diri dari kemungkinan insiden, kami menjaga sistem pertahanan udara kami yang berada di Timur Jauh dalam siaga tinggi.”

Juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov mengatakan kepada media di Beijing, Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping sebelumnya membahas situasi di Semenanjung Korea termasuk peluncuran rudal terbaru Korea Utara, dan menyatakan prihatin dengan situasi yang semakin memanas.

Ini adalah peluncuran rudal Korea Utara yang ketujuh, bahkan presiden Moon Jae-in yang dianggap pro Korea Utara juga menyatakan akan tegas menanggapi semua provokasi. Meskipun ia menganjurkan pembicaraan damai antar Korea, tapi ia menyerukan Korea Utara untuk mengubah sikap agresifnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga telah mengeluarkan protes keras, “Ini tak bisa dibiarkan, kami protes keras. Menteri luar Jepang dan Korea Selatan telah berbicara melalui telepon untuk membahas peluncuran rudal Korea Utara.”  (Wang Jun/jhoni/rp)

Sumber: Secretchina