Konsumsi cabai memang banyak manfaatnya. Tapi tahukah anda kalau tujuh orang dengan kondisi seperti ini sebaiknya hindari makan cabai. Meskipun cabai banyak manfaatnya, tapi tujuh orang dengan kondisi ini sebaiknya hindari makan cabai.

Bagi mereka yang suka makan makanan pedas, rasa makanan di dunia hanya ada dua, rasa pedas dan lainnya.

Sebenarnya, makan cabai tidak hanya membuka selera makan kita, tapi juga cukup banyak manfaatnya bagi tubuh.

Namun, meskipun baik dari sisi kesehatan, ada yang bisa menikmati cabai (makanan pedas) dengan bebas, tapi bagimana dengan anda? Mari simak artikel berikut ini. Makan cabai banyak manfaatnya.

  1. Bergizi

Sebagai sejenis sayuran, cabe kaya akan kandungan vitamin C dan β karoten (beta-karoten), berkhasiat menurunkan lipid darah dan berefek antioksidan, selain dapat melengkapi nutrisi yang dibutuhkan (tubuh) manusia, meningkatkan imunitas, juga dapat menunda penuaan. Selain itu, cabai juga kaya dengan zat besi, kalsium dan nutrisi.

  1. Mengaktifkan/melancarkan peredaran darah dan menambah nafsu makan.

Cabai dapat menghasilkan efek rangsangan tertentu pada rongga mulut, usus dan lambung, meningkatkan peristaltic pada saluran cerna, dan mendorong sekresi lambung, sehingga berkhasiat membuka selera makan. Selain itu, cabai juga dapat mendorong regenerasi mukosa lambung, dan menjaga fungsi normal dari sel-sel gastrointestinal.

  1. Membantu dalam proses detokfisasi

Melalui pemanasan pada tubuh proses detoksifikasi terjadi, hal itu bisa terjadi dengan melalui pengonsumsian cabai rawit yang dapat membuat tubuh berkeringat. Pada tubuh yang berkeringat ini merupakan salah satu proses penting dalam proses detoksifikasi

  1. Meningkatkan fungsi jantung

Makan cabai dapat menurunkan kolesterol, mengurangi pembentukan bekuan darah, memiliki efek yang baik pada pencegahan penyakit kardiovaskular.

Meskipun banyak manfaat kesehatannya, tetapi bagaimanapun juga cabai adalah makanan yang bersifat stomakik, yakni dapat meningkatkan nafsu makan dan kemampuannya merangsang produksi hormon endorphin. Takaran cabai yang dikonsumsi juga berhubungan dengan fisik individu masing-masing, kondisi kesehatan dan semacamnya.

Orang-orang dalam kondisi berikut ini sebaiknya jangan terlalu sering makan cabai.

  1. Penderita (penyakit) ginjal : Capsaicin akan dibuang melalui ginjal, yang dapat menyebabkan kerusakan sel ginjal, bahkan menyebabkan gagal ginjal jika serius.
  2. Penderita ulkus oral : Penderita ulkus oral sensitif terhadap aroma pedas, asin, asam, pahit dan sebagainya, apalagi makan pedas akan memperburuk kondisi penyakit.
  3. Mereka yang sedang minum obat semasa sakit : Makan pedas mungkin dapat mempengaruhi khasiat obat tradisional Timur (Tiongkok-red), jadi dilarang makan makanan pedas saat minum obat.
  4. Penderita hipertiroidisme : Penderita jenis penyakit ini denyut jantungnya sendiri relatif cepat, mungkin akan memperburuk keadaan penyakit usai makan makanan pedas.
  5. Penderita (sakit) maag : Mereka yang fungsi lambung dan ususnya tidak baik, rentan menyebabkan peradangan pada mukosa gastrointestinal ketika makan makanan pedas.
  6. Penderita wasir : Bagi mereka yang menderita wasir, akan menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan jika mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah besar, imbasnya akan memperburuk nyeri, bahkan menyebabkan perdarahan.
  7. Penderita kolesistitis kronis (radang kandung empedu) : Cabai atau makanan pedas dapat merangsang sekresi asam lambung, rentan menyebabkan cholecystokinin (CCK)-kontraksi kandung empedu, dan mengakibatkan kolik bilier. (Rasa nyeri perut yang timbul akibat sumbatan saluran empedu oleh batu empedu).

Tips: Bagi anda yang suka makan makanan pedas pilihlah cabai yang segar, dan sebaiknya beli sendiri, jangan dikarenakan suka makanan pedas lalu selalu ke restoran, kedai makanan, rumah makan hot pot atau steamboat, karena tidak tertutup kemungkinan makanan-makanan ini telah ditambahkan dengan bumbu penyedap lainnya untuk meningkatkan kekentalan rasanya, sehingga lebih banyak mudarat daripada manfaatnya bagi kesehatan. (Jhony/rp)

Sumber: coco.com-malaysia

Share

Video Popular