Erabaru.net – Malfungsi dari tembakan meriam kaliber 23 mm tipe 80 Giant Bow saat gladi bersih latihan PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (17/5/2017) siang menyebabkan 4 prajurit TNI tewas dan 8 orang terluka.

Atas insiden ini, Pimpinan TNI Angkatan Darat menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam dalamnya atas gugurnya 4 prajurit terbaik TNI AD dalam insiden kecelakaan latihan di Natuna beberapa saat yang lalu.

“Semoga almarhum husnul khatimah dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” keterangan resmi TNI AD.

Kronologi kejadian saat latihan pendahuluan PPRC TNI yang dilaksanakan pada Rabu (17/5/ 2017) pukul 11.21 WIB.

Menurut TNI AD, salah satu pucuk Meriam Giant Bow dari Batalyon Arhanud 1/K yang sedang melakukan penembakan mengalami gangguan pada peralatan pembatas elevasi.  Sehingga tidak dapat dikendalikan dan mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 8 prajurit lainya mengalami luka-luka karena terkena tembakan.

Saat ini pihak TNI sedang melakukan investigasi mendalam tentang kejadian tersebut, sedangkan latihan PPRC puncaknya rencananya akan dilaksanakan Jumat (19/5/2017).

Melansir dari indomiliter.com, meriam ini diproduksi oleh Norinco,Tiongkok dengan kecepatan proyektil 970 meter per detik dengan berat kosong 950kg . Kanon penangkis serangan udara ini disebut jiplakan kanon ZU-23-2 produksi Rusia. Giant Bow atau disebut juga Shengong dapat dikendalikan secara manual atau otomatis dengan integrasi sistem.

Saat ini kanon Giant Bow menjadi etalase sista di Yon Arhanudri 1 Kostrad, yang bermarkas di Serpong, Tangerang – Banten. Yon Arhanudri Kostrad juga sudah berpengalaman menggunakan kanon PSU otomatis, yakni dari jenis Rheinmetall kaliber 20mm. (asr)

Share

Video Popular