Erabaru.net – Hasil penelitian beberapa waktu lalu yang dipublikasikan di majalah Medicine Inggris oleh periset Inggris menyatakan, bahwa persentase perokok mengidap suatu penyakit yang dapat menyebabkan kebutaan mencapai 4 kali lipat lebih besar dibanding dengan bukan perokok.

Nama penyakit ini adalah Age-related Macular Eegeneration, disingkat AMD, ini adalah suatu kelainan dari degenerasi selaput retina, sehingga mengakibatkan daya penglihatan sentral perlahan-lahan mengalami kerusakan.

Penyakit mata ini akan timbul pada usia 55 tahun ke atas, adalah salah satu sebab utama yang mengakibatkan kebutaan pada orang yang berusia tua. Ilmuwan menyatakan, meskipun sebab-sebab yang mengakibatkan manula terjangkit AMD masih belum jelas, namun 3 item penting hasil penelitian itu menunjukkan, bahwa perokok lebih mudah mengidap penyakit ini.

Ahli ilmu kedokteran Universitas Manchaster Charlith Edward menyatakan, ”Persentase perokok mengidap penyakit AMD lebih besar 3-4 kali lipat dibanding bukan perokok.” Hasil tim riset yang dipimpin Edward menemukan, contoh kasus penyakit AMD yang berhubungan dengan perokok telah mencapai 54.000 kasus, dan 18.000 di antaranya menjadi buta.

Di saat yang sama ia menyatakan saat ini sebagian besar orang masih belum menyadari hubungan antara merokok dengan kebutaan. “Bagi orang-orang yang merokok, jika mereka tahu bahwa merokok mudah mengakibatkan kebutaan, keyakinan untuk berhenti merokok akan semakin mudah, tentu saja ini bukan satu-satunya manfaat dari berhenti merokok,” ujar Edward.

Dalam artikel itu Edward juga menunjukkan, bahwa saat ini sudah diketahui bahwasannya merokok dapat menyebabkan penyakit kanker paru-paru, penyakit jantung, dan beberapa penyakit lainnya. Edward dan rekan kerjanya mendapati, bahwa bagi orang-orang yang merokok, berhenti merokok bisa menghambat secara efektif terjadi atau berkembangnya AMD, lagi pula terhadap penderita-penderita yang telah mengidap penyakit ini, jika berhenti merokok akan sangat bermanfaat terhadap penyakit tersebut, namun jika terus merokok bisa menyebabkan penyakit memburuk lebih lanjut.

Begitu mengidap penyakit Age-related Eegeneration mungkin masih bisa menurun ke keluarganya, sampai saat ini penyakit tersebut masih belum diketahui cara penyembuhannya secara total. Namun para ilmuwan mendapati, bahwa pengobatan dengan ilmu diathermi (terapi penyinaran) dan laser mungkin memiliki efek penyembuhan tertentu.

Penderita AMD tidak boleh menatap sinar matahari, sebab sinar matahari yang terik dapat mempercepat proses kebutaan pada penderita. Edward menunjukkan bahwa orang-orang yang merokok, ketika merokok seyogianya mempertimbangkan baik-baik akan deritanya ketika mengenakan perisai mata di usia lanjut.

Selain merugikan diri sendiri, merokok juga merugikan orang lain. Pada umumnya orang seakan-akan mengabaikan kerugian perokok kedua atau perokok pasif terhadap kesehatan. Atas dasar inilah seorang pengusaha yang peduli terhadap hal tersebut telah menciptakan alat peringatan tembakau, memperingatkan bahaya bagi perokok kedua, tidak sedikit pengguna alat ini secara mengejutkan mendapati, bahwa meskipun melarang anggota keluarga merokok di dalam rumah, namun kandungan nikotin yang ditinggalkan bagi perokok kedua tingginya masih sangat mengejutkan.

Menurut harian Washington Post menunjukkan, bahwa ketika seorang wanita sedang menggunakan alat peringatan tembakau, dan setelah melakukan pengetesan air seninya mendapati, bahwasannya di antara tingkatan 1 sampai 6, di luar dugaan dirinya yang tidak merokok tingkatannya adalah 2, hanya lebih rendah sedikit dari pada perokok umumnya.

Suami wanita ini adalah seorang perokok, meskipun dilarang merokok di dalam rumah, namun jumlah kandungan nikotin yang tersisa di tubuh dan mobilnya, sudah mungkin menyebabkan petaka bagi wanita itu, dan ia telah memutuskan untuk membujuk sang suami agar berhenti merokok.

Laporan itu menyatakan, bahwa arsip pemerintah Amerika memperkirakan, akibat merokok setiap tahun telah menimbulkan kematian bagi orang dewasa yang tidak merokok (perokok pasif) karena kanker paru-paru sebanyak 3.000 orang, dan menyebabkan infeksi saluran pernapasan pada 150-300 ribu anak-anak yang berusia di bawah 18 bulan.

Jika arsip ini masih belum bisa meyakini Anda akan bahaya perokok kedua, maka mungkin hasil pemeriksaan diri sendiri melalui alat peringatan tembakau, bisa membuat Anda lebih jelas memahami ancaman kesehatan bagi perokok kedua. (epochtimes/asr)

 

Share

Video Popular