Ingin Berkunjung ke Taiwan? Pastikan Anda Mengunjungi Destinasi Wisata Ini…

202

Air Terjun Emas, atau dalam Bahasa Mandarin disebut Huángjīn pùbù (黃金瀑布) adalah salah satu destinasi wisata paling populer di Distrik Ruifang, Kota New Taipei, Taiwan. Air dari air terjun emas ini memiliki rona kuning, yang dihasilkan dari unsur-unsur logam berat yang merembes dari pertambangan emas tua dan mengendap di dasar sungai.

Silahkan menonton video Air Terjun Emas dan Museum Emas di Taiwan ini :

Batu-batu sungai di bawah air terjun yang memiliki rona kuning. (Gambar: Billy Shyu / Vision Times)

Meskipun air terjun ini tidak terlalu besar dan tidak ada emas asli yang mengalir ke sungai, namun cukup unik dan terlihat megah. Batu-batu di sungai di bawah air terjun ini berwana kuning, yang menambah kecantikan alami dari air terjun. Namun, airnya mengandung kadar arsenik yang cukup tinggi.

Laut Yin-Yang (陰陽海) di Taiwan utara. (Gambar: Billy Shyu / Vision Times)

Bahkan, area ini digunakan sebagai lokasi penting untuk pertambangan emas selama masa pendudukan Jepang (1895-1945). Reruntuhan pabrik pertambangan emas peninggalan Jepang  itu hingga kini masih kokoh berdiri di salah satu puncak bukit.

Reruntuhan pabrik pertambangan emas peninggalan Jepang. (Gambar: Billy Shyu / Vision Times)

Di bagian belakang pabrik, ada tiga pipa beton raksasa tampak berkelok-kelok di sepanjang bukit. Mereka adalah pipa knalpot yang dibangun untuk mengarahkan asap beracun yang dihasilkan selama proses penyulingan tembaga ke puncak bukit. Pipa-pita itu dibangun untuk melindungi kesehatan warga setempat dan penambang.

Pintu masuk utama dari Museum Emas di Taiwan. (Gambar: Billy Shyu / Vision Times)

Pipa – pipa itu memiliki panjang 12 km dan berdiameter 2 meter , membuatnya menjadi termasuk  pipa gas terpanjang di dunia. Rangkaian pipa itu sangat mengesankan, namun pengunjung tidak diizinkan untuk memasuki pipa tersebut karena masih mungkin terjadi kecelakaan fatal di dalam pipa.

Pengunjung dapat menggunakan alat untuk menggiling mineral di Museum Emas. (Gambar: Billy Shyu / Vision Times)

Air kekuningan dari Air Terjun Emas dan Sungai Liangdong mengalir ke Teluk Shuinandong (水湳洞灣)  di kaki bukit. Air laut di sekitarnya memiliki dua warna yang berbeda, yaitu biru dan kuning. Orang lokal membandingkan dua warna kontras di laut  sebagai yin dan  yang, sehingga disebut juga sebagai Laut Yin-Yang (陰陽海).

Museum Emas adalah lokasi terbaik untuk mengabadikan dan menikmati keindahan pegunungan di dekatnya. (Gambar: Billy Shyu / Vision Times)

Selain melihat Laut Yin-Yang yang unik dan megah, pengunjung dapat juga bisa  menikmati  pemandangan indah di pantai timur laut Taiwan dan Pulau Keelung Islet di Samudera Pasifik.


Karakter Mandarin  (金) yang terpampang pada kaca Gedung Emas di Museum Emas berarti “emas” dalam bahasa Mandarin . (Gambar: Billly Shyu / Vision Times)

Museum Emas atau dalam bahasa Mandarin disebut sebagai Huángjīn bówùguǎn (黃金博物館) adalah destinasi wisata populer lainnya di Jinguashi (金瓜石), Distrik Ruifang. Museum ini berisi koleksi terbesar Taiwan akan peninggalan industri pertambangan, dan dirancang sesuai dengan konsep eco-museum. Jinguashi sendiri terkenal sebagai salah satu daerah di Taiwan yang memiliki tambang emas dan tembaga.

Jalur kereta api tua yang mengarah ke Gedung Emas di Museum Emas. (Gambar: Billy Shyu / Visiontimes)

Museum Emas merupakan museum terbuka yang terdiri dari beberapa bangunan dan situs, seperti Gedung Emas, Lima Terowongan Benshan (本山五坑), Chalet milik Putra Mahkota, Gedung pameran khusus Jin Shui, Bangunan Penyulingan Emas, dan Empat Perumahan Bergaya Jepang.

Jalur kereta api tua dengan gerobak adalah tempat terlaris untuk fotografi di Museum Emas. (Gambar: Billy Shyu / Vision Times)

Di lantai pertama Gedung Emas, dipamerkan berbagai benda tentang sejarah pertambangan Jinguashi dan Shuinandong, peralatan pertambangan tua, artefak pertambangan, dan pengenalan Jinguashi yang menjadi penampungan tawanan perang selama Perang Dunia II (1942-1945).

Sebuah emas dengan berat 485,7 pound (220,30 kg) yang terbuat dari 999,9% emas murni senilai sekitar Rp. 120 milyar pemegang rekor dunia. (Gambar: Juliet Fu / Vision Times)

Di lantai dua, Anda dapat menemukan sejarah dan budaya emas serta pengaplikasiannya dalam seni dan ilmu pengetahuan. Tak hanya itu, pihak pengelola museum juga memajang  emas batangan  yang memegang rekor dunia karena dibuat dari 999,9% emas murni seberat 485,7 pound (220,30 kg). Selain itu, ada real-time counter yang menunjukkan harga dari bata emas ini, yaitu senilai Rp. 120 milyar

Patung perunggu upeti penambang lokal di alun-alun Museum Emas di Taiwan utara. (Gambar: Billly Shyu / Vision Times)
Lima Terowongan Benshan (本山五坑) di Museum Emas. (Gambar: Billy Shyu / Vision Times)

Lima Terowongan Benshan memungkinkan pengunjung untuk berjalan melalui terowongan pertambangan asli, lengkap dengan patung lilin penambang dan rekaman percakapan penambang, yang memungkinkan pengunjung merasakan sensasi bekerja di pertambangan.

Taman indah dari Chalet Putra Mahkota Jinguashi di Museum Emas. (Gambar: Billy Shyu / Vision Times)

Chalet atau vila kecil milik Putra Mahkota Jinguashi awalnya dibangun untuk kunjungan Putra Mahkota Jepang selama masa pendudukan Jepang. Vila ini memiliki tata letak kerajaan-istana khas Jepang dengan taman yang indah. Tak heran jika obyek ini ini sangat disukai terutama oleh para wisatawan dari Jepang.(Visiontimes/Intan)