Erabaru.net. Melansir laman dailystar.co.uk, persahabatan Tiongkok dan Korea Utara selama beberapa dekade bisa digambarkan sangat kokoh seperti batu, namun, sekarang Beijing akan meninggalkannya.

Karena ambisi nuklir Korea Utara yang terus berkembang, membuat hubungan sekutu antar dua negara komunis  ini menjadi semakin tegang. Presiden AS Donald Trump juga terus menekan Tiongkok untuk menangani tetangga kecilnya yang semakin menantang.

Terbetik berita, Tiongkok telah menerapkan embargo minyak terhadap Korea Utara, dan telah menyebabkan Korea Utara kekurangan bahan bakar.

Minggu kemarin, Korea Utara kembali menembakkan rudal dalam jarak 64 kilometer (40 mil) dari perbatasan Tiongkok. Media Partai Komunis Tiongkok/PKT, “Global Times” mengatakan bahwa rezim Kim telah melanggar perjanjian sekutu.

Pada 1961, kedua negara menandatangani “Sino-North Korean Mutual Aid and Cooperation Friendship Treaty”, sebuah perjanjian di mana kedua belah pihak diwajibkan untuk menawarkan langsung bantuan militer dan bantuan lainnya jika salah satu dari mereka mendapat serangan dari luar atau dari musuh. Perjanjian ini berlaku sampai sekarang.

“Global Times” menyebutkan, ambisi Korea Utara untuk memiliki teknologi nuklir bukan hanya merusak keamanan nasional, tetapi juga merusak keamanan kawasan. Mengancam keamanan nasional Tiongkok, dan bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar dari perjanjian tersebut.

Dalam artikel yang dirilis Global Times menyebutkan, bahwa meskipun perjanjian tersebut telah diperpanjang hingga 2021, tetapi lingkungan global telah berubah sejak 2001. Tiongkok tidak akan pernah membiarkan kontaminasi dari aktivitas nuklir Korea Utara meluas ke kawasan timur laut Tiongkok.

Global Times adalah corong dari media pemerintah Beijing, meskipun retorika mereka cenderung lebih ekstrim dari pemerintah, tetapi terhadap topik tabu masih harus lolos sensor dari pemerintah pusat. (Chong De/ Jhony/rp)

Sumber: Secretchina

Share

Video Popular