Erabaru.net. Kisah ini berlangsung selama periode Taiping Xingguo (976-983 M) pada Dinasti Song. Wang Huaide adalah seorang dokter yang tinggal di Kota Kaifeng. Suatu hari, dia memeriksa ramuan herbal Tiongkok di halaman belakang rumahnya dan menemukan setumpuk gandum.

Dia bertanya kepada pelayannya, “Siapa yang menjual gandum gandum berkualitas rendah ini?”

Pelayan itu menjawab, “Zhang Dahu dari Chengnan.”

Saat Wang Huaide akan menanggapi jawaban pelayannya, seorang pria muncul dan meminta bantuan Wang Huaide. Dia memohon,  “Dokter Wang, istri saya baru saja menjadi sangat mudah tersinggung.Dia sering tertawa atau menangis tanpa alasan. Dia juga sering gelisah dan terkadang menyakiti orang lain dan menyebabkan kerusakan. Ini benar-benar menakutkan, dan saya tidak tahu harus berbuat apa. Bisakah Anda membantunya?”

Saat Wang memeriksa denyut nadi wanita itu, dia mengajukan beberapa pertanyaan kepada suaminya. Dia tersenyum sambil membelai jenggotnya dan berkata, “Tidak perlu khawatir. Istri Anda mengalami histeria.”

Kemudian sang dokter memberi resep licorice, gandum, dan jujube untuknya. Resep ini berasal dari Zhang Zhongjing, seorang dokter ahli selama Dinasti Han.

Ini adalah obat untuk perubahan mood wanita yang mengalami menopause. Saat suaminya mengantarkan dokter ke depan rumah bersama istri dan ramuannya, dia berkata kepada Wang, “Tuan, saya lupa menyebutkan bahwa dia sering berkeringat deras pada malam hari dan membuat pakaiannya basah kuyup.”

Wang pun mengangguk dan berkata, “Saya mengerti. Mari kita sembuhkan histerianya terlebih dulu.”

Lima hari kemudian, pasangan itu datang kembali ke rumah Wang dengan gembira dan berterima kasih padanya.

“Obat itu menyembuhkan semuanya. Tidak diragukan lagi Anda adalah seorang dokter yang luar biasa,” ujar wanita tersebut.

Wang pun bertanya kepada mereka,”Bagaimana kalau kita mengatasi masalah munculnya keringat Anda hari ini?”

Wanita itu menjawabnya sambil tersenyum, ” Tidak perlu, saya juga sudah merasa sembuh dan baikan.”

Sontak, Wang bertanya-tanya dalam hati apakah sup jujube gandum manis juga bisa mengurangi keringat di malam hari.

Setelah itu, dia sengaja menggunakan resep ini untuk mengobati gangguan berkeringat pada beberapa pasiennya. Dia menggunakan gandum matang dan gemuk untuk pasien penyakit ini, namun tidak ada yang sembuh. Dia bingung dan melihat ke dalam buku Sun Simiao, yang dikenal sebagai raja obat selama Dinasti Tang.

Pada saat itu, pelayan Wang terlibat adu mulut dengan Zhang Dahu, si penjual gandum jelek itu, dan kemudian menarik perhatian Wang. Pelayan itu memegang gandum yang dijual Zhang dan berkata, “Saya tidak akan menerima gandum jenis ini. Bawa gandum gandum kecil ini bersamamu!”

Wang tiba-tiba teringat bahwa dia menggunakan gandum ini pada pasien wanita yang histeria. Dengan cepat dia melerai mereka dan bertanya dari mana asal gandum itu. Wajah Zhang menjadi merah dan dia mengatakan yang sebenarnya, “Saya tidak ingin menyia-nyiakan gandum yang terapung di atas air, jadi saya pikir mungkin tidak masalah jika digunakan untuk tujuan pengobatan, karena itu saya menjualnya kepada Anda.”

Wang mengerti apa yang terjadi saat dia mendengarkan, dan memberi tahu pelayannya, “Ayo kita bawa dan taruh di tempat terpisah, dan kita beri label ‘gandum terapung (atau dalam bahasa Mandarin disebut Fu Xiao Mai‘.”

Kemudian, Wang menggunakan gandum terapung untuk menyembuhkan pasien dengan gangguan berkeringat berlebih, dan ternyata memang ampuh untuk mengobati gangguan tersebut.

Pada tahun ketiga periode Taiping Xinguo, Wang dan teman-teman dokternya yaitu Wang Hu, Zheng Qi, dan Chen Zhao melakukan penelitian sungguh-sungguh terhadap buku obat Zhang Zhongjing. Mereka menulis buku lain, termasuk khasiat yang dimiliki gandum terapung. Sejak saat itu, gandum terapung menjadi resep populer, dan masih digunakan sampai sekarang. (jul/rp)

Share

Video Popular