Erabaru.net. Acara berita China Uncensored mengatakan bahwa Apple  TV, program TV milik Apple,  telah memblokir penggunanya sehingga tidak bisa mengakses acara berita tersebut.

Tidak hanya di Daratan Tiongkok, pemblokiran ini juga dilakukan di Hong Kong dan Taiwan. Diinisiasi oleh Chris Chappell, acara berita ini diluncurkan di saluran Youtube pada 2012, dan saat ini telah ditayangkan di New York oleh stasiun TV New Tang Dynasty Television (NTD TV).

Acara tersebut mengungkap fakta keburukan Partai Komunis Tiongkok/ PKT dan peraturan otoriternya dengan menyajikan berita tentang tindakan keras terhadap para pembangkang pemerintah, penganiayaan terhadap kelompok minoritas agama dan aktivitas pembajakan yang didukung oleh negara.

Berita-berita itu dikemas dengan penyampaian satire yang menyindir. Seringkali, berita tersebut disampaikan dengan campuran lelucon dan fakta yang dibangun di atas citra stereotip dari pemerintah totaliter Tiongkok.

“Saya sangat paham mengapa acara kami diblokir di Daratan Tiongkok. Acara kami sangat merusak propaganda harmonis yang telah dibangun pemerintah Partai Komunis…  Tetapi pemblokiran di Hong Kong dan Taiwan tidak seharusnya dilakukan, mengingat mereka tidak berada di bawah otoritas hukum Tiongkok,” kata Chris Chappel dalam konferensi pers yang dilakukan pada 5 April 2017 yang lalu.

Walaupun Hong Kong termasuk bagian dari wilayah kedaulatan Republik Rakyat Tiongkok, namun Hong Kong memiliki sistem hukum yang berbeda, karena menerapkan prinsip Satu Negara dengan Dua Sistem.

Adapun Taiwan yang telah membangun entitas diri secara de-facto sejak Partai Kuomintang Tiongkok dikalahkan oleh Partai Komunis Tiongkok dan melarikan diri ke kepulauan Formosa pada 1949.

Di kedua daerah tersebut, NTD.TV memiliki wartawan yang meliput berita lokal. Pada Maret 2017, Apple  TV menyetujui program aplikasi  China Uncensored yang dapat diakses di sebagian besar negara di dunia. Namun saat ini telah dihapus dari toko aplikasi (App Store) di Daratan Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan.

Tim kuasa hukum Apple menjelaskan keputusan ini dibuat sesuai dengan peraturan dan hukum setempat.

“Seluruh aplikasi online harus mematuhi semua persyaratan hukum di lokasi mana pun, seperti halnya di Tiongkok yang melarang penayangan program tersebut. Kami tahu hal ini rumit, tapi ini merupakan tanggung jawab Anda untuk memahami dan memastikan aplikasi Anda sesuai dengan semua undang-undang setempat. Dan tentu saja, aplikasi yang meminta, mempromosikan atau mendorong perilaku kriminal atau nekat, akan ditolak. Meskipun aplikasi Anda telah dihapus dari Toko Aplikasi (App Store) di Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan, namun aplikasi ini masih tersedia di App Store untuk wilayah lain yang Anda pilih di iTunes Connect,” tegasnya.

Adapun tanggapan Chris Chappell atas pernyataan dari kuasa hukum Apple, “Apakah perusahaan Apple begitu takut dengan Partai Komunis Tiongkok bahwa mereka akan memblokir Apple jika Apple tidak menyensor program berita China Uncensored di Hong Kong dan Taiwan?  Atau apakah Apple hanya bingung tentang tempat mana yang merupakan bagian dari wilayah RRT dan tindakan ini adalah sebuah kecelakaan? Mereka mungkin harus berkonsultasi dengan pengacara, seperti yang telah kita lakukan. “

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada CEO Apple Tim Cook pada 3 April 2017, Chappell mendesak agar Apple membuka pemblokiran program acara berita China Uncensored di Hong Kong dan Taiwan di toko aplikasi App Store, dan bersumpah bahwa dia siap untuk mengambil langkah hukum dan politik.

“… kami telah memiliki pengacara hukum yang akan mewakili kami, dan siap untuk membawa firma hukum besar untuk mengambil tindakan hukum, walaupun kami lebih suka menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan tanpa pengacara. Jika perlu, kami juga siap untuk mendiskusikan masalah ini dengan regulator federal AS, yang, meski tidak memiliki yurisdiksi atas Hong Kong ataupun Taiwan, namun tetap peduli dengan operasi bisnis Apple pada umumnya karena saat ini Apple juga bergerak secara kompetitif ke industri televise,” tegas Chappell.

Sejak 2013, Apple telah mulai memblokir aplikasi, termasuk buku yang dilarang dan alat pengelakan, dari  App Store Tiongkok untuk mematuhi hukum setempat. Pada Juni 2016, pemerintah Tiongkok memperketat kontrol atas aplikasi mobile dengan pengenalan Layanan Informasi tentang Ketentuan Administrasi Aplikasi Internet Mobile.

Peraturan ini melarang aplikasi yang berpotensi dapat menyebarkan rumor dan informasi yang dianggap berbahaya bagi keamanan nasional. Pada Januari 2017, The New York Times memperingatkan Apple iTunes Store karena ketentuan tersebut. Namun, khusus aplikasi surat kabar masih tetap tersedia di toko-toko aplikasi versi Hong Kong dan Taiwan.

Dalam surat kepada Cook, Chappell juga menekankan bahwa meskipun dia mengetahui adanya pembatasan di Tiongkok, pengelolaan toko aplikasi Apple di Hong Kong dan Taiwan harus berbeda:

“Tidak diragukan lagi, program China Uncensored kemungkinan berada di bawah beberapa kategori yang merugikan pemerintah Daratan Tiongkok seperti merusak persatuan nasional, menyebarkan rumor, mengganggu tatanan social.”

Tidak ada gunanya memperdebatkan keputusan Apple sehubungan dengan kebijakan yang berlaku di Daratan Tiongkok, namun Hong Kong dan Taiwan tidak berada di bawah otoritas Partai Komunis Tiongkok. Mereka adalah daerah yang beroperasi di bawah sistem hukum independen yang berbeda dengan Tiongkok Daratan.

China Uncensored meluncurkan sebuah petisi pada 4 April untuk mendesak pemirsa dan pendukungnya agar Apple  “tidak menyensor dan memblokir” program berita China Uncensored  dari toko aplikasi Apple di Hong Kong dan Taiwan. Hingga kini, lebih dari 9.522 orang telah menandatangani petisi tersebut.

Anda bisa menyaksikan China Uncensored di Yutube, disini dan cari tahu mengapa Apple melarang acara ini di Tiongkok, Hongkong dan Taiwan. (jul/rp)

Sumber: visiontimes.com

Share

Video Popular