Erabaru.net. ‘Joshua : Teenager vs  Superpower’ , memenangkan  penghargaan Festival Film Sundance tahun 2017 yang tayang perdana pada Kompetisi Film Dokumenter Dunia.

Film dokumenter ini disutradarai oleh pembuat film dari Amerika, Joe Piscatella, yang terkenal berkat film dokumenternya tahun 2013 yang berjudul #ChicagoGirl: The Social Network Takes on a Dictator, sebuah film tentang seorang gadis remaja Amerika yang menggunakan media sosial untuk menjalankan revolusi di Suriah.

Pada tahun 1997, Hong Kong diserahkan kembali kepada Pemerintah Partai Komunis Tiongkok oleh Pemerintah Inggris. (Image viaMovieTrailersHD Screenshot / YouTube)

Joshua: Teenager vs. Superpower mengisahkan tentang kehidupan Joshua Wong Chi-fung, seorang aktivis mahasiswa Hong Kong yang kerap berbicara tentang kebijakan dari Daratan Tiongkok terhadap Hong Kong.

Joshua Wong dan Agnes Chow pada 23 September 2014 menutup matanya dengan syal merah, sebagai simbol kekuasaan politik merah Tiongkok yang membutakan siswa. (Image via Kokuyo /CreativeCommons)

Joshua Wong sekarang berusia 20 tahun dan film dokumenter ini memperlihatkan kembali perjalanannya dulu.

Film ini menceritakan hari-hari awal Joshua sebagai pendiri sebuah kelompok aktivis mahasiswa Scholarism hingga kehidupannya di masa sekarang dimana dia menjabat sebagai sekretaris umum dalam sebuah partai politik baru bernama Demosistō, yang dia bentuk bersama anggota Scholarism lain, yaitu Agnes Chow, Oscar Lai, dan Nathan Law. Demosistō yang diketuai oleh Nathan Law ini adalah sebuah partai yang mengkampanyekan digelarnya referendum untuk menentukan kedaulatan Hong Kong setelah 2047.

Revolusi Umbrella di Hong Kong, 2014. (Image viaMovieTrailersHD Screenshot / YouTube)

Wong dikenal oleh masyarakat internasional karena keterlibatannya dalam melakukan gerakan demokrasi Hong Kong dan Revolusi Payung di tahun 2014.

Joshua Wong mendorong penduduk setempat untuk peduli terhadap masa depan Hong Kong. (Image viaMovieTrailersHDScreenshot / YouTube)

Pada puncak acara revolusi, dia berkemah di jalanan di luar pusat Pemerintah Hong Kong selama tiga bulan. Revolusi Payung ini berhasil menarik 120.000 massa pada saat itu.

Revolusi Payung berhasil mengumpulkan sekitar 120.000 orang untuk aksi damai dan protes non-kekerasan untuk menuntut kebebasan pikiran dan kebebasan berbicara. (Image viaMovieTrailersHDScreenshot / YouTube)

Atas perannya tersebut, ia dinominasikan oleh Majalah TIMES untuk kategori Person of the Year : Remaja Yang Paling Berpengaruh di tahun 2014. Dan pada tahun 2015, dia disebutkan dalam majalah FORTUNE sebagai salah satu pemimpin remaja terhebat di dunia pada tahun 2015.

Film dokumenter tentang Joshua ini kemudian diberi julukan sebagai “inspirasi,” oleh Variety dan “hal yang memukau” oleh TheVerge.

Film ini akan dirilis pada NetFlix pada 26 Mei mendatang. (visiontimes.com/Intan)

Joshua Wong. (Image viaMovieTrailersHDScreenshot / YouTube)

Share

Video Popular