Mahabharata: Kisahkan Ledakan ‘Bom Atom’ Sebagai Senjata Dewa Sejak 12.000 Tahun Lalu

491

Erabaru.net. “… satu peluru yang diisikan seluruh kekuatan alam semesta …” Apakah kalimat dari epos Mahabharata kuno tersebut terdengar seperti deskripsi sebuah senjata?

Potongan kalimat  tersebut juga diperkuat oleh pernyataan kepala ilmuwan Proyek Manhattan, Dr J. Robert Oppenheimer yang mempelajari tulisan-tulisan Sansekerta kuno, bahwa ledakan bom atom sebenarnya telah terjadi di Bumi sejak puluhan ribu tahun silam.

Dalam sebuah wawancara, dia mengutip dari Bhagavad Gita, “Sekarang saya menjadi Dewa Kematian, Penghancur Bumi. Saya menduga kita semua merasakan hal seperti itu, bahwa kita berperan menghancurkan Bumi.”

Ketika ada seorang siswa bertanya ke Dr.  Oppenheimer tentang adakah salah satu perangkat nuklir yang meledak  seperti perangkat nuklir yang berada di Alamogordo dalam Proyek Manhattan, dia menjawab, “ Ya, benar…. Di zaman modern, ya, tentu saja ada, dan di masa lalu, mungkin juga ada.”

Ditulis dalam puisi epik India Kuno, Ramayana menceritakan perjuangan hebat yang rela dilakukan  Pangeran Rama untuk menyelamatkan istrinya, Sinta dari  Rahwana, kita dapat menemukan detail tulisan yang menjadi gambaran tentang kekuatan senjata kuno yang digunakan :

“(Senjata itu) begitu kuat sampai bisa menghancurkan Bumi dalam hitungan detik – lalu muncul suara yang menggelegar dari asap dan kobaran api – dan dia duduk di atas kematian …”.

Menurut beberapa penulis dan peneliti, mengenai hal ini , tidak hanya Mahabharata saja yang mengisahkan tentang dahsyatnya kekuatan persenjataan kuno yang digunakan oleh ‘Dewa’, namun di India sendiri memang ada bukti-bukti kuat dari ledakan bom atom yang telah terjadi sejak puluhan ribu tahun yang lalu.

Jika membaca buku Mahabharata versi terjemahan, banyak orang setuju bahwa kisah yang ditulis dalam Mahabharata jelas menggambarkan bagaimana ‘Dewa’ menggunakan senjata canggihnya pada puluhan ribu tahun yang lalu di Bumi. Membawa bencana yang mampu mengguncang benua dengan senjata ‘Dewa,’ dijelaskan seperti ini :

“Gurkha terbang dengan cepat dengan Virmana yang kuat, melemparkan peluru tunggal yang mengandung kekuatan dari seluruh alam semesta. Asap dan kobaran api berpijar seterang sepuluh ribu Matahari, muncul  dengan segala kemegahan”.

“Itu adalah senjata yang belum diketahui, namun digambarkan sebagai sesuatu yang mirip dengan besi, yang dapat mengeluarkan kekuatan dahsyat seperti petir”.

Pada bagian  lain ada juga diceritakan tentang jenis senjata pemusnah massal lainnya: Dewa kematian mengutus seorang raksasa, yang membabat habis seluruh umat Vrishnis dan Andhakas.

“Mayat-mayat mereka dibakar agar tidak bisa dikenali”.

“Rambut dan kuku mereka jatuh”.

“Tembikar pecah tanpa sebab yang jelas, dan burung-burung berubah menjadi putih”.

“… Setelah beberapa jam, semua bahan makanan mengandung racun … … untuk melarikan diri dari kebakaran ini; para prajurit melemparkan diri di sungai untuk mencuci dan membersihkan semua peralatan mereka”.

Pertempuran kuno ini, dijelaskan secara rinci di seri ketujuh dari delapan belas seri buku Mahabharata, yang berjudul Dronaparwa.

Menurut sejarawan dan penerjemah Kisari Mohan Ganguli, tulisan-tulisan Hindu kuno penuh dengan rahasia dan gambaran senjata pemusnah massal yang belum diketahui. Beberapa berpendapat bahwa senjata yang mereka gunakan adalah sama kuat dengan senjata nuklir di masa kini. (spiritegg.com/Intan)