Organisasi Hacker Sebarkan “Virus”, Ancam Beberkan Rahasia Nuklir Tiongkok

47
Kelompok hacker mengancam membeberkan rahasia program rudal dan nuklir Tiongkok, Rusia dan Korea Utara. (internet)

Oleh: Li Zixi

Erabaru.net. Baru-baru ini virus Ransomware WannaCry menyerang dunia, dan organisasi hacker Shadow Broker yang secara tidak langsung menyebarkan “virus” internet mengancam akan membeberkan rahasia program rudal dan nuklir Tiongkok, Rusia dan Korea Utara.

Sejak 12 Mei lalu, Virus Ransomware WannaCry menyerang komputer di seluruh dunia, dan telah menyerang sedikitnya 150 negara di dunia dan wilayah.

Media asing mengungkapkan bahwa organisasi hacker yang menyebarkan virus Ransomware WannaCry ini diduga berasal dari “shadow broker”.

Organisasi ini juga yang menyatakan secara terbuka pada Selasa, 16/5/2017), bahwa mulai Juni 2017 akan menyebarkan virus setiap bulan ke komputer, web browser, ponsel dan perangkat lunak serta perangkat baru terkait.

Organisasi hacker itu juga berjanji akan merilis platform transfer -“Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication-SWIFT, termasuk merilis data terkait program rudal dan nuklir Rusia, Tiongkok, Iran atau Korea Utara.

Joseph Lorenzo Hall, pakar teknologi di Think tank Center for Democracy & Technology mengatakan, hacker-hacker ini diduga menguasai saluran penting. Mereka mengklaim berhasil mengakses informasi terkait senjata nuklir, sehingga memicu kekhawatian dunia luar.

Pembajakan yang merajalela di Tiongkok menjadi kawasan bencana serius.

Serangan internet oleh organisasi hacker kali ini yang menyerang Tiongkok menjadi “daerah bencana” bukan karena kebetulan, tapi karena meluasnya penggunaan software bajakan di Tiongkok, sehingga menyebabkan “bencana serius.”

Menurut media resmi PKT, setidaknya ada sekitar 40.000 lembaga diserang “WannaCry”, termasuk 4000 universitas dan lembaga pendidikan.

CEO Microsoft Steve Ballmer pernah mengkritik OS Windows yang digunakan di Tiongkok itu sembilan puluh persen adalah bajakan.

Sementara itu, peneliti dari perusahaan keamanan internet di Finlandia menggambarkan, jika di satu tempat ada sejumlah besar pengguna menggunakan software bajakan. Itu sama saja dengan membuka pintu masuknya serangan WannaCry.   Tiongkok tampaknya memenuhi kondisi ini.  (Jhony/rp)

Sumber: Secretchina