Keajaiban Ilmu Kedokteran Tiongkok Masa Lampau yang Menakjubkan

38
Ilustrasi (Wikimedia Commons)

Erabaru.net – Ada banyak keajaiban dalam ilmu kedokteran Tiongkok masa lampau. Alasan mengapa seorang dokter disebut “pekerja-ajaib” dikarenakan kemampuan supernormal dan kebijakannya. Keajaiban termanifestasi pada diagnosa akurat dan penanganan mereka terhadap penyakit. Benar-benar mengagumkan!

Menurut buku Historical Annals, Ca Gong pada pemerintahan Kaisar Wen dalam dinasti Han (202 BCE-AD 220) telah dikenal sebagai dokter manjur. Ada seseorang yang menderita karena sakit kepala. Ca Gong meraba nadinya dan memutuskan bahwa itu adalah penyakit yang sangat serius, tidak tertolong lagi.

Jadi ia memberitahukan saudara laki-laki si pasien, “Penyakit saudara laki-lakimu akan segera mempengaruhi usus dan perutnya, tubuhnya akan mengembung 5 hari kemudian, dan dia akan muntah nanah serta meninggal setelah 8 hari.” Itu terjadi tepat seperti yang ia katakan.”

Zhang Zhongjing dari dinasti Han juga seorang yang hebat, dokter manjur. Dikutip Erabaru.net, Dia pernah mendiagnosa Wang Zhongxuang yang baru berumur 17 tahun. Setelah mendiagnosa, ia berkata pada Zhongxuang, “Kamu punya penyakit dalam dan harus mengonsumsi sup “Lima Batu”, kalau tidak alis matamu akan rontok ketika kamu berumur 30 tahun.” Wang tak mempercayainya, juga tidak minum obat. Tentu saja, alis matanya benar-benar rontok saat ia berumur 30 tahun.

Dokter manjur Hua Tuo adalah nama yang lebih dikenal luas di negeri itu. Seorang pasien merasa kesakitan di bagian perutnya. Setelah mendiagnosa, Hua Tuo berkata, “Penyakitnya berakar mendalam dan kamu harus dioperasi. Namun bagaimanapun juga, kamu hanya punya 10 tahun untuk hidup, tidak peduli apakah kamu mengobatinya atau tidak.” Atas permintaan si pasien, Hua Tuo melakukan operasi, tapi ia tetap meninggal 10 tahun kemudian.

Para dokter selalu menunjukkan kemampuan mengagumkan mereka dalam pengobatan penyakit, mengobati banyak penyakit aneh dan gejala yang sulit, serta menyelamatkan nyawa manusia. Suatu ketika ada seorang pelajar miskin bernama Zhang Quang yang
hidup pada zaman “Tiga Kerajaan”. Tanpa diduga-duga, ia menerima warisan sebuah rumah berkamar 7, dan merasa sangat gembira dengan itu semua.

Bagaimanapun, kegembiraannya yang berlebihan menyebabkan kesengsaraan dan menjadi gejala yang memaksanya untuk tertawa tak terkontrol; yang mana tidak bisa disembuhkan dalam waktu lama.

Kemudian dengan ditemani oleh ayahnya, ia pergi untuk menemui Hua Tuo. Setelah meraba nadinya, Hua Tuo menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, “Penyakitmu tidak bisa disembuhkan. Ini di luar kemampuan saya.” Ayah dan anak itu terkejut dengan apa yang mereka dengar, dan berlutut untuk memohon pertolongan.

Hua Tuo berkata, “Saya punya seorang pengikut bernama Wu Pu yang tinggal di Xuzhou. Saya akan menulis surat padanya dan mungkin ia bisa menolong. Ingat, janganlah membuka surat ini di sepanjang perjalanan dan kamu harus sampai dalam 10 hari, kalau tidak nyawamu akan dalam bahaya.”

Perjalanan itu memakan waktu 8 hari bagi si ayah dan si anak untuk sampai ke sana. Setelah membaca suratnya, Wu Pu meledak tertawa. Suratnya berbunyi: “Tamumu tidak bisa berhenti tertawa tak terkontrol yang disebabkan karena kegembiraan berlebihan yang ekstrem. Ini tidak bisa disembuhkan dengan obat, jadi saya sengaja memberitahunya
bahwa ia sakit hampir mati, untuk membuatnya khawatir dan cemas. Di hari saat mereka sampai adalah hari di mana ia sembuh.”

Hanya setelah itulah si ayah dan si anak menyadari bahwa gejala penyakit anaknya sudah hilang. Dari sudut pandang ilmu pengetahuan kedokteran modern, ini sebenarnya adalah salah satu jenis dari pengobatan psikoterapi.

Ada kasus lain yang diceritakan dalam Hua Tuo Bie Zhuan (cerita tentang Hua Tuo) bahwa seseorang menderita gejala pusing-pusing dan tidak bisa disembuhkan dalam jangka waktu lama. Hua Tuo menyuruhnya untuk mencopot semua pakaiannya, menggantungnya terbalik dan menggunakan kain basah untuk membasuh seluruh tubuhnya. Kemudian nadinya menunjukkan 5 warna. Hua Tuo memotong nadinya dengan pisau dan mengalirkan darah 5 warna itu, lalu menempelkan plester di atas luka itu. Penyakit pusing dari si pasien dengan segera menghilang. Cara unik dari pengobatan ini benar-benar sebuah pekerjaan seni yang terbaik di kelasnya.

Bagaimana seorang dokter manjur bisa begitu mengagumkan? Hal ini terutama karena kemampuan pengalaman medis yang mereka hasilkan dari latihan yang cukup lama. Kita tidak bisa mengingkari fakta bahwa dokter-dokter ini punya suatu kemampuan khusus, bahkan kemampuan supernormal tertentu.

Contohnya adalah “pengamatan diagnosa” dalam pengobatan Tiongkok kuno. Dokter biasa menggunakannya hanya untuk meneliti perubahan warna pada kulit, ukuran pupil, ketipisan dari lapisan atas lidah, sedangkan untuk dokter manjur ini adalah suatu jenis bentuk terpendam dari hubungan di mana subjek dan objeknya mencapai hubungan saling mempengaruhi yang hebat.

Bian Que dari “periode musim semi dan musim gugur” mempunyai kemampuan seperti itu. Hal ini tercatat di Historical Annals, di mana Bian Que pernah mengepalai sebuah penginapan ketika ia masih muda. Dikutip Erabaru.net, seorang tamu bernama Chang Sangjun menjadi teman baiknya. Pada suatu hari, Chang Sangjun hendak mengajarkan Bian Que sebuah resep rahasia. Ia mengeluarkan suatu jenis obat yang dibungkus dalam secarik kain dan berkata, “Kamu harus menelan obat ini dengan air hujan sebelum air hujannya jatuh ke tanah.”

Tiga puluh hari kemudian kamu bisa melihat apa yang orang biasa tidak bisa melihat.” Ia lalu memberikan Bian Que buku dengan resep rahasia itu, Bian Que minum obat sesuai dengan apa yang dikatakan Chang Sangjun. Tiga puluh hari kemudian ia dapat melihat dengan jelas orang menembus tembok. Dengan penglihatan seperti itu, ia dapat melihat dengan jelas semua gejala di tubuh pasiennya.

Perlu diketahui juga bahwa Zhang Zhongjing dan Hua Tuo berlatih Qigong dengan rutin, yang mungkin telah memunculkan kemampuan supernormalnya. Dengan ini semua, ditambah dengan kerajinan mereka belajar dan mengasah otak, yang meningkatkan moral dan kemampuan pengalaman mereka. Pada akhirnya mereka menjadi dokter manjur pada zamannya.(Sumber: Zhengjian.org/asr)