- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Perlukah Anak Diberi Obat untuk Meningkatkan Keceradasan?

Ada sejumlah orangtua ingin meningkatkan kecerdasan anaknya melalui bahan obat-obatan, dan ada juga perusahaan dagang yang memanfaatkan pikiran ini, mempromosikan obat-obatan atau cairan gizi di pasaran yang katanya dapat meningkatkan kecerdasan.

Hingga saat ini, dunia ilmu kedokteran masih belum menemukan obat-obatan apa pun yang dapat meningkatkan daya ingat maupun inteligensi anak-anak normal.

Oleh karena itu, para ahli memperingatkan kepada orangtua, bahwa anak yang pertumbuhannya normal lebih baik tidak meminum benda-benda (obat) semacam itu, jika terjadi sesuatu besar kemungkinan akan menimbulkan beberapa akibat yang tidak diinginkan.

Dan tentu saja, terhadap anak-anak yang berpenyakit karena kekurangan gizi tertentu, memang diberi obat sesuai penyakitnya. Misalnya penyakit hiperaktif anak-anak, anak itu banyak sekali gerakannya, pikiran tidak terpusat, tidak konsentrasi dengan apa saja yang dikerjakannya, prestasi belajarnya jelek.

Anak-anak seperti ini di bawah pengarahan dokter, diberi obat yang diperlukan memang bermanfaat. Selain itu, anak-anak yang dikarenakan lingkungan atau kebiasaan makanan mengakibatkan kekurangan gizi tertentu, setelah diagnosis yang pasti, bisa melengkapinya dengan makanan atau obat yang sesuai.

Bagi yang tengkoraknya mengalami luka luar ketika lahir, hambatan metabolisme turunan, inteligensi rendah yang diakibatkan sang ibu mendapat infeksi virus di masa hamil dan sebagainya, dapat diberi obat yang sesuai untuk memperbaiki inteligensi.

Namun demikian, sekali lagi, terhadap anak yang pertumbuhannya normal, obat-obatan tidak dapat meningkatkan inteligensi atau daya ingatnya.

(Sumber: The Epoch Times)