Erabaru.net. Selama bertahun-tahun, Sungai Kuttemperoor di daerah ujung selatan India, tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, akibat munculnya gulma dan akumulasi endapan limbah tebal dari pabrik penambang pasir, serta kegiatan konstruksi ilegal.

Ganggang hijau dan parasit beracun telah mengotori sungai sejak lama, dan menyebabkan ikan dan kehidupan  air sungai lainnya tersapu bersih. Padahal, dulu merekalah yang hidup dan menjaga ekosistem di sungai sepanjang tujuh mil ini.

Namun pada awal tahun ini, sebanyak 700 penduduk dari desa yang dialiri Sungai Kuttemperoor bersatu dalam upaya pembersihan sungai berskala besar, yang sebagian besar didorong akibat kekeringan dan kekurangan air yang terus-menerus melanda penduduk sekitar sungai. Sehingga menyebabkan penduduk kesulitan dalam mendapatkan air bersih untuk keperluan irigasi maupun kebutuhan minum dan untuk keperluan lainnya.

(Foto: Indian Express)

Didorong berkat niat untuk membersihkan sungai oleh seluruh masyarakat desa sekitar, para pekerja rela menerjang racun, penyakit dan bahkan ancaman buaya selama lebih dari dua bulan untuk membersihkan dan mengembalikan Sungai Kuttemperoor ke fungsi aslinya.

“Saya sempat sakit demam berdarah selama dua minggu, tapi saya kembali bekerja tepat pada hari dimana saya sembuh,” tutur salah satu pekerja, Geetha P.

Dia dan penduduk desa lainnya bekerja tanpa kenal lelah untuk membersihkan lapisan tebal gulma beracun dan lapisan sampah plastik yang mengotori permukaan atas dan dasar sungai.

(Foto: Hindustan Times)

Pekerjaan itu akhirnya dapat memberikan akses kepada alat berat untuk mengeruk lapisan berat limbah lumpur dan dan limbah padat, yang mengendap di bawah permukaan sungai. Proyek yang sulit untuk dikerjakan ini akhirnya selesai pada 20 Maret, setelah menghabiskan waktu selama 70 hari.

“Kini, para nelayan sangat senang karena ikan-ikan mulai muncul lagi di sungai,” kata NK Sukumaran Nair, seorang aktivis lingkungan yang bekerja di organisasi lokal non-pemerintah.

“Ketika terjadi kelangkaan air dalam waktu yang sangat lama, kami tidak punya pilihan selain untuk menghidupkan kembali sungai meskipun hal itu jelas akan menghabiskan banyak uang dan energi,” kata P. Viswambhara Panicker, ketua pekerja proyek desa tersebut.

(Foto : Indian Express)

“Agar dapat meyakinkan pemerintah, kami telah mengirimkan sebuah laporan proyek terperinci kepada pemerintah untuk menghilangkan lumpur sungai dan untuk mempromosikan ekowisata di wilayah ini. Kami juga telah melakukan program untuk menyadarkan masyarakat agar tidak mencemari sungai lagi,” tambahnya

Berkat kerja keras 700 penduduk, sungai ini sekarang memiliki kehidupan yang lebih baik. Sungguh sebuah contoh yang luar biasa tentang apa yang bisa terjadi ketika banyak orang berkumpul untuk mengerjakan sesuatu demi kebaikan bersama.( inspiremore.com/Intan)

Share

Video Popular