Oleh: Chen Songling

Erabaru.net. Resensi Buku: “Pengungkapan Kehidupan dari Luar Planet Bumi”

Bab 1  Alien ada di sekitar kita

Temuan dari beberapa berita terbaru belakangan ini

Tentang berita kehidupan di luar bumi bisa diperoleh dengan mudah dan bahkan terus diperbarui. Khususnya, di zaman informasi bebas saat ini, yang namanya rahasia hampir tidak ada tempat untuk bersembunyi.

Hal yang paling umum adalah munculnya berita tentang UFO (Unidentified Flying Object / ObjekTerbang yang Tak Teridentifikasi). Pada 9 Mei 2016, situs NTDTV melaporkan sebuah tim pengamat alien “Secure Team 10” di YouTube, mengunggah sebuah film mereka mengenai observasi Google Earth   dan menemukan bahwa segala sesuatu yang seharusnya serba senyap, pada lembah meteorite crater (kawah meteorit) bulan yang hitam pekat, terdapat benda yang sempat mengeluarkan beberapa kali kilatan aneh yang setelah itu menghilang.

Observasi Google Earth adalah sebuah organisasi non-profit yang bekerja sama dengan NASA, sejak beberapa tahun yang lalu hingga sekarang, memungkinkan pengguna untuk menonton film permukaan bulan, planet mars dan lainnya.

Pada26 Mei tahun yang sama, “Secure Team10” sekali lagi menayangkan film tentang sesuatu yang mirip bangunan buatan pada permukaan bulan yakni lima batang benda berbentuk pilar misterius yang berdiri rapi, menjulang tinggi di tepi kawah bulan, nampaknya dibuat oleh mahluk cerdas, bahkan menambahkan bukti foto-foto bangunan yang berkali-kali pernah terekam oleh NASA pada permukaan Mars dan bulan, tapi telah dengan sengaja disamarkan dan ada yang dihapus.

Pada 1 Juni 2016, pemirsa malah menemukan gambar UFO berbentuk tapal kuda yang dengan tidak disengaja terekam dalam gambar yang ditayangkan langsung oleh satelit NASA, dan penanganannya adalah dengan memutus penayangan itu secara terburu-buru.

Di kala para filsuf dan arif bijaksana menerawang ke langit maha luas, mengagumi alam semesta yang tiada tepi, senantiasa pada hati mereka timbul ketakwaan dan respek terhadap penciptaan, atau mereka akan berpikir, ”Adakah kehidupan di planet lain pada ujung lain alam semesta sana yang juga sedang menatapku?” Pemikiran ini boleh jadi bakal menjadi kenyataan.

Pada 23 Juli 2015, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dengan bersemangat mengumumkan penemuan saudara kembar Bumi yakni Kepler 452b; planet berbatu cadas yang mengorbit sebuah bintang pada jarak yang sama dengan jarak Bumi mengorbit matahari, sehingga ia memiliki sejumlah kondisi mengandung unsur kehidupan.

Para ilmuwan menyatakan, ia mungkin seperti bumi kita yang memiliki gunung berapi aktif, laut dan sinar mentari.

Pada 28 September NASA mengumumkan lagi, dalam sebuah studi terbaru terhadap Mars ditemukan, air garam yang eksis sesuai dengan perubahan musim. Hal ini membuktikan bahwa pada Planet Merah ini mengandung unsur-unsur dasar kehidupan, tirai tipis tentang penemuan kehidupan di luar bumi sudah sampai pada saat-saat terakhir menjelang terungkap.

Berita yang mengkonfirmasi keberadaan kehidupan dari angkasa luar, sedikitpun tidak mengejutkan bagi mereka yang secara kontinyu memperhatikan dan meneliti, bahkan telah mengadakan kontak dalam jangka panjang dengan kehidupan dari angkasa luar itu.

Mendekati seabad ini, para alien itu tidak pernah memutuskan hubungan dengan Bumi. Contoh yang paling terkenal adalah pada tahun 2001 munculnya jawaban dari kehidupan dari angkasa luar pada ladang gandum di Inggris yakni jawaban dalam merespon pesan pada 1974 tentang pengiriman informasi ke luar angkasa yang dipancarkan NASA dari pangkalan Areciba.

Kehidupan dari angkasa luar dalam sekejap telah menjawab dengan membentuk simbol-simbol secara tepat, akurat dan tanpa kesalahan. Itu disebutkan sebagai bukti tak terbantahkan tentang adanya alien yang secara aktif ditunjukkan kepada umat manusia, akan diperkenalkannya secara rinci pada waktu yang tepat.

Pada 21 Mei 2014, Seth Shostak seorang astronom senior dari Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) California bersaksi di depan Kongres AS bahwa dengan menggunakan radio dan optic teleskop yang paling canggih di dunia diyakini kehidupan dari angkasa luar dapat ditemukan dalam tempo 20 tahun.

Ia dengan sangat optimis mengatakan, “Semua hadirin di ruang ini, di dalam kehidupan kali ini niscaya dapat menyaksikan hasil observasi tersebut.”

Sesungguhnya, tanpa pembuktian oleh teknologi canggih pun, kehidupan dari angkasa luar eksis dalam kehidupan di sekeliling kita, bukan saja dapat dilacak, bahkan jauh melampaui imajinasi kebanyakan orang. (pur/whs/rp)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular