Erabaru.net. Orang-orang Tionghoa kuno makan dua kali per hari dengan porsi makanan yang sangat sedikit. Mereka juga sangat jarang makan daging, yang dipercaya dapat membantu memperbaiki kelancaran pencernaan mereka.

Sejak zaman kuno, ada banyak contoh orang-orang yang sakit akibat makan berlebihan dan pola makan yang tidak sehat. Sehingga agar kesehatan mereka pulih, mereka harus menjaga pola makan dengan benar dan meningkatkan asupan sayuran.

Pertimbangkan cara hidup dari aspek kultivasi diri orang Tionghoa kuno. Yen Hui, seorang penganut ajaran Konfusius, merasa berkecukupan walau setiap hari hanya makan sangat sedikit dan minum air.

Salah satu teman saya juga hanya makan semangkuk nasi dan mentimun setiap kali makan. Dia berusia 40 tahun, tapi masih terlihat seperti berusia 20 tahunan dan memiliki kesehatan yang prima.

Pendekatan orang dahulu terhadap makanan adalah dengan ‘mengurangi keinginan akan makanan’, mengurangi menikmati rasa enak di lidah, menahan diri dari makan berlebih, dan hanya menyajikan daging kepada orang tua dan leluhur. Mereka percaya bahwa banyak penyakit disebabkan dari pola makan yang terlalu sering dan berlebihan.

Selain itu, mereka menilai kesehatan seseorang dari esensi kehidupan, energi vital, dan kemampuan mental mereka, bukan dari kulitnya yang mengkilap.

(Gambar : Pixabay / CC0)

Mengontrol emosi dan gaya hidup

Selalu gelisah dan mudah tersinggung dapat membuat tubuh menghabiskan energi dengan lebih cepat, sehingga menyebabkan orang-orang tersebut membutuhkan nutrisi tambahan.

Jika Anda bisa tetap tenang tanpa terlalu banyak keinginan, maka otomatis Anda akan makan lebih sedikit, jarang sakit, dan selalu sehat. Bahkan roti kukus sederhana pun bisa menjadi makanan lezat jika dimakan dengan pikiran yang tenang.

Tidur cukup

Tidur selama delapan jam setiap hari telah dianggap sebagai waktu ideal manusia untuk mengistirahatkan tubuh. Secara umum, mereka yang memiliki sedikit keinginan dan hidup dengan kedamaian batin tidak perlu tidur lama. Misalnya, sebelum berbaring di tempat tidur, orang dahulu memperhatikan pemikiran dan kebajikan mereka melalui introspeksi diri.

Dengan pikiran yang damai dan mengalami lebih sedikit konflik di siang hari, mereka secara alami dapat mudah tertidur di malam hari begitu kepala mereka menyentuh bantal, dan mereka otomatis bangun tanpa perlu diberi alarm.

Membeli peralatan yang menyehatkan

Konsep olahraga masa kini melibatkan peningkatan aktivitas fisik, namun ternyata tetap tidak mampu membuat orang terhindar dari penyakit. Orang dahulu merawat kesehatan mereka dengan berlatih kaligrafi, melukis, bela diri, meditasi, atau bermain alat musik.

Orang dahulu merawat kesehatan mereka dengan berlatih kaligrafi, melukis, bela diri, meditasi, atau bermain alat musik. (Gambar: Courtesy of NTDTV AP)

Penekanannya adalah menjaga kerja jantung dan keseimbangan antara tubuh dan pikiran. Sebagai contoh, setelah bertahun-tahun meditasi, sarjana sastra terkenal bernama Qian Mu memiliki mata yang berkilauan dan energi yang melimpah setiap hari, yang dikatakan bahwa itu disebabkan karena upaya “diam”-nya.

Memerlukan relaksasi dan hiburan

Ilmu pengetahuan modern mengatakan bahwa seseorang seharusnya tidak selalu bekerja, karena mereka juga membutuhkan ketenangan, relaksasi, dan kegembiraan. Akibatnya, banyak orang menempuh cara ekstrem untuk melepas penat setelah bekerja keras setiap hari.

Berbagai jenis makanan, permainan, dan hiburan yang memacu tubuh dan pikiran malah membuat orang lebih cepat lelah lagi dan menua.

Orang-orang dahulu sangat santun saat beraktivitas, seperti berjalan, beristirahat, dan duduk. Akibatnya mereka dapat merasakan kedamaian batin saat berada di lingkungan yang bising, merasa nyaman saat sibuk di tempat kerja. Karena itu kita harus melakukan segala aktivitas dengan pikiran yang damai dan melakukannya tanpa henti.

Sebenarnya, beberapa pengetahuan ilmiah saat ini telah membatasi kemampuan orang, dengan memberi batasan hanya ke dunia material ini, dan membuat mereka kesulitan untuk menyadari kemampuan mereka yang lebih tinggi. Orang menjadi mudah terjebak dalam kecemasan, mati rasa, dan kegugupan.

Metode hidup orang dahulu dapat mengembalikan orang untuk meningkatkan kesehatan secara alami dan santai namun bersemangat. (jul/rp)

Share

Video Popular

Ad will display in 10 seconds