Mengapa ketika orang marah, lambung sering kali merasa sakit? Ahli saraf dari Universitas Columbia, New York, AS, Michael berpendapat, bahwa dalam perut kita terdapat sebuah otak.

Otak Perut dan Otak Besar Saling Bekerja Sama

Organ dalam seseorang dalam 75 tahun kira-kira harus dilalui 35 ton lebih zat gizi dan 50 ribu liter lebih cairan, jumlah yang dilalui semua zat ini dikendalikan oleh intelektual tinggi otak perut. Otak perut mampu menganalisa ribuan bahkan puluhan ribu jenis komposisi zat kimia, sekaligus menjaga tubuh manusia terhindar dari serangan berbagai macam racun dan bahaya.

Usus adalah organ kekebalan yang paling besar dalam tubuh manusia. Ia mempunyai 70% sel defensif tubuh manusia, sejumlah besar sel defensif saling berkaitan dengan otak perut. Ketika zat racun masuk ke dalam tubuh, otak perut mengetahui terlebih dulu, lalu segera mengeluarkan sinyal peringatan kepada otak besar, manusia segera menyadari ada zat beracun di perut, maka selanjutnya ia akan mengambil suatu tindakan yakni muntah, kejang, atau diare.

Ilmuwan berpendapat semakin menuju ke sistem pencernaan yang lebih dalam, maka daya pengendalian otak besar terhadapnya semakin lemah. Mulut, sebagian kerongkongan  dan lambung semua dikendalikan oleh otak besar, sedangkan bagian lambung ke bawah dikendalikan oleh otak perut, ketika terakhir sampai pada poros usus dan anus, pengendalian kemudian kembali ke otak besar.

Otak Perut Bisa Bermimpi Juga Bisa Sakit

Otak besar dan otak perut acap kali mempunyai manifestasi yang serupa, reaksinya juga secara serentak. Pada penderita demensia usia lanjut dan penderita penyakit parkinson, acap kali pada bagian kepala dan perut ditemukan jaringan nekrosis yang sama, penderita penyakit sapi gila umumnya adalah otak besar mengalami kerusakan lalu timbul penyakit gila, dan bersamaan itu organ usus juga acap kali mengalami kerusakan parah; ketika sentral otak merasa tegang atau tekanan rasa takut, reaksi sistem lambung usus biasanya adalah kejang dan diare.

Kebersamaan struktur molekul antara sel otak besar dan otak perut dapat menjelaskan, mengapa obat untuk penyembuhan penyakit kepala atau obat untuk penyakit jiwa juga efektif terhadap usus lambung.

Seperti misalnya, obat antidepresi mungkin mengakibatkan pencernaan buruk, obat migran dapat menyembuhkan rasa tidak enak pada usus dan lambung. Belum lama ini, sejenis obat baru untuk pengobatan kekacauan fungsi lambung mulai diedarkan di pasaran, dan obat ini ternyata adalah digunakan untuk mengobati phobophobia (penyakit ketakutan).

Otak perut juga bisa sakit, lagi pula lebih banyak penyakitnya dibanding otak besar. Ketika fungsi saraf perut mengalami kekacauan, maka otak perut akan “gila”, dan mengakibatkan ketidakseimbangan fungsi pencernaan manusia. Orang-orang bahkan menemukan zat sejenis di dalam otak perut yang mempunyai hubungan dengan fungsi ingatan otak besar.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa otak perut mempunyai fungsi ingatan. Melampaui batas atau rasa takut yang berlangsung terus-menerus tidak hanya meninggalkan kesan di otak, bahkan bisa meninggalkan tanda selar pada organ usus dan lambung.
(Dajiyuan/asr)

Share

Video Popular