Erabaru.net – Seorang pria bernama George Ghossen mulai berbalas surat dengan Truk Gertz saat dia berusia 14 tahun dan Truk berusia 12 tahun. Keduanya adalah sama-sama warga Amerika Serikat.


Kini mereka berdua masing masing dalam lingkungan 50-an dan telah melanjutkan tradisi mengirim surat ini selama 42 tahun. George akhirnya memutuskan untuk menemui Truk.

Foto : Blasting News Library – aarp.org

Seperti dilaporkan Inside Edition, kisah bagaimana mereka mulai berbalas surat sangat singkat sebenarnya. Mereka menjadi teman pena melalui surat berantai. Mereka diminta menulis surat kepada enam orang, dan George adalah satu-satunya yang menulis kembali ke Truk.

Selama 42 tahun itu, mereka menulis setidaknya sebulan sekali. Bahkan, mereka masih menyimpan surat yang telah mereka terima.


Antara isi surat adalah hal-hal dalam hidup mereka dari sekolah, perguruan tinggi hingga saat dewasa.

Menurut Truk, dia ingin bertemu dengan George sejak lama. Namun, George merupakan seorang yang sangat percaya dengan mitos yakni  jika mereka bertemu akan menjadi sial.

Namun, setelah 42 tahun, George merencanakan pertemuan dengan Truk.

Mereka memang sangat gugup untuk bertemu satu sama lain. Tapi mereka juga bersemangat. Dalam pertemuan itu, George telah bertemu dengan suami Truk serta kedua anaknya.

Menurut suami Truk, pertemuan itu seperti bertemu anggota keluarga yang lama terpisah.

Menurut mereka berdua, berkirim surat ini memiliki nilai yang jauh lebih berharga daripada mengirim pesan melalui email atau pesan singkat. Menurut mereka persahabatan menjadi utuh karena mereka saling berbalas surat.


Selama menulis surat, mereka tidak pernah menempatkan nilai romantis pada isi surat. Mereka hanya menganggap diri mereka sebagai anggota keluarga. Hal ini sangat berarti buat George yang tidak ada anggota keluarga lain. (Erabaru.com.my/asr)

Share

Video Popular