Erabaru.net. Mai Oltra, gadis berusia 27 tahun yang telah menjalani sebagian besar hidupnya dengan makan terus menerus, sampai mengalami obesitas. Akibatnya, kesehatannya semakin hari semakin  memburuk. Beratnya mencapai 114 kilogram dan memiliki indeks massa tubuh 45,5%, hampir setengah dari tubuhnya diisi oleh lemak.

(Foto: Instagram)

Mai kerap mendapat ejekan dan pelecehan karena penampilannya, dan sering kali mencoba untuk berdiet. Dia juga pernah mengunjungi dokter yang mengatakan kepadanya bahwa satu-satunya hal yang dapat dilakukannya  untuk menurunkan berat badan adalah sedot lemak. Hal itu justru membuat Mai merasa jauh lebih buruk daripada sebelumnya.

(Foto: Instagram)

Suatu hari, akhirnya dia memutuskan bahwa jika dia ingin mengubah hidupnya selamanya, dia tidak akan melakukannya untuk orang yang kerap mengganggunya, ataupun untuk pasangannya, ataupun untuk keluarganya, ataupun untuk orang lain, tapi untuk dirinya sendiri. Dirinyalah yang meninspirasi dirinya sendiri.

Akhirnya, dia menemukan seorang dokter dan terapis yang baik. Karena dokter itu  menyadari bahwa Mai memiliki gangguan makan, yaitu kecanduan makanan yang tinggi. Gangguan makan bisa  datang dalam berbagai bentuk, tidak hanya anoreksia dan bulimia. Dalam kasus Mai, makanan itu merupakan sesuatu yang membuatnya kecanduan dan dipengaruhi suasana hatinya. Jika dia mengalami hari yang buruk atau bad mood, dia akan memakan banyak makanan, karena menurut Mai itu dapat membuatnya merasa lebih baik.

(Foto: Instagram)

Mai bercerita tentang kejadian yang pernah dia alami kepada dokternya itu, “saya pernah makan diam-diam pada malam hari saat merasa gelisah dan kesal. Saat saya hendak pergi ke sekolah keesokan harinya, saya sudah berpikir bahwa mereka akan mengejek saya, menghina dan memukul saya. Dan ketika saya mengingat hal itu, saya memutuskan untuk makan terus menerus demi meluapkan emosi kekesalan.”

Dokter yang menanggapi cerita Mai, menjelaskan bahwa Mai tidak pernah memberi makanan ke perutnya, tetapi hanya memberi asupan berupa emosi ke perutnya, seperti kegelisahan, ketakutan, dan frustasi. Sehingga membuat Mai tidak pernah merasa kenyang dan terus makan tanpa henti.

Dari penuturan sang dokter, Mai kemudian sadar dan berusaha untuk meningkatkan harga dirinya, dengan memberi makanan saja ke tubuhnya.

(Foto: Instagram)

Mai benar-benar berhasil mengubah kebiasaan makannya, mulai berolahraga dan melanjutkan terapi. Berkat pemahaman kekasihnya, mereka berdua mulai memiliki kebiasaan sehat di rumah dan mengubah jenis makanan yang mereka makan.

(Foto: Instagram)

Wanita muda itu masih memiliki kulit berlemak dan agak longgar karena obesitasnya di masa lalu. Namun, dia tetap memutuskan untuk membuat akun di Instagram untuk menunjukkan kebenaran di balik penurunan berat badannya. Dengan melakukan hal ini, dia berharap dapat membantu orang lain yang merasa buruk dengan tubuh gemuk mereka.

Terkadang, Mai sangat ingin untuk menyantap habis setiap makanan lezat yang dia lihat jika pergi ke mall, restoran, atau tempat makan lain. Namun, dia juga takut terjerumus lagi ke kebiasaannya dulu untuk makan terus-menerus. “Jika suatu hari nanti saya punya masalah dan berat badan saya bertambah 50 kilogram tanpa sebab, saya akan menurunkan berat badan karena saya tahu saya bisa dan selalu bisa,” ujar wanita ini.( perfecto.guru/Intan)

Share

Video Popular