Erabaru.net – Kelompok ISIS atau disebut Daesh mengklaim menjadi dalang atas aksi bom bunuh diri yang menyasar aparat kepolisian dan sejumlah warga di Kawasan Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) malam.

ISIS dalam situs resmi pendukungnya menyatakan bertanggungjawab atas bom bunuh diri kembar, yang terjadi di pusat Ibu Kota Jakarta. Serangan teroris tersebut menargetkan sebuah stasiun bis di Jakarta Timur.

“Pelaku penyerangan terhadap polisi Indonesia di Jakarta adalah Muqatil Negara Islam,” tulis Amaq seperti dikutip dari laman almasdarnews.com, Jumat (26/5/2017).

Beberapa petugas polisi gugur dan lainnya terluka dalam serangan tersebut pada  Rabu 24 Mei 2017. Serangan tersebut terjadi saat gerakan negara Islam mulai beraksi pada sejumlah negara di Asia Tenggara serta melakukan serangan di  Filipina dan menguasai kota Marawi dalam bentrokan dengan Militer Filipina.

Pada kejadian itu, dua orang pelaku bom bunuh diri juga tewas di tempat. Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen(Pol) Setyo Wasisto mengatakan kejadian bunuh diri tersebut terjadi pada dua lokasi pertama di Toilet dan tak jauh dari halte Bus Transjakarta. Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 21.00 WIB selanjutnya terjadi pada pukul 21.05 WIB.

Saat olah TKP aparat kepolisian mengamankan barang bukti yakni lempengan alumanium, serpihan kain, serpihan ransel, pakaian atau atribut korban, material diduga bahan bom terdiri serpihan paku dan batu gotri, kabel switch, casing HP, KTP kemudian foto copy KTP serta struk pembelian panci di Padalarang, Jawa Barat.

Dalam perkembangan terakhir pihak kepolisian sudah menggeledah dua rumah diduga tempat tinggal dua pelaku bom bunuh diri di Kampuang Melayu. Kedua orang ini dikaitkan dalam kelompok Jamaah Anshor Daulah (JAD). (asr)

Share

Video Popular