Erabaru.net – Sebab-musabab kebotakan pada rambut kepala seseorang memiliki hubungan yang sangat erat dengan makanan maupun minuman dan hormon serta ketegangan jiwa dan lain sebagainya.

Yodium bisa membuat rambut tampak lembut dan bercahaya, lagi pula bisa mencegah kekeringan rambut. Ia bisa membuat pengeluaran tiroksin menjadi subur, dan hubungan pertumbuhan rambut dengan tiroksin sangat erat.

Dalam makanan hewani tidak terdapat yodium, sedangkan tumbuh-tumbuhan laut seperti misalnya, ganggang laut, sayuran dan lain sebagainya kaya akan kandungan yodium, lagi pula jenis rumput-rumput laut ini mengandung sejumlah besar zat kalsium, besi.

Dalam komposisi rambut mengandung asam amino sulfur. Misalnya, Cystine, Methionine dll. Semua asam amino ini tergolong jenis protein, kacang kedelai, kacang tanah, wijen, dan lain sebagainya cukup kaya akan kandungan proteinnya.

Orang dulu hingga sekarang yang mengatakan bahwa dengan seringnya makan wijen dapat membuat “rambut indah tumbuh kembali, rambut putih menjadi hitam”, anggapan demikian ada prinsip ilmiahnya, di mana paling tidak makanan tumbuh-tumbuhan ini memberikan komposisi gizi yang utama pada rambut.

Kolesterol yang tertimbun di atas kepala yang dikeluarkan dari dalam tubuh, tidak saja akan menyebabkan ketombe juga satu penyebab utama akan kerontokan rambut, dan puncak kepala yang botak, adalah karena ia membuat buntu kelenjar keringat dan kelenjar sekresi, sehingga mengakibatkan metabolisme kulit kepala melemah, dan terjadi kesulitan pertumbuhan rambut. Ketegangan jiwa yang kelewat tegang juga bisa mengakibatkan kebotakan lokal, bahkan konon katanya yang parah bisa menjadi botak dalam semalam.

Penderita kebotakan bisa diperbaiki atau dicegah melalui perawatan dokter dan memperhatikan keselarasan makanan maupun minuman. Dan dalam hal makan-minum perhatikan untuk memilih makanan yang bermanfaat bagi pertumbuhan rambut:

  1. Lengkapi makanan berprotein nabati, perbanyak makan kacang kedelai, wijen hitam, jagung dan makanan lainnya.
  2. Lengkapi dengan zat besi, perbanyak makan kedelai, kacang hitam, telur, hewani, ikan selayur, udang, kacang rebus, pocai (semacam sayuran mirip bayam), ikan mas, pisang, wortel, kentang dsb.
  3. Lengkapi makanan yang kaya akan yodium.
  4. Perbanyak makan makanan yang bersifat alkali, misalnya sayur-mayur segar, dan buah-buahan.
  5. Perbanyak makan makanan yang kaya akan vitamin E, misalnya, seledri, bayam, pocai, sawi, sayur kimcan, wijen hitam dan sebagainya.
  6. Perbanyak makan makanan yang kaya akan kandungan zat perekat tulang yang berprotein lekat, misalnya sop tulang sapi, sop iga babi dsb.

Dalam makan dan minum hindari dan pantangi makanan seperti tersebut berikut ini:

  1. Rokok, arak (bir), dan makanan pedas dan merangsang (beraroma tajam), misalnya bawang merah-bawang putih, kucai, jahe, ketumbar china, cabai, kulit manis (tumbuhan) dsb.
  2. Pantang makanan yang banyak lemak atau makanan yang bersifat panas (daging yang berlemak dan makanan gorengan).
  3. Kurangi makan makanan yang banyak mengandung gula dan lemak, misalnya daging hati, bawang bombai dan lain-lain yang bersifat asam. (Epochtimes/asr)

 

Share

Video Popular