Erabaru.net. Beberapa waktu lalu, seorang pemburu asal Afrika Selatan yang khusus memburu hewan-hewan berukuran besar tewas tertimpa gajah yang tumbang ditembak rekannya sesama pemburu di kawasan Gwai, Zimbabwe.

Oleh para netizen, mereka mengatakan bahwa itu adalah pembalasan azab akibat perbuatannya.

Menurut laporan, Theunis Botha, pemburu asal Afrika Selatan sering memburu hewan-hewan berukuran besar, tapi naas baginya, ketika sedang berburu beberapa waktu lalu, ia tewas tertimpa gajah yang ditembak rekannya sesama pemburu.

Theunis Botha (51) adalah seorang pemburu professional asal Afrika Selatan. Ia mulai menjalankan sebuah perusahaan sejak 1983. Ia memimpin kliennya berburu dengan nama Game and Hounds Safari. Klien-kliennya ini membayar ribuan dolar AS mengikuti Botha berburu hewan-hewan besar seperti gajah, jerapah, singa, buaya dan binatang besar lainnya di Afrika Selatan, Zimbabwe, Mozambik, dan kawasan lain.

Theunis Botha (51) asal Johannesburg, Afrika Selatan sedang memimpin sekelompok pemburu berburu di Good Luck Farm dekat Taman Nasional Hwange, Jumat (19/5/2017). Saat itulah, mereka melihat sekelompok gajah besar disertai gajah kecil.

Tiga ekor gajah yang merasa terancam, lalu mulai menyerang para pemburu. Melihat kondisi berbahaya itu, Botha melepaskan tembakan untuk menakuti hewan-hewan besar tersebut.

Namun, tembakan tersebut malah membuat gajah keempat mengamuk lalu menyerang dari arah samping sebelum mengangkat Botha dengan menggunakan belalainya. Melihat situasi itu, salah seorang pemburu lalu menembak mati gajah tersebut. Celakanya, saat gajah itu tumbang, tubuhnya menimpa Botha yang mengakibatkan kematiannya.

Theunis Botha, pemburu ternama asal Afrika Selatan bersama hewan buruannya. (Video screenshot)

Simukai Nyasha, juru bicara Taman Zimbabwe dan Manajemen Wildlife Authority mengatakan, insiden tersebut terjadi pada Jumat, (19/5/2017), dan mengkonfirmasi kematian Botha pada Agence France-Presse-AFP.

“Secara tak disadari, ia berada di dalam kawanan gajah dan terinjak-injak hingga tewas. Gajah betina ambruk dan tewas dengan posisi menimpa ayah lima orang anak itu. Akibatnya Botha juga tewas dan sempat terinjak-injak oleh gajah-gajah lainnya,”ujar Nasyha. Menurut Nasyha perburuan kawanan pemburu saat itu memang legal.

Semasa hidupnya, Botha kerap mempromosikan safari perburuannya di facebook dan YouTube, serta memamerkan hasil buruannya. Sekarang, setelah kematiannya, banyak komentar negatif di laman Facebook dan YouTube. Sejumlah netizen mengatakan bahwa itu adalah azab-nya. Sementara netizen lain mengatakan bahwa alam telah memberinya hukuman yang setimpal. (Fu Mei-xuan/ Jhony  /rp)

Sumber: Secretchina     

Share

Video Popular