Erabaru.net.  Terkait Korea Utara yang kembali menguji coba senjata nuklirnya baru-baru ini, Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan, akan menggunakan cara-cara damai untuk memecahkan masalah ini, karena jika menggunakan tindakan militer akan menimbulkan “bencana tragis yang tak terbayangkan”.

Melansir Fox News, Jumat (19/5/2017), Mattis mengtakan, Pyongyang tidak mendengarkan peringatan dari komunitas internasional terkait program rudal dan nuklirnya. Namun Mattis menekankan akan menggunakan solusi damai melalui PBB dan saluran dari Tiongkok, dan menghargai upaya-upaya Tiongkok untuk menekan Korut.

“Tampaknya ada sejumlah efek dari Tiongkok yang berhasil di sini,” tutur Mattis.

Seperti diketahui, Minggu (14/5/2017) lalu, Korea Utara berhasil menguji coba rudal jarak jauhnya dibawah “pengawasan” langsung dari pemimpin Kim Jong-un. Uji coba rudal itu mendarat di lepas pantai Rusia.

Media Korea Utara, Korea Selatan dan Jepang melaporkan, rudal yang diluncurkan Korea Utara itu sekitar 700 kilometer (435 mil), dengan ketinggian maksimum 2000 km (1.243 mil). Komandan Pasifik AS mengatakan, rudal uji coba tersebut “bukan jenis rudal balistik antarbenua.”

“Kita akan terus berusaha mengatasi masalah itu.” kata Mattis dalam konferensi persnya di Pentagon, Jumat (19/5/2017).

Dia menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer. “Seperti yang kalian tahu, jika ini menjadi solusi militer, maka akan menimbulkan bencana dengan skala yang tak terbayangkan. Jadi upaya kita adalah bekerja sama dengan PBB, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan untuk mencoba menemukan jalan keluar dari situasi ini,” tutur Mattis.

Pemerintah Trump, seperti dilansir Reuters, Jumat (19/5/2017) waktu setempat, masih akan mencari solusi damai lain sebelum opsi militer. Saat ini, pasukan AS yang ditempatkan di Korea Selatan ada sekitar 28.500 tentara.

Korea Utara mempercepat upaya pengembangan rudal balistik antar benua yang mampu mengantarkan hulu ledak nuklir ke daratan Amerika Serikat. Ribuan penduduk Korea Utara berbaris di jalan untuk memberi penghormatan pada para ilmuwan dan pekerja di balik uji coba rudal, Minggu (14/5/2017).

Bahkan tanpa misilnya, Korea Utara bisa mengumpulkan unit artileri di sepanjang perbatasannya dengan Korea Selatan dan setiap tindakan militer dari Pyongyang akan bisa membuat kerusakan serius. Ibukota Korea Selatan, Seoul, hanya berjarak sekitar 55 km dan Korut bisa merasuk ke kota berpenduduk 10 juta tersebut. (Li Yuan/ Jhony/rp)

Sumber: Epochtimes

Share

Video Popular