Oleh: Chong De

Erabaru.net. Kim Jong-un yang khawatir Trump akan membombardirnya secara tiba-tiba seperti serangan terhadap pemimpin Suriah Assad. Ia telah memerintahkan pasukannya siaga pertahanan udara, mencegah rudal AS meluluhlantakkan pangkalan militer.

Melansir laman “Daily Star”, maniak Kim Jong-un telah memerintahkan tentara membangun tembok pelindung, untuk mencegah pemboman rudal Tomahawk yang tiba-tiba dari Angkatan Laut AS yang ditempatkan di Laut Jepang.

Selain itu, Kim Jong-un juga memerintahkan pasukannya untuk siaga pertahanan udara, siap untuk merespon serangan udara AS kapan saja.

Karena tirani Korea Utara yang terus melakukan uji coba rudal, berteriak memiliki senjata nuklir, dan memperingatkan AS bahwa rudalnya bisa mencapai wilayah Amerika Serikat, mengancam ratusan juta penduduk Amerika, sehingga situasi yang tegang itu membuat militer AS terus berpatroli di perairan semenanjung Korea.

Kim Jong-un yang khawatir Trump akan membombardirnya secara tiba-tiba seperti serangan terhadap pemimpin Suriah Assad, telah memerintahkan pasukannya siaga pertahanan udara, mencegah rudal AS meluluhlantakkan pangkalan militer. Setelah assad menggunakan senjata kimia menyerang rakyatnya sendiri, sekitar 50 rudal Tomahawk dari kapal perang di Mediterania meluncur ke pangkalan udara militer Suriah.

Pakar urusan Korea Utara Jiro Ishimaru mengatakan, “Korea Utara sepertinya sangat memahami terkait serangan AS di Suriah, mereka telah membuat persiapan khusus untuk serangan rudal.”

Pekan lalu, Republik Demokrasi Rakyat Korea (nama resmi Democratic People’s Republic of Korea/DPRK ) uji coba sebuah Rudal ballistik jarak jauh Hwasong-12 (Mars-12). Menurut laporan Korea Central News Agency, rudal tersebut bisa membawa hulu ledak nuklir, dan mampu mencapai daratan AS.

Media resmi Korea Utara mengatakan, “Suksesnya peluncuran rudal adalah peringatan besar pada Amerika Serikat, sekaligus sebagai senjata paling kuat untuk meluluhlantakkan musuh.”

Negara ‘nakal’ ini terus berteriak-teriak akan meluncurkan nuklir keenamnya, untuk mengancam negara-negara demokrasi Barat. (Jhony/rp)

Sumber: Secretchina

Share

Video Popular