Erabaru.net. Banyak orang sangat berharap bisa eksis lagi dalam bentuk kehidupan lain setelah meninggal. Pandangan tentang adanya kehidupan abadi itu memang sudah ada sejak dahulu kala, bahkan tersebar luas di seluruh dunia.

Orang-orang Mesir Kuno, Yunani kuno, India kuno dan tempat-tempat lain percaya bahwa ada kehidupan yang kekal setelah kematian, berbagai peninggalan yang ditemukan arkeolog di dalam makam primitif itu adalah benda-benda yang diharapkan bisa dibawa ke dunia akhirat bersama si mati, orang-orang selalu berharap hidupnya bisa terus berlanjut di tempat lain.

Banyak orang mencoba berusaha menemukan air keramat untuk mempertahankan keremajaan, atau mengektsrak obat mujarab untuk meremajakan penuaan.

Banyak yang percaya bahwa meskipun telah mati secara fisik, namun, roh masih eksis. Menurut India kuno, bahwa roh akan merasuk ke dalam fisik yang baru setelah kematian, dan banyak yang mengatakan mereka dapat mengingat hal-hal tentang kehidupannya dahulu.

Sebagian besar ilmuwan percaya bahwa pandangan itu hanyalah ilusi. Selama beberapa ratus tahun di masa lalu, para ilmuwan dan filsuf mencoba dengan berbagai cara untuk bisa menemukan Tuhan atau surga, tetapi gagal.

Meskipun banyak orang berusaha menemukan roh, namun, tidak ada yang pernah berhasil, selain itu juga tidak ada yang berhasil membuktikan perpindahan roh yang sebenarnya.

Ada yang menduga bahwa roh mungkin ada di dalam otak manusia.

Otak memiliki berat sekitar satu kilogram, dikelilingi oleh tengkorak, terdiri dari ratusan miliaran sel, pikiran, perasaan, mimpi, ilusi, kenangan dan sebagainya, dimana semuanya itu berasal dari otak.

Para ilmuwan telah lama menciptakan alat untuk merekam otak dalam kondisi berpikir, tetapi mereka tidak pernah menemukan tanda-tanda eksistensi jiwa manusia. Setelah seseorang meninggal, gelombang otak akan berhenti, dan pikiran, perasaan serta kenangan juga akan lenyap seiring dengan kematian orang itu.

Tapi banyak orang lebih memilih untuk percaya adanya kesalahan pada ilmu pengetahuan, mereka percaya jiwa tetap eksis setelah otak berhenti bekerja. Sementara lainnya yakin bahwa suatu hati nanti para peneliti akan dapat memecahkan misteri itu.

Bagi mereka, memperpanjang usia hidup bukanlah solusi akhir, meskipun usia dapat diperpanjang hingga ribuan tahun, manusia tetap saja akan menghadapi kematian, karena sakit atau kecelakaan bisa menyebabkan kematian kapan saja.

Namun, manusia memiliki berbagai cara untuk mengatasi penyakit ini, misalnya mengganti suatu organ yang sakit dengan organ orang lain atau bahkan menggantinya dengan organ mesin.

Dalam proses kehidupan, pengetahuan dan memori terus meningkat. Lalu apakah ada solusi yang lebih baik mengingat ruang otak yang terbatas?

Jika bisa berhasil mengukur gelombang otak yang menghasilkan berbagai pikiran dan perasaan, maka informasi di dalam otak bisa disimpan ke tempat lain.

Seperti dijelaskan sebelumnya, komputer yang terhubung langsung ke otak itu ibarat otak kedua kita, dapat mengekstrak informasi dalam otak kita. Citra atau gambar yang disimpan oleh otak, bisa disimpan di dalam disk melalui komputer yang terhubung, dan itu semua adalah kenangan kita, bahkan emosional juga dapat disimpan seperti itu.

Jika suatu hari otak kita melupakan semuanya, kita masih bisa membaca informasi dari otak kedua, kembali menjalani masa lalu.(Jhony/rp)

Sumber: Thn.21.com

Share

Video Popular